
"Aw, apa yang kau lakukan." Mendengar suara seorang pria yang sangat dikenalinya membuat kedua bola mata Yura terbelalak. Yura pun segera membalikkan tubuhnya untuk melihat siapakah sosok yang ada di belakang tubuhnya saat ini.
"Kak Rey?" Ucapnya tak percaya. Ya, seorang pria yang sejak tadi memeluknya adalah Rey suaminya. "Ke-kenapa Kak Rey ada di sini?" Tanya Yura sedikit terbata.
Rey mengusap-usap tangannya yang terasa sakit akibat cubitan Yura. "Apa kau memiliki tenaga sekuat vampire untuk menggigit mangsamu?" Tanya Rey dengan wajah masamnya.
"Ti-tidak." Yura menjawab dengan polosnya. Rey yang melihatnya pun merasa gemas dengan sikap istrinya itu.
"Huft, sudahlah." Ucap Rey lalu turun dari atas ranjang.
"Kak Rey tunggu!" Yura turut turun dari atas ranjang dan menghampiri Rey. "Sekarang ayo katakan kenapa Kakak bisa ada di sini?" Tanya Yura.
Bukannya menjawab pertanyaan Yura, Rey justru menatap penampilan Yura yang terlihat sedikit berantakan dengan rambut yang acak-acakan.
"Kak Rey, ayo jawab." Desak Yura.
"Aku datang karena aku juga memiliki pekerjaan di sini." Bohong Rey.
"Memiliki pekerjaan di sini?" Tanya Yura. Wajahnya nampak bingung saat memikirkan pekerjaan apa yang dilakukan Rey di tempat yang sama dengannya.
__ADS_1
"Sudahlah jangan terlalu banyak berpikir. Lebih baik sekarang kau merapikan rambutmu itu karena kau terlihat sangat jelek." Ucap Rey datar.
"Memangnya ada apa dengan rambutku." Yura memegang rambutnya dengan kedua tangannya. Sesaat kemudian ia tersadar jika rambutnya kini sedang acak-acakan karena baru bangun tidur.
Rey pun berjalan ke arah sofa berada lalu menjatuhkan bokongnya di sana. Sedangkan Yura kini mengarahkan pandangannya pada koper kecil yang berada di samping lemari yang ia yakini adalah milik Rey.
Yura pun berjalan ke arah lemari berniat untuk mengeluarkan baju Rey dan menyusunnya di dalam lemari.
"Bukankah baju-baju ini masih berada di dalam lemari kemarin? Apa Kak Rey mempersiapkan barang-barangnya setelah pulang dari perusahaan?" Tanya Yura. Tak ingin bertanya pada suaminya karena tidak akan mendapatkan jawaban yang ia inginkan, Yura lebih memilih melanjutkan niatnya memasukkan pakaian Rey ke dalam lemari.
Setelah siap memasukkan pakaian Rey ke dalam lemari, Yura pun berjalan menghampiri Rey yang terlihat tengah memainkan ponselnya di atas sofa.
Rey mengangkat kepalanya mendengar suara lembut istrinya.
"Kapan Kakak berangkat ke sini dan kenapa tidak mengabariku?" Tanya Yura.
"Apa kau begitu cemas karena tidak mendapatkan balasan dariku?" Tanya Rey karena ia baru saja mendapatkan laporan dari Malik jika Yura berusaha menghubunginya sejak kemarin untuk menanyakan keberadaan Rey.
Yura menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Aku tidak sempat melihat ponselku karena aku menyetir sendiri ke sini." Jawab Rey seadanya.
"Apa?" Yura cukup terkejut mendengarnya. Bagaimana bisa suaminya itu berangkat ke kota S dengan mengendarai mobilnya sendiri. Sesuatu hal yang tidak mungkin jika Rey akan melakukan pekerjaan bisnis di tempat yang sama dengannya.
"Apa Kakak berangkat setelah pulang bekerja?" Tanya Yura kemudian.
Rey menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Kenapa Kakak hanya berangkat sendiri dan tidak menggunakan jasa sopir?" Tanya Yura mengeluarkan apa yang sejak tadi ada dalam pemikirannya.
Bukannya menjawab pertanyaan Yura, Rey justru bangkit dari duduknya. "Sudahlah, jangan banyak bertanya. Lebih baik sekarang kau membayar kesalahanmu tadi karena sudah berani menggigit tanganku." Ucap Rey sambil mendekatkan tubuhnya pada Yura.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1