
Yura mengakhiri presentasinya pagi itu dengan senyuman manis di bibirnya. "Sekian presentasi dari saya, apa dari pihak Tuan Rey atau Tuan Malik ada yang ingin bertanya?" Tanya Yura.
"Tidak ada." Jawab Rey. Pandangan Rey pun beralih pada Malik. "Setelah ini siapkan surat kontrak kerja perusahaan kita dengan perusahaan Dharma." Ucap Rey.
"Baik, Tuan." Jawab Malik patuh
"Apa? Apa maksdunya Tuan Rey sudah menyetujui kerja sama lanjutan perusahaan kita?" Tanya Yura tak percaya karena Rey dengan mudahnya menerima tawaran kerja sama perusahaan mereka begitu saja.
"Tentu saja. Apa anda ingin saya menarik perkataan saya kembali?" Rey menarik salah satu alis tebalnya ke atas.
"Tidak, tidak begitu, Tuan." Yura menahan senyuman di wajahnya karena telah berhasil melanjutkan kembali kerja sama perusahaan miliknya dan perusahaan Bagaskara yang banyak memberikan keuntungan kepada perusahaannya.
Rapat mereka pagi itu pun berakhir dengan hasil kelanjutan kerja sama perusahaan Bagaskara dan Dharma. Yura nampak tak menyurutkan senyumannya setelah mengantarkan Rey dan Malik keluar dari ruangan rapat.
"Nona Yura sungguh hebat!" Puji Jeni sambil mengatupkan kedua tangannya di dada.
"Aku tidak hebat, Jeni. Ini semua juga karena dirimu." Yura tanpa ragu memeluk tubuh Jeni barang sejenak. Hatinya sungguh merasa senang dengan hasil rapat yang ia dapatkan pagi ini. Hasil yang sangat jauh dari apa yang ia pikirkan karena ia sempat berpikir jika Rey akan mempersulitnya selama rapat berlangsung.
Jeni pun tersenyum mendengar ucapan Yura. "Tuan Rangga dan Tuan Aidan pasti bangga jika melihat peampilan Nona tadi. Nona sudah seperti pemimpin perusahaan yang handal." Puji Jeni lagi.
"Kau selalu saja berlebihan, Jeni." Yura menggelengkan kepalanya dengan tetap tersenyum. "Kalau begitu ayo kita kembali ke ruangan kerja saya." Ajak Yura.
"Baik Nona, ayo." Jawab Jeni.
__ADS_1
Yura menganggukkan kepalanya lalu berjalan lebih dulu diikuti Jeni.
*
Siang harinya Aidan nampak masuk ke dalam ruangan Yura yang membuat Yura terkejut melihatnya karena sebelumnya Aidan tidak memberitahukannya jika akan datang ke perusahaannya.
"Kak Aidan?" Yura pun bangkit dari duduknya lalu berjalan ke arah Aidan. "Kenapa Kakak tidak mengabari jika akan datang?" Tanya Yura saat sudah berada tepat di hadapan Aidan.
"Karena Kakak ingin memberikan kejutan kepadamu." Jawab Aidan sambil mengusap rambut Yura.
Yura tersenyum mendengarnya. "Kakak bisa saja." Ucapnya.
"Kau tahu jika Kakak sangat bangga dengan pencapaianmu hari ini." Ucap Aidan.
"Baiklah." Aidan berjalan ke arah sofa. "Kakak kira dia akan mempersulit kerja sama perusahaan kita kali ini." Ucap Aidan mengeluarkan isi pemikirannya.
"Kenapa Kakak berbicara seperti itu?" Tanya Yura.
"Kau tahu sendiri bagaimana sikapnya selama ini kepadamu. Dan di situasi seperti saat ini bisa saja dia menyepelekan dirimu dan mempersulit kerja sama ini." Jawab Aidan.
Yura terdiam dan membetulkan dalam hati apa yang Aidan ucapkan karena ia pun sempat berpemikiran demikian. "Tapi buktinya Kak Rey tidak melakukan itu semua, Kak." Ucap Yura kemudian.
"Tentu saja karena kau sudah tampil di luar dugaannya. Dia tidak memiliki alasan lagi untuk mempersulit dirimu." Ucap Aidan. Bukan tanpa alasan Aidan berkata seperti itu, karena sejak rapat dimulai Aidan selalu memperhatikan dan mendengar apa yang Yura sampaikan lewat rekaman CCTV yang terhubung di layar komputernya.
__ADS_1
Yura tersenyum mendengarnya. "Apa Kakak sudah makan?" Tanya Yura.
"Belum. Tujuan Kakak datang ke sini karena Kakak juga ingin mengajakmu makan siang bersama. Kakak tahu pasti kau melewatkan makan siangmu karena terlalu fokus bekerja." Ucap Aidan lalu mengarahkan pandangannya pada komputer di atas meja kerja Yura yang masih menyala.
"Tidak seperti itu, Kak. Yura hanya ingin segera menyelesaikannya secepat mungkin." Jawab Yura.
"Sudahlah, sekarang ayo ikut Kakak. Kita akan makan siang di luar." Ajak Aidan.
"Tunggu dulu, Kak." Yura mengeluarkan ponselnya lalu melakukan panggilan telefon dengan Rachel.
"Ada apa?" Tanya Aidan setelah Yura menutup panggilan telefonnya.
"Rachel akan ikut makan siang bersama dengan kita. Apa tidak masalah, Kak?" Tanya Yura karena tadi ia melupakan ajakan Rachel kemarin yang kembali mengajaknya makan siang bersama hari ini.
"Tidak masalah. Ayo." Ucap Aidan yang dibalas Yura dengan anggukan kepalanya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1