
"Benarkah begitu?" Rachel begitu senang mendengarnya. Yura pun mengangguk membenarkannya. "Semoga saja Mama bisa kembali pulang dan bisa berkumpul lagi bersama kita." Harap Rachel.
Yura pun mengangguk mengiyakannya.
"Rachel, apa kau sudah memberitahu Papa jika kau datang ke sini?" Tanya Rey.
Rachel menggeleng. "Belum. Sejak sore Papa pergi dari rumah entah kemana. Aku juga sudah mengirimkan pesan pada Pap tapi Papa tidak membalasnya." Jawab Rachel.
Rey mengangguk paham. Pastilah saat ini Papanya sedang berjuang untuk membawa mamanya kembali. Tak berbeda dengan mereka yang bersedih karena kepergian mamanya, Papa Gerry pun turut bersedih sekaligus merasa bersalah karenanya.
Setelah cukup berbincang dengan Rachel di ruang tamu, Rey mengajak Yura untuk istirahat ke dalam kamar dan meminta Rachel untuk menginap di rumah mereka malam ini.
"Ada apa denganmu?" Tanya Rey saat melihat wajah Yura yang terlihat sendu.
"Aku merasa kasihan pada Rachel, Kak. Dia sangat bersedih karena kepergian Mama." Jawab Yura.
Rey menghembuskan nafas di udara. "Sudahlah... besok aku akan mengusahakan membawa Mama kembali. Jangan terlalu banyak pikiran, kau harus ingat jika saat ini kau sedang mengandung dan membutuhkan banyak waktu untuk istirahat." Tutur Rey lembut.
__ADS_1
Yura mengangguk mengiyakannya. Jujur saja dengan kehamilannya yang semakin membesar saat ini membuatnya mudah lelah dan juga mengantuk. Seperti saat ini, Yura sudah mulai menguap tanda merasa kantuk pada matanya.
"Ayo kita tidur." Ajak Rey.
"Baiklah." Jawab Yura lalu naik ke atas ranjang.
Rey pun turut naik ke atas ranjang lalu merapatkan tubuhnya dengan tubuh Yura.
"Apa mereka tidak rewel hari ini?" Tanya Rey sambil mengusap rambut Yura hingga membuat mata Yura semakin mengantuk.
"Emh, tidak." Jawab Yura dengan mata yang mulai terpejam.
*
Keesokan harinya, Rey dan Yura nampak telah rapi dengan pakaian bepergian mereka. Pagi ini sesuai kesepakatan di antara mereka, Rey dan Yura akan pergi menjemput Mama Kyara kembali ke rumah. Walau Rey merasa berat mengajak istrinya yang tengah mengandung, namun Rey tetap mengajak istrinya karena ia tidak punya pilihan lain karena Yura bersikeras untuk tetap ikut dan mengatakan jika kondisinya sudah baik-baik.
Jadilah saat ini Rey dan Yura sudah berada di dalam mobil menuju ke suatu tempat yang ia yakini menjadi tempat persembunyian Mama Kyara.
__ADS_1
"Jika kau lelah maka tidurlah. Jangan memaksakan tubuhmu untuk tetap terjaga." Ucap Rey pada Yura.
Yura mengangguk mengiyakannya. Selama berada di dalam perjalanan ia lebih memilih terjaga menenani suaminya yang sedang berkendara dan sesekali mengajak Rey untuk berbicara.
Saat mobil tengah melaju melewati pepohonan dan perbukitan yang menandakan mereka telah meninggalkan kota, pemikiran Yura pun langsung tertuju pada tempat yang membuat mereka akhirnya menikah seperti saat ini.
"Kak Rey... ada yang ingin aku tanyakan pada Kakak." Ucap Yura sedikit meragu.
"Tanyakan saja." Balas Rey menatap Yura sekilas.
"Emh... apa Kakak masih mengingat bagaimana awal mula pernikahan kita bisa terjadi? Dan... kenapa saat itu Kakak mau menerima begitu saja keinginan warga untuk menikahkan kita?" Tanya Yura.
***
Kira-kira kenapa ya😊
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.