Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Kembali ke sikap awal


__ADS_3

Aidan telah kembali ke perusahaannya dengan perasaan tenang setelah bercerita panjang lebar pada Yura. Setidaknya saat ini tidak ada hal lagi yang ia sembunyikan dari Yura tentang awal mula pernikahan Yura terjadi. Sementara Yura, setelah kepergian Aidan ia terlihat duduk diam di atas sofa sambil menatap langit-langit ruangan kerjanya. Penjelasan Aidan tadi benar-benar membuatnya tidak percaya atas apa yang terjadi padanya dan Rey selama ini.


Kesalahpahaman di antara mereka membuatnya harus berpisah dengan cinta pertamannya hingga dua tahun lamanya. Jika ditanya apakah Yura menyesal karena pernah mengambil keputusan dengan pindah ke desa selama dua tahun lamanya jawabannya adalah tidak. Yura tidak pernah menyesali keputusan yang telah ia ambil. Terlebih dari apa yang telah terjadi kini ia mendapatkan hikmahnya dengan mengetahui Rey ternyata menyimpan rasa yang sama dengannya dan yang jelas saat ini Rey telah menjadi milikinya.


"Anak-anak Mommy... apa kalian tahu jika Mom sangat bahagia saat ini?" Yura mengelus perutnya yang sedikit membuncit. "Agh, pasti kalian dapat merasakannya. Mom sangat senang karena mengetahui Daddy kalian ternyata juga mencintai Mom sejak dulu." Yura kembali bercerita pada anak-anaknya di dalam perut.


Setelah cukup lama mengingat-ingat kembali kejadian di masa lalu bersama Rey, Yura pun akhirnya memutuskan untuk melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai dengan hati yang riang dan gembira.


"Aku sudah tidak sabar menunggu sore tiba." Gumam Yura dengan tersenyum.


*


Pukul lima sore, mobil milik Rey telah sampai di depan gedung perusahaan cabang Dharma. Rey terlihat turun dari dalam mobilnya dan melangkah masuk ke dalam perusahaan untuk menjemput Yura yang sepertinya masih berada di dalam ruangan kerjanya.


Ting

__ADS_1


Di saat pintu lift terbuka, Rey sudah disuguhkan dengan sosok istrinya yang berada di dalam lift. Yura segera keluar dari dalam lift dan berdiri di sebelah Rey.


"Aku pikir kau masih berada di dalam ruangan." Ucap Rey.


Yura menggeleng lalu mengajak Rey keluar dari dalam perusahaannya dengan memegang lengan Rey. Sikap Yura pun berhasil membuat Rey heran karena untuk pertama kalinya istrinya itu bersikap tidak malu-malu padanya setelah mereka menikah.


"Kenapa kau bersikap menggemaskan seperti ini." Gumam Rey sambil mengusap kepala Yura.


"Apa Kak Rey berbicara sesuatu?" Tanya Yura yang tidak terlalu mendengar ucapan Rey.


Yura mengangguk saja percaya dengan ucapan suaminya. Setelah berada di depan mobil, Rey segera membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Yura untuk masuk.


"Terima kasih, Kak." Ucap Yura merasa senang dengan sikap manis Rey.


Rey mengangguk saja tanpa bersuara. Setelah memastikan Yura duduk dengan nyaman, Rey pun memutari mobil untuk masuk ke dalam mobilnya.

__ADS_1


Mobil milik Rey pun melaju meninggalkan perusahaan Dharma dengan diiringi senyuman manis di wajah Yura.


"Ada apa denganmu? Kenapa kau tersenyum seperti itu?" Tanya Rey merasa heran dengan sikap istrinya saat ini.


"Aku tersenyum karena aku merasa senang saat ini." Jawab Yura tanpa melunturkan senyuman di wajahnya.


"Hal apa yang membuatmu senang?"


"Kakak." Jawab Yura singkat namun berhasil membuat Rey merasa semakin aneh dengan sikap istrinya. "Ya. Kakak. Aku merasa senang karena akhirnya aku tahu jika selama ini Kakak juga menyimpan rasa untukku dan nanti setelah kita sampai di rumah aku sudah tidak sabar menantikan cerita dari Kakak tentang perasaan Kakak selama ini untukku." Ucap Yura yang berhasil membuat Rey tersedak karenanya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2