Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Extra part (Kenapa kau ada di sini?)


__ADS_3

Yura yang didesak oleh Rey pun dibuat kesal oleh perintah suaminya itu karena Rey tidak mengerti jika saat ini ia sangat kesusahan membuka baju dari tubuhnya yang bulat dan berisi itu. Baru saja Yura hendak melayangkan protes pada Rey, Rey sudah sigap mengambil alih tubuhnya dan membantunya membuka baju.


"Tanganmu ini mungil sekali hingga kau kesulitan untuk menarik bajumu." Ucap Rey setelah melepas pakaian dari tubuh Yura.


"Kak Rey..." wajah Yura bersungut masam. Rey yang melihatnya pun hanya tersenyum lalu memberikan ciuman bertubi-tubi di bibir mungil istrinya.


"Sudahlah jangan cemberut begitu." Ucap Rey dengan tatapan menggoda.


Yura yang dapat menangkap arti tatapan Rey hanya bisa pasrah dan membiarkan suaminya melakukan apa yang ingin ia lakukan. Akhirnya acara kunjungan bayi kembar tiga itu pun dimulai dengan Rey yang menjadi pemimpinnya.


"Kak Rey hati-hati." Perintah Yura saat Rey sudah terlihat mulai menggebu-gebu.


"Pasti, Sayang." Balas Rey lalu membungkam mulut Yura dengan mulutnya agar tak lagi bersuara dan menikmati permainan kunjungan yang ia ciptakan.


*


Keesokan harinya, Yura dan Rey yang masih terlelap di dalam kamar hotel dibangunkan oleh ketukan pintu yang terdengar cukup keras dari luar kamar penginapan mereka.


"Kak Rey... siapa itu?" Tanya Yura dengan parau.

__ADS_1


Rey yang merasa ikut terganggu dengan suara ketukan pintu pun sudah membuka kedua kelopak matanya. "Aku tidak tahu." Jawab Rey.


"Lepaskan dulu, Kak. Aku akan membukakakn pintu." Pinta Yura karena Rey tengah memeluk erat tubuhnya.


Rey mengiyakannya lalu membiarkan Yura turun dari ranjang dan melangkah ke arah pintu.


"Siapa yang bertamu pagi-pagi begini?" Gumamnya bingung.


Ceklek


Saat pintu baru saja dibuka Yura sudah dibuat terkejut melihat sosok wanita yang berdiri di depannya tengah tersenyum manis padanya.


"Rachel? Kau di sini?" Tanya Yura dengan tatapan tak percaya.


"Apa? Tapi kenapa kau tidak bilang kepadaku?" Tanya Yura bingung.


"Itu karena..." Rachel menggaruk tengkuknyabyang tidak gatal. Tidak mungkin ia mengatakan alasannya yang sebenarnya datang ke kota ini karena ia ingin menyusul pujaan hatinya.


"Karena apa, Rachel?" Tanya Yura.

__ADS_1


"Itu karena aku ingin memberikan kejutan untukmu." Jawab Rachel asal lalu memeluk erat tubuh Yura. "Hehe, kau sudah sulit untuk dipeluk." Ucap Rachel saat menyadari ada yang menjadi pengganjal di pelukan mereka.


Yura hanya tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban. "Ayo masuk dulu." Ajak Yura.


Rachel mengiyakannya lalu masuk ke dalam kamar Yura. Saat baru saja masuk ke dalam kamar ia sudah disambut dengan tatapan tajam Rey kepadanya.


"Kenapa kau ada di sini?" Tanya Rey pada Rachel.


"Rachel datang karena dia ingin menemani kita liburan di sini, Kak." Jawab Yura mengambil alih jawaban Rey. Ia tahu suaminya itu merasa terganggu dengan kehadiran Rachel saat ini.


"Benarkah begitu?" Selidik Rey.


Rachel dibuat gugup melihat tatapan Rey. Sungguh saat ini ia tidak bisa menjawab pertanyaan Rey karena ia takut jawabannya akan membuat Rey curiga.


"Rachel..." tekan Rey.


"Emh, ya, Kak." Jawab Rachel tersenyum kaku.


"Kau datang ke sini karena ingin menemani kami liburan atau ada hal lain yang ingin kau tuju?" Tanya Rey yang tak percaya begitu saja dengan jawaban adiknya itu.

__ADS_1


Deg


***


__ADS_2