
"Dimana keberadaan Nenek sekarang?" Tanya Rey cepat.
"Nyonya Riana sudah berada dalam perjalanan menuju rumah Tuan Gerry sejak tiga puluh menit yang lalu, Tuan." Jawab Malik.
"Apa?" Rey terkesiap. "Tangani perusahaan hari ini. Aku akan pergi ke rumah Papa sekarang juga." Ucap Rey.
"Baik Tuan." Balas Malik tanpa bantahan.
Rey segera melangkah meninggalkan Malik keluar dari dalam perusahaannya. Malik pun menatap kepergian Tuannya dengan helaan nafasnya yang terdengar kian melambat.
"Semoga semua akan baik-baik saja." Gumam Malik menatap kepergian Rey.
Rey yang sudah berada di luar lobby dan hendak masuk ke dalam mobil seketika mengurungkan niatnya saat mendengar dering notifikasi khusus pesan dari Yura. Rey segera mengeluarkan ponselnya dari saku celananya dan menyempatkan membalas pesan dari Yura yang menanyakan keberadaannya saat ini. Setelahnya Rey pun masuk ke dalam mobil dan melajukannya meninggalkan perusahaan Bagaskara.
Perjalanan yang harusnya memakan waktu lebih dari empat puluh lima menit saat kondisi jalanan macet menuju rumah kedua orang tuanya seperti saat ini Rey tempuh dengan hanya memakan waktu kurang dari tiga puluh menit. Entah bagaimana cara Rey mengendarai mobilnya yang jelas saat ini Rey telah tiba di depan kediaman kedua orang tuanya.
Keluar dari dalam mobilnya pandangan Rey langsung tertuju pada mobil milik Neneknya yang sudah terparkir tepat di depan rumah. Dan sudah dapat Rey pastikan jika Neneknya saat ini sudah berada di dalam rumah dan bertemu dengan Mama Kyara dan Papa Gerry.
Rey menghela nafas sesaat lalu segera melangkah masuk ke dalam rumah kedua orang tuanya.
__ADS_1
Tap
Tap
Tap
Suara langkah sepatu pentofel yang bergesekan dengan lantai tak membuat perhatian empat orang yang sedang berada di ruang tamu teralihkan ke sumber suara. Entah apa yang sedang mereka bicarakan saat ini. Yang jelas Rey dapat menebak jika percakapan mereka cukup serius hingga tak memperdulikan kedatangannya.
"Mamah..." pandangan Rey langsung tertuju pada Mama Kyara yang terlihat tengah berkaca-kaca dengan kedua tangan terkepal saat ini.
Riana, Johan dan Gerry pun seketika menatap pada Rey saat mendengar suara Rey. Sedangkan Kyara, wanita itu terlihat memejamkan kedua matanya sejenak lalu menatap pada Rey.
Rey mengangguk mengiyakannya lalu duduk di atas sofa yang masih kosong.
"Bisakah kau menjelaskan apa maksud ucapan Mama?" Tanya Kyara pada Gerry dengan bibir bergetar.
"Sa-sayang..." Gerry tak kuasa menyebutkan nama istrinya.
"Jangan menyebutkan namaku dengan itu." Pungkas Kyara. "Sekarang ayo jawab pertanyaanku, Kak." Ucap Kyara tegas.
__ADS_1
Gerry menghela nafas panjang lalu menghembuskannya secara perlahan di udara. Kyara masih tak melepaskan pandangan dari suaminya itu dan menunggu jawaban dari Gerry.
"Apa yang Mama katakan itu benar. Selama ini aku telah membohongimu dengan membantu merawat Ketty setelah keluar dari penjara." Jawab Gerry pada akhirnya.
"A-apa..." Kyara menggeleng dengan tatapan tak percaya. Sungguh saat ini ia tidak menyangka jika suami yang sangat ia cintai telah membohonginya dengan menyembunyikan keberadaan wanita lain di belakangnya.
"Kau menduakanku dengan dirinya, Kak?" Bibir Kyara bergetar hebat.
"Tidak. Kau salah paham, Sayang. Aku hanya membantunya." Gerry beranjak dari duduknya dan hendak menghampiri istrinya yang tengah duduk di sebelah Mamanya.
"Jangan mendekat!" Titah Kyara tegas dan mata terpejam.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1