Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Mengalihkan pandangan darinya


__ADS_3

"Rachel..." Yura pun turut tersenyum menatap pada Rachel.


Rachel pun berjalan dengan cepat ke arah Yura berada. "Maaf aku datang terlambat." Ucap Rachel setelah menyalimi Vara, Alea, Yura dan Alula.


"Tak apa. Lagi pula acaranya belum dimulai." Jawab Yura.


"Oh ya, dimana Kak Rey, apa Kak Rey tidak datang?" Tanya Alula karena tidak melihat keberadaan Rey.


"Kak Rey masih berbicara di depan bersama Om Rangga dan Kak Aidan." Jawab Rachel.


"Ohh... Lula pikir Kak Rey tidak datang." Ucap Alula.


"Kau ini ada-ada saja. Tidak mungkin Kak Rey tidak datang." Ucap Rachel lalu mengedipkan sebelah matanya.


Tak lama sosok yang mereka bicarakan pun nampak masuk ke dalam rumah dengan tatapan datarnya namun berhasil mencuri perhatian orang-orang yang melihatnya.


"Nah, itu Kak Rey!" Seru Alula sambil menunjuk pada sosok Rey.


Yura pun mengalihkan pandangannya pada Rey yang kini terlihat juga tengah menatap ke arahnya dengan intens. Yura segera mengalihkan wajahnya ke arah lain hingga membuat tatapan di antara mereka terputus.


"Kak Yura, ayo kita sambut kedatangan Kak Rey!" Ajak Alula sambil memegang tangan Yura.


Yura melepaskan tangan Lula dengan lembut. "Pergilah, Kakak di sini saja." Ucap Yura.


Bibir Lula seketika mengerucut. "Kakak ini tidak asik sekali. Biasanya Kakak yang paling semangat menyambut kedatangan Kak Rey." Ucap Lula.


"Tapi tidak untuk kali ini, Lula." Ucap Yura lembut namun penuh penekanan.

__ADS_1


Wajah Lula seketika berubah masam. "Baiklah, kalau begitu biar Lula saja yang ke sana." Ucap Alula lalu berjalan ke arah Rey.


"Yura, ayo kita ke sana dulu." Ajak Rachel sambil menunjuk deretan makanan yang berada di ujung ruangan.


"Kau ingi makanan yang ada di sana?" Tanya Yura.


"Tentu saja seperti yang kau pikirkan." Jawab Rachel lalu tertawa.


Yura menggelengkan kepalanya lalu berjalan ke arah yang Rachel tunjuk.


Aku tahu jika Yura saat ini sedang menjaga pandangannya dari Kak Rey. Ucap Rachel dalam hati sambil melangkah bersama Yura. Pemikiran Rachel pun kini dibuat bertanya-tanya hal apakah yang terjadi hingga Yura sampai merubah sikapnya pada Rey tidak seperti dulu yang selalu dilihatnya.


"Kau ingin makanan yang mana?" Tanya Yura saat sudah berada di depan deretan makanan.


"Aku ingin cupcake yang ini saja dulu. Setelah acara selesai baru aku ingin mengambil yang lainnya." Jawab Rachel lalu mengambil cupcake yang diinginkannya.


"Tidak, tidak. Aku bisa mengambilnya nanti." Jawab Rachel.


"Baiklah, terserah kau saja."  Ucap Yura tak ingin memaksa. Tak lama Vara pun datang menghampiri mereka.


"Yura, Rachel, ayo kita ke tengah ruangan karena acaranya akan dimulai." Ajak Vara.


"Baik, Bunda." Jawab Yura.


"Baik, Tante." Jawab Rachel.


Vara tersenyum lalu berjalan lebih dulu diikuti Yura dan Rachel di belakangnya. Dan betapa terkejutnya Yura saat sudah berada di tengah ruangan Vara membawanya mendekat pada keluarga Rachel dimana ada Rey yang sedang berbincang bersama Rangga. Menyadari kehadiran Yura di dekatnya membuat Rangga menghentikan pembicaraannya dan mengalihkan pandangannya pada Yura.

__ADS_1


"Tetaplah di sini, acara akan segera dimulai." Ucap Rangga pada Yura.


"Baik Ayah." Jawab Yura.


Tak lama acara pun dimulai dengan kata sambutan dari Rangga sebagai Tuan rumah. Sementara Yura hanya diam berdiri di samping Rangga seraya tersenyum pada orang-orang di sekitarnya. Sebisa mungkin Yura menahan pandangannya agar tidak tertuju pada Rey yang nampak terus menatapnya tanpa henti.


"Ehem." Deheman yang terdengar cukup keras dari Aidan membuat perhatian Rey terputus dari Yura.


"Aidan." Ucap Rey dengan tersenyum tipis.


Aidan membalas senyuman Rey dengan tak kalah tipis. "Apa kau sedang memperhatikan adikku?" Tanya Aidan.


Rey menatap Aidan datar. "Tentu saja aku sedang memperhatikannya karena dia berada di sebelah Om Rangga yang sedang berbicara. Dan bukan aku saja, semua orang yang ada di sini juga banyak yang memperhatikannya." Jawab Rey.


Aidan menarik salah satu sudut bibirnya ke samping mendengar jawaban Rey yang cukup panjang. "Setelah ini kau akan sering melihat adikku dimana pun kau berada." Ucap Aidan penuh maksud.


"Apa maksud ucapanmu?" Tanya Rey.


Aidan tak membalas ucapan Rey dan memilih menatap pada anak-anak dan istrinya yang sedang berjalan ke arahnya. Pun dengan Rey yang turut menatap pada Axel dan Axela yang nampak lucu dengan pakaian kembar mereka.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenara🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.

__ADS_1


__ADS_2