Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Takdir setelah hari ini


__ADS_3

Flower pun sontak menoleh ke arah samping dimana kini Malik berada. "Kau..." Flower sedikit terkejut melihat kehadiran Malik di sebelahnya.


Malik menatap datar pada Flower yang terlihat terkejut dengan kehadirannya.


"Kau bilang apa tadi? Makhluk jahat? Siapa yang kau bilang makhluk jahat?" Tanya Flower menghilangkan sisi formal di saat mereka bertemu di perusahaan.


"Dirimu." Jawab Malik lalu melangkah meninggalkan Flower begitu saja.


"Kau..." Flower menggeram dengan tangan terkepal. "Beraninya kau mengataiku makhluk jahat!" Umpat Flower pelan.


"Flower, ada apa?" Rania yang baru saja menghampiri putrinya terlihat bingung melihat ekspresi Flower saat ini.


"Tidak ada, Mom." Jawab Flower sambil mengatur nafasnya yang naik turun karena Malik.


Mom Rania pun mengangguk saja tak lagi mempertanyakan kebingungannya pada Flower karena kini pembawa acara sudah mulai bersuara membuka acara syukuran malam itu.

__ADS_1


Rey dan Yura kini sudah berada di hadapan semua orang untuk memberikan kata sambutan dan ucapan terima kasih atas kehadiran para tamu undangan. Dan tak lupa Rey meminta doa pada mereka agar kehamilan Yura berjalan dengan lancar dan lancar sampai persalinan.


Kali ini untuk pertama kalinya Mama Kyara dan Papa Gerry melihat putranya memperlihatkan kasih sayangnya pada Yura di depan semua orang dengan mengusap perut Yura dan memberikan ciuman cukup lama di kening Yura. Perbuatan Rey pun sontak membuat haru suasana syukuran malam itu.


Di tengah rasa haru yang orang lain rasakan, Flower justru merasa kesal sekaligus sedih melihat pujaan hatinya kini telah terang-terangan memperlihatkan kasih sayang dan cintanya pada Yura. Flower sangat tidak suka melihatnya. Ingin sekali saat ini ia menangis sejadi-jadinya mengungkapkan kesedihannya namun Flower menahannya karena tidak ingin membuat malu dirinya sendiri di depan orang lain.


Sementara Galang yang turut terluka melihat perlakuan Rey pada Yura hanya memilih diam di posisinya dengan tatapan tak terbaca. Walau saat ini hatinya merasa sakit melihat pujaan hatinya bersama pria lain namun Galang tetap berusaha berbesar hati menerimanya. Lagi pula saat ini Galang sadar jika cinta tak selamanya harus memiliki bukan? Agh, sudahlah. Peliknya kisah cintanya membuat Galang berubah menjadi pria yang lebih tegar saat ini.


"Percayalah akan datang wanita yang baik untuk pria baik seperti dirimu." Ucap Aidan yang entah kapan sudah berdiri di sebelah Galang.


"Kau hanya perlu mengikhlaskan sesuatu yang tidak menjadi takdirmu untuk menerima sesuatu yang sudah dipastikan menjadi takdirmu." Lanjut Aidan kemudian.


"Aku tahu itu. Terima kasih." Balas Galang.


Aidan tak menggubris ucapan Galang dan lebih memilih mengikuti arah pandangan Galang. Rasanya kini Aidan merasa sangat bahagia karena kembarannya sudah bahagia bersama pujaan hatinya sejak dulu. Aidan selalu berharap jika rumah tangga adiknya akan berjalan dengan lancar dan selalu dilimpahkan kebahagiaan.

__ADS_1


Setelah cukup memberikan sepatah kata pada Galang, Aidan pun beranjak menghampiri Yura yang sudah kembali pada posisi semula bersama kelurganya.


"Kakak..." Yura tersenyum menyambut kedatangan Aidan.


Aidan membalas senyuman Yura dan mengusap lembut kepala adiknya. "Mulai saat ini kau harus menjaga kandunganmu dengan baik dan jangan terlalu lelah." Pesan Aidan.


Yura mengangguk mengiyakannya lalu memeluk tubuh Aidan barang sejenak. Sikap Yura yang tiba-tiba saja memeluk Aidan pun berhasil membuat wajah Rey yang melihatnya berubah masam karena ia merasa tidak suka melihat wanitanya memeluk pria lain selain dirinya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.

__ADS_1


__ADS_2