
Acara perayaan ulang tahun Flower terus berlanjut hingga akhirnya selesai tepat pukul sepuluh malam. Selama acara berlangsung hingga selesai, wajah cantik Flower yang sudah dihias nampak terus murung karena apa yang sudah direncanakannya tidak terjadi bahkan pria yang ia tunggu kedatangannya tak kunjung datang.
Flower hanya bisa mengumpat dalam hati entah pada siapa karena ketidakhadiran Rey. Rasanya ia sangat ingin mencekik seseorang saat ini untuk melampiaskan rasa kekesalannya. Berbeda dengan dirinya yang terus berwajah murung hingga acara berakhir, Rachel dan Yura justru tertawa lepas saat menikmati acara hiburan stand up comedy yang keluarga Flower sajikan.
Satu persatu para tamu undangan yang hadir pun berpamitan untuk pulang ke rumah mereka masing-masing termasuk dengan Mama Kyara, Papa Gerry, Rachel dan Yura.
"Flo, ayo kita antarkan keluarga Om Gerry ke depan." Ajak Mom Rania pada Flower.
"Mommy saja. Flow di sini saja." Jawab Flower malas.
"Flower..." wajah Mom Rania berubah tegas.
"Huh, baiklah." Jawab Flower tak ingin berdebat pada Mommynya. Flower pun berjalan dengan malas mengikuti Mommynya mengantarkan keluarga Gerry untuk pulang.
Sesampainya di depan rumah, sayup-sayup Flower mendengar pertanyaan Gerry pada Yura.
"Apa tidak masalah kau pulang sendirian, Nak?" Tanya Gerry pada Yura.
Yura tersenyum. "Tidak masalah, Papa." Jawab Yura.
"Tapi ini sudah cukup malam. Bagaimana kalau kau ikut bersama Papa saja. Biarkan mobilmu dibawa oleh pengawal." Saran Gerry.
__ADS_1
Yura hendak menjawab kembali ucapan mertuanya itu. Namun ia mengurungkan niatnya saat melihat seseorang kini tengah berjalan ke arahnya.
"Yura akan pulang bersamku." Ucap seseorang yang kini sudah berada di samping Yura.
Flower yang sejak tadi berwajah murung seketika terkejut melihat kehadiran sosok pria yang sudah berada di sebelah Yura.
"Kak Rey?" Ucapnya sedikit berteriak karena merasa terkejut.
"Kak Rey..." Yura pun dibuat terkejut melihat kehadiran Rey di sana. Sementara Papa Gerry dan Mama Kyara hanya diam dengan ekspresi tenang.
"Kau akan pulang bersamaku. Apa kau tidak melihat dan sadar jika mobilmu sudah tidak ada di sini?" Tanya Rey.
Yura yang masih merasa terkejut dengan kehadiran Rey mengedarkan pandangannya untuk mencari letak mobilnya. Dan benar saja, saat ini ia tak lagi melihat keberadaan mobilnya di tempat ia memarkirkannya tadi.
"Sudah aku buang." Jawab Rey ketus.
"Rey..." Mama Kyara menepuk pelan lengan putranya menegur putranya itu. Sedangkan Flower dan Gerry tengah tertawa kecil mendengar ucapan Rey yang terdengar bercanda.
"Rey, kau datang?" Mom Rania mendekat pada Rey yang sudah ia anggap sebagai putranya sendiri.
"Tante..." Rey mengulurkan tangan pada Rania untuk bersalaman dan dengan cepat disambut oleh Rania.
__ADS_1
Mom Rania tersenyum sembari mengusap lengan Rey saat bersalaman dengannya.
"Om..." Rey pun turut melakukan hal yang sama pada William.
William turut tersenyum sambil mengusap lengan Rey yang tengah bersalaman dengannya.
"Kak Rey." Flower yang merasa diabaikan oleh Rey pun angkat suara.
Rey menatap pada Flower dengan datar. "Ada apa?" Tanyanya.
Perhatian Yura pun teralihkan pada suaminya dan Flower.
"Kenapa Kakak baru datang di saat acara ulang tahunku sudah berakhir?" Tanya Flower sedikit keras meluapkan kekesalannya saat ini.
Rey tak langsung menjawab pertanyaan Flower justru menatap wajah Flower dengan datar dan kening mengkerut.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.