Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Di luar dugaan


__ADS_3

Tiga puluh menit berlalu mobil Yura pun telah sampai di perusahaan. Ia terlihat turun dari dalam mobil dan berjalan tergesa-gesa masuk ke dalam perusahaan. Yura pun menyempatkan membalas sapaan karyawannya yang sedang berjalan di lobby perusahaan sebelum akhirnya masuk ke dalam lift.


"Semoga saja aku tidak terlambat." Ucapnya setelah melihat jam di pergelangan tangannya.


"Nona Yura... akhirnya anda datang juga." Ucap Jeni merasa lega saat melihat wajah Yura.


"Apa perwakilan dari perusahaan Bagaskara sudah datang?" Tanya Yura sambil mengatur nafasnya yang terdengar naik turun.


"Ya, Tuan Rey dan asistennya sudah datang dan sedang menunggu kedatangan Nona di ruang rapat, Nona." Jelas Jeni.


"Agh, bagaimana ini, bisa-bisanya aku membuat mereka menunggu di hari pertama pertemuan kami." Ucap Yura merasa tidak enak.


"Tenanglah, Nona. Rapat baru akan dimulai dalam waktu lima belas menit lagi. Sudah menjadi kebiasaan Tuan Rey dan asistennya selalu datang lebih awal seperti saat ini, Nona." Ucap Jeni agar Yura tidak panik.


Yura menganggukkan kepalanya dan berjalan masuk ke dalam ruangannya diikuti Jeni. "Jeni, apa kau sudah mempersiapkan berkas-berkas yang diperlukan untuk rapat kita pagi ini?" Tanya Yura setelah meletakkan tas selempangnya di atas sofa.


"Sudah, Nona. Saya sudah menyiapkan seluruh keperluan Nona di ruang rapat." Jawab Jeni.

__ADS_1


"Terimakasih Jeni." Jawab Yura sambil merapikan rambutnya yang sedikit berantakan. "Ayo kita pergi ke ruang rapat." Ajak Yura setelah memastikan penampilannya sudah rapi.


"Mari, Nona." Jawab Jeni dan mempersilahkan Yura berjalan lebih dulu di depannya. Yura mengangguk lalu berjalan lebih dulu diikuti Jeni.


Hembusan nafas Yura kian melambat saat Jeni membuka pintu ruang rapat dan memintanya untuk masuk ke dalam ruangan. "Silahkan masuk, Nona." Ucap Jeni untuk kedua kalinya.


Yura menghela nafas sejenak lalu mengangguk sebagai jawaban. Setelahnya ia pun masuk ke dalam ruangan dengan pandangan lurus ke depan. Di dalam ruangan Yura dapat melihat jika sudah ada Rey dan asistennya yang kini tengah menatap kepadanya dan Jeni. Yura terus berjalan mendekat pada mereka dengan wajah tenang dan tanpa ragu.


"Selamat pagi, maaf telah membuat menunggu." Ucap Yura dengan ramah.


"Tidak masalah, Nona. Kebetulan kami baru saja sampai." Jawab asisten Rey yang Yura ketahui bernama Malik. Sementara Rey memilih diam namun Yura dapat melihat jika Rey sedikit menganggukkan kepalanya setelah mendengarkan ucapannya.


"Karena Nona Yura sudah berada di ruangan ini, bagaimana kalau rapatnya kita mulai sekarang saja?" Tanya Malik.


"Baiklah, kita mulai sekarang saja." Jawab Yura. Sedangkan Jeni menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Jeni pun membuka rapat mereka pagi itu dan menyampaikan presentasi sambil menatap layar monitor yang menampilkan informasi tentang perusahaan. Setelahnya Yura pun ikut membantu mempresentasikan produksi hasil perusahaan mereka yang menjadi acuan untuk rencana kerja sama perusahaan mereka saat ini.

__ADS_1


Rey tak sedikit pun mengalihkan pandangannya dari Yura saat Yura mempresentasikan perkembangan produksi perusahaan yang kini dipimpinnya hingga selesai. Walau ia sudah mengetahui kemampuan terpendam yang dimiliki Yura selama ini, namun tetap saja melihat penampilan Yura secara langsung untuk pertama kalinya di depan matanya membuat Rey berdecak kagum dalam hati. Terlebih Yura menyampaikannya dengan yakin dan pasti tanpa ragu sedikit pun. Dan Rey pun tidak melihat sama sekali kegugupan di wajah Yura saat menatapnya berbeda seperti saat yang ia lihat beberapa tahun lalu.


Yura mengakhiri presentasinya pagi itu dengan senyuman manis di bibirnya. "Sekian presentasi dari saya, apa dari pihak Tuan Rey atau Tuan Malik ada yang ingin bertanya?" Tanya Yura.


"Tidak ada." Jawab Rey. Pandangan Rey pun beralih pada Malik. "Setelah ini siapkan surat kontrak kerja perusahaan kita dengan perusahaan Dharma." Ucap Rey.


"Baik, Tuan." Jawab Malik patuh.


"Apa? Apa maksdunya Tuan Rey sudah menyetujui kerja sama lanjutan perusahaan kita?" Tanya Yura tak percaya karena Rey dengan mudahnya menerima tawaran kerja sama perusahaan mereka begitu saja.


"Tentu saja. Apa anda ingin saya menarik perkataan saya kembali?" Rey menarik salah satu alis tebalnya ke atas.


"Tidak, tidak begitu, Tuan." Yura menahan senyuman di wajahnya karena telah berhasil melanjutkan kembali kerja sama perusahaan miliknya dan perusahaan Bagaskara yang banyak memberikan keuntungan kepada perusahaannya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2