
"Harry, bisakah kau untuk jauh-jauh dariku sebentar saja? Aku merasa risih diikuti olehmu." Ucap Rachel pada Harry yang kini berdiri di belakang Rachel.
"Maaf, saya tidak bisa melakukannya, Nona." Jawab Harry.
"Apa kau akan tetap mengikutiku kemana pun aku pergi termasuk ke kamar mandi?" Ketus Rachel.
"Benar, Nona." Jawab Harry.
"Apa?!" Rachel terbelalak mendengarkan jawaban Harry.
"Aku tidak menyangka jika pria datar sepertimu ternyata sangat mesum!" Rachel meninggikan suaranya namun tak membuat Harry merubah ekspresi wajahnya.
"Kau tahu jika kau itu sangat menyebalkan?" Tanya Rachel namun Harry tak menggubrisnya. Merasa kesal pada Harry, Rachel pun melangkah meninggalkan Harry sambil menghentakkan kedua kakinya.
Harry pun dengan sigap mengikuti langkah Rachel dari jarak yang tidak terlalu dekat.
__ADS_1
"Jika begini bagaimana bisa aku bertemu dengan Zaki? Ck." Rachel terus memikirkan cara agar lepas dari pandangan Harry. Menurut informasi yang ia dapat perusahaan Zaki berada tidak jauh dari mall tempat ia berada saat ini. Dan jika nasib baik berpihak padanya, ia bisa bertemu dengan Zaki dengan menghampiri Zaki ke perusahaannya.
Tak ingin habis akal mengelabuhi Harry agar kehilangan jejaknya, Rachel pun membawa Harry masuk ke dalam toko khusus perlengkapan pakaian dalam wanita. Rachel terus melangkah masuk ke dalam toko sambil melihat-lihat pakaian dalam yang mulai menggoda di matanya.
"Bra itu kelihatannya bagus jika aku pakai." Rachel mendekati bra yang menarik perhatiannya lalu mengambilnya. Ide licik pun terbit di pemikiran Rachel untuk mengerjai Harry agar cepat pergi dari sisinya.
"Harry, tolong pegangkan ini." Ucap Rachel lalu memberikan bra, pakaian dalam dan lingerie bewarna serba merah pada Harry.
Dengan menahan rasa malu di balik wajah datarnya Harry pun menerimanya. Rachel tersenyum puas melihat Harry yang terlihat pasrah menerima pakaian dalam yang ia berikan.
"Saya akan mengikuti anda, Nona." Jawab Harry tak sesuai dengan apa yang Rachel harapkan.
Sial! Ternyata Kak Rey memilih pengawal yang tidak tahu malu untuk mengikutiku! Gerutu Rachel dalam hati.
Karena sudah berbagai cara telah dilakukannya agar dapat mengelabuhi Harry namun hasilnya sama saja termasuk membawa Harry masuk ke dalam kamar mandi wanita, akhirnya Rachel pun pasrah dan memilih membawa Harry untuk pergi ke salah satu cafe yang ada di dalam mall untuk mengisi perutnya yang mulai terasa kosong.
__ADS_1
Tenanglah, Rachel. Kau bisa mengelabuhinya esok hari. Masih banyak jalan menuju roma. Tetap semangat! Ucap Rachel dalam hati.
"Harry, kenapa kau berdiri di situ? Kau bisa duduk di sini bersamaku." Ajak Rachel.
"Maaf, saya tidak bisa melakukannya, Nona." Ucap Harry.
"Harry... aku bisa mengadukanmu pada kakak karena tidak menuruti perintahku yang satu ini." Tekan Rachel memasang wajah kesal.
Harry terpaksa menurutinya dengan duduk di kursi yang berhadapan dengan Rachel.
Saat Rachel dan Harry sedang menunggu pesananan mereka datang, pandangan Rachel tiba-tiba tertuju pada pintu masuk cafe yang memperlihatkan sosok yang sejak tadi ingin ditemuinya tengah berjalan bersama seorang wanita seksi yang bergelayut manja di lengannya.
"Zaki..."
***
__ADS_1