Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Di waktu yang tepat


__ADS_3

Rey sedikit tertegun mendengarkan pertanyaan Yura. Ingatannya pun turut tertuju pada kejadian beberapa bulan lalu saat ia dan Yura dipaksa menikah oleh warga.


"Kak Rey..." Ucap Yura karena Rey tak kunjung menjawab pertanyaannya.


"Aku tidak ingin menjawabnya untuk saat ini." Jawab Rey singkat.


Yura menghela nafas sesaat. Untuk saat ini ia tidak ingin memaksa Rey untuk menjawab pertanyaannya karena ia tahu begitu banyak hal yang dipikirkan oleh Rey saat ini.


"Aku akan menjawabnya di waktu yang tepat." Lanjut Rey kemudian tak ingin membuat istrinya salah paham.


Yura mengangguk mengiyakan lalu kembali mengalihkan pandangan pada luar jendela yang menampakkan keindahan alam yang begitu asri di matanya. Sapuan angin yang terasa dingin menembus pori-pori kulitnya membuat rasa kantuk mulai menghampiri hingga Yura tak dapat lagi menahan rasa kantuknya.


Perlahan kedua kelopak mata Yura yang terbuka pun terpejam. Rey memperhatikan sekilas pergerakan istrinya yang hendak tertidur.


"Tidurlah dengan nyaman..." gumam Rey sambil mengusap kepala Yura dengan sebelah tangannya. Tangan Rey pun mulai turut menyentuh perut Yura dan membelainya. "Jangan membuat Mommy kalian kelelahan..." ucap Rey pada ketiga anaknya. Setelahnya Rey pun kembali fokus pada jalanan di depannya.


*


Setelah menempuh kurang lebih dua jam perjalanan, mobil milik Rey telah sampai di depan sebuah villa mewah milik keluarga William. Terlihat di depan gerbang villa terdapat dua orang penjaga yang kini tengah berjalan menghampiri mobilnya.


"Tuan Rey?" Ucap salah seorang penjaga pada Rey.

__ADS_1


"Tolong buka gerbangnya." Ucap Rey pelan agar tak membangunkan istrinya yang masih terlelap.


Para penjaga mengangguk lalu membuka gerbang untuk Rey. Sebelumnya William memang sudah mengabari mereka jika Rey akan datang menemui Kyara di dalam villa.


"Yura..." Rey mengusap-usap pipi Yura untuk membangunkan Yura.


"Eugh...." Yura melenguh saat merasa tidurnya terganggu oleh Rey.


"Kita sudah sampai." Ucap Rey saat melihat wajah istrinya nampak bingung menatap sekitarnya.


"Sudah sampai?" Yura terkesiap.


"Ya. Ayo turun." Ajak Rey.


Rey segera turun dari dalam mobilnya dan membantu Yura untuk turun dari dalam mobilnya.


"Aku bisa sendiri, Kak." Ucap Yura saat Rey menahan pergerakannya yang hendak turun dari dalam mobil.


Rey hanya diam sambil membantu Yura untuk turun. Setelahnya ia membawa Yura masuk ke dalam villa sambil menggenggam erat jemari Yura.


"Dimana Mama saya?" Tanya Rey saat seorang pelayan datang menghampiri mereka yang baru masuk ke dalam villa.

__ADS_1


"Nyonya Kyara sedang berada di kolam renang, Tuan." Jawabnya sopan.


Rey mengangguk paham lalu mengajak Yura menuju kolam renang yang berada di belakang villa.


"Hahaha... kau tahu itu sangat menggelikan, Kya." Rey terdiam di ambang pintu menatap pada dua sosok wanita paruh baya yang sedang memainkan kaki mereka di dalam air sambil tertawa.


"Emh, apakah benar begitu? Tapi aku kasihan padanya." Jawab Kyara.


"Kau lihatlah foto ini. Kak Gerry terlihat sangat kacau setelah kepergianmu." Ucap wanita itu pada Kyara.


Kyara melihat foto yang diperlihatkan Rania dan memasang ekspresi berbeda karena kini ia merasa kasihan pada sosok suaminya yang terlihat berantakan.


"Mama..." suara seorang pria yang sangat dikenalinya membuat perhatian Kyara dan wanita yang berada di sebelah Kyara menoleh ke sumber suara.


"Rey? Yura?" Kyara dan wanita yang berada di sebelahnya begitu terkesiap melihat kedatangan Rey dan Yura.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2