
Satu minggu telah berlalu, sikap Rey pada Yura semakin menampakkan perkembangan dengan perhatian-perhatian kecil yang Rey berikan pada Yura. Sebagai seorang wanita yang sudah menutup hatinya dari pria yang sangat dicintainya itu, Yura selalu menganggap jika perhatian yang Rey berikan hanya sebuah rasa tanggung jawabanya sebagai seorang suami dan kepala keluarga untuknya.
Malam itu, Yura nampak cemas seorang diri di dalam rumah menanti kepulangan Rey dari perusahaan. Ini sudah memasuki waktu tiga jam sejak ia menunggu kepulangan Rey dari perusahaan.
"Kenapa Kak Rey lama sekali?" Gumam Yura mulai merasa cemas dan takut. Perasaan takut Yura pun semakin bertambah karena hanya ada dirinya yang berada di lantai atas sedangkan pelayan yang membantu dirinya berada di lantai satu khusus kamar pelayan.
Sesekali Yura menatap ke arah ponselnya yang berada di atas nakas untuk melihat apakah ada pesan masuk dari Rey. Namun apa yang ia harapkan sejak tadi tak kunjung datang.
"Tenanglah Yura... kau tidak perlu takut seperti ini." Gumam Yura menguatkan dirinya. Karena tak kunjung melihat tanda-tanda kepulangan Rey, Yura pun memilih untuk berbaring di atas ranjang sambil memainkan ponselnya.
Di tengah kekhawatiran Yura menunggu kepulangan Rey, di perusahaan Bagaskara, Rey terlihat tengah berbincang serius dengan seorang pria di depannya saat ini.
"Besok Flower sudah kembali ke negara ini. Kau sudah tahu bukan apa yang akan terjadi jika Flo sudah kembali?" Tanya seorang pria di hadapan Rey.
__ADS_1
Rey menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Sesuai permintaannya dia akan menjadi sekretarisku di perusahaan ini." jawab Rey acuh.
Pria di hadapan Rey menyunggingkan senyumannya. "Aku rasa kau tahu efek yang akan terjadi jika istrimu mengetahui Flo akan menjadi sekretaris barumu di perusahaan ini." Cibirnya.
"Aku akan mengatasinya untuk itu." Jawab Rey dengan tenang.
"Kau yakin? Apa kau tidak takut jika istrimu akan semakin jauh darimu? Bahkan... kau lihat sendiri jika pria bernama Galang itu semakin terang-terangan mendekati istrimu." Pria di depan Rey masih berupaya mematahkan keyakinan Rey.
"Aku yakin melihat Flower berganti status menjadi sekretarismu membuat istrimu berpikir jika kau menaruh rasa pada Flower hingga akhirnya membuatnya memutuskan untuk mencari pria lain selain dirimu sebagai tamengnya. Termasuk pria bernama Galang itu." Pria di depan Rey semakin bersemangat memprovokasi Rey.
"Diamlah. Kau terlalu banyak berbicara sejak tadi!" Ketus Rey.
"Haha..." pria di depan Rey tertawa-tawa. "Lihat saja, kau akan menyesal jika tidak bertindak dengan cepat. Yura adalah wanita baik dan tulus mencintaimu sejak dulu. Kau tidak akan mendapatkan wanita seperti dirinya di sosok wanita lain." Tekannya.
__ADS_1
"Sudah jam berapa ini?" Bukannya menjawab ucapan pria di depannya, Rey justru teringat dengan istrinya yang saat ini sendirian di dalam kamar menunggu dirinya pulang. Ia tersadar jika waktu sudah semakin malam dan istrinya itu pasti takut berada di rumah barunya seorang diri seperti saat ini.
"Kau ingin kemana?" Pria di depan Rey menahan lengan Rey.
"Pulang." Jawab Rey singkat lalu berjalan tergesa-gesa keluar dari ruangan kerjanya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1