
"Kenapa kau bertanya seperti itu?" Tanya Yura pada Galang."
"Apa aku tidak boleh bertanya kepadamu, hem?" Tanya Galang kembali.
"Boleh saja. Tapi pertanyaanmu itu terasa aneh bagiku." Jawab Yura.
Galang menyerngitkan dahinya merasa bingung mendengar ucapan Yura. "Aneh bagaimana?" Tanya Galang.
"Tentu saja aneh. Karena pertanyaanmu itu sudah jelas jawabannya." Jawab Yura.
Galang memiringkan tubuhnya agar bisa menatap Yura dengan intens. "Maksudmu kau sudah mencintai suamimu itu?" Tanya Galang yang sudah paham kemana arah ucapan Yura.
Yura mengangguk mengiyakannya. "Bagaimana pun juga Kak Rey adalah suamiku dan sudah sepantasnya aku untuk mencintainya." Jawab Yura.
Galang tertegun mendengarkan jawaban yang keluar dari mulut Yura. "Apa benar kau sudah mencintai suamimu itu? Apa bisa secepat itu?" Tanya Galang tak percaya.
__ADS_1
Yura mengangguk tanpa mengeluarkan suara. "Bahkan aku sudah mencintainya sejak kami masih sangat kecil. Mungkin saat itu aku tidak mengetahui makna cinta yang sebenarnya. Tapi kini, aku sudah sangat sadar perasaan apa yang aku simpan saat ini untuk Kak Rey." Jelas Yura hanya dalam hati.
"Kau tidak mungkin semudah itu mencintai pria yang selalu bersikap buruk padamu, Yura." Galang mencoba menyangkal kenyataan yang ada. Ucapan Galang pun berhasil membuat Yura menatap tak suka padanya.
"Aku rasa kau sudah bertanya dan berpikir terlalu jauh, Gal." Ucap Yura menatap datar Galang. Walau ia masih meragu masih adakah cinta untuk suaminya itu, namun ia tetap saja tak ingin memberikan jawaban pada Galang yang bisa membuat Galang kembali menaruh harapan padanya.
Galang menghela nafasnya sesaat. "Maaf jika aku sudah bertanya terlalu jauh." Ucap Galang tak ingin Yura merasa risih dengan dirinya.
"Ya. Tak masalah." Jawab Yura mencoba tersenyum. Jujur saja saat ini hati dan pemikirannya mulai dibuat bingung setelah mendengarkan pertanyaan dari Galang. Bagaimana tidak, saat ini Yura kembali dibuat bertanya pada dirinya sendiri apakah rasa cinta untuk suaminya itu masih ada atau sudah menghilang dengan rasa kesakitan yang ia simpan selama ini. Namun saat mengingat setiap kebaikan yang Rey berikan padanya akhir-akhir ini membuat Yura meragu dengan hatinya sendiri.
*
"Sudah saatnya kita kembali ke hotel." Ajak Galang setelah melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul tiga sore.
"Baiklah, kalau begitu ayo kita pergi." Ajak Yura.
__ADS_1
Galang, Roy dan Jeni mengiyakannya. Galang dan Roy berjalan lebih dulu menuju mobil mereka berada. Saat telah sampai di depan mobil milik Galang, mereka dibuat terkejut melihat sebuah mobil bewarna putih datang menghampiri mereka.
"Kak Rey?" Gumam Yura menatap pria yang baru saja turun dari dalam mobil bewarna putih yang kini menjadi pusat perhatian mereka.
"Aku tidak terlambat untuk menjemputmu bukan?" Tanya Rey.
"Menjemputku?" Tanya Yura bingung.
"Ya, aku datang untuk menjemputmu." Jawab Rey.
Yura terdiam dan menatap wajah Rey dengan intens. "Untuk apa Kakak datang menjemputku?" Tanya Yura kemudian mengeluarkan isi pemikirannya saat ini.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.