Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Tidak ingin kehilangannya


__ADS_3

Rey memilih diam tak menjawab apa yang Papa Gerry katakan. Melihat putranya tak menjawab ucapannya membuat Gerry hanya bisa menghela nafasnya. "Ayo kita pergi." Ajak Rey lalu mengarahkan pandangan ke arah depan.


Gerry mengiyakannya lalu melangkah mengikuti Rey berjalan ke arah mobilnya berada. Rey... maafkan Papa jika kau merasa kecewa dengan sikap Papa selama ini. Namun Papa harap kau dapat mengerti kenapa Papa melakukan ini semua. Ucap Gerry dalam hati.


Saat ini Gerry sangat merasa bersalah dengan apa yang sudah dilakukannya. Namun ia tidak bisa menghentikan apa yang sudah terjadi karena sampai saat ini Ketty masih membutuhkan bantuannya. Walau perasaan takut akan kemarahan Kyara selalu menghantui dirinya, namun Gerry selalu berharap hal itu tidak akan terjadi dan Kyara tidak akan pernah tahu apa yang telah disembunyikannya saat ini.


*


Plak


Suara tamparan yang terdengar cukup keras menggema hingga ke sudut ruangan apartemen. Gerry yang menjadi korban penamparan itu nampak memegang pipinya yang terasa sakit dan memerah saat ini.


"Mama..." lirihnya menatap wanita yang telah melahirkannya menjadi pelaku penamparan dirinya.


"Kau benar-benar keterlaluan Gerry!" Sentak Mama Riana tanpa perduli rasa sakit yang kini Gerry rasakan.

__ADS_1


"Keterlaluan? Apa maksud Mama? Dan kenapa Mama tiba-tiba datang menamparku?" Tanya Gerry yang belum mengetahui arah kemarahan Mamanya saat ini.


"Kau bertanya kenapa Mama melakukan itu semua?" Wajah Mama Riana nampak memerah menahan amarah yang sudah bergemuruh di dadanya saat ini.


Gerry pun mengangguk mengiyakannya.


Kedua tangan Mama Riana terkepal merasa amarahnya semakin memuncak mendengar apa yang Gerry tanyakan.


"Itu karena kau telah berani menyembunyikan wanita lain di belakang istrimu selama ini!" Ucap Mama Riana cukup keras.


Gerry tersentak mendengar jawaban dari Mama Riana. Pun dengan Rey yang turut terkejut karena neneknya juga mengetahui apa yang telah disembunyikan papanya selama ini.


"Selama ini Mama pikir kau sudah berada di jalan yang benar karena kau terlihat tulus menyayangi istri dan anak-anakmu. Tapi ternyata Mama salah. Kau masih anak Mama yang dulu yang selalu bersikap bodoh dan tidak pernah menghargai apa yang telah kau miliki saat ini!" Ucap Mama Riana menggebu-gebu.


"Mama..." Papa Johan pun angkat suara menenangkan Mama Riana karena melihat amarah Mama Riana yang semakin naik.

__ADS_1


"Jangan sentuh Mama, Pah!" Mama Riana menghempaskan tangan Papa Johan dari bahunya. "Papa tidak ada bedanya dengan Gerry!" Mama Riana turut marah pada Papa Johan. Bagaimana tidak, selama ini suaminya turut serta menyembunyikan rahasia putranya tanpa sepengetahuannya.


Papa Johan hanya bisa menghela nafas melihat amarah Mama Riana yang tidak bisa turunkan. Sebagai orang yang turut serta menyembunyikan kebusukan putranya, Papa Johan merasa sangat bersalah pada istri dan menantunya selama ini.


"Maaf." Lirih Gerry yang sudah paham kemana arah pembicaraan Mamanya saat ini.


"Maaf?" Mama Riana tak menyurutkan amarah di wajahnya. "Harusnya kata itu kau ucapkan pada istrimu yang sudah kau lukai hatinya secara tidak langsung. Selama ini kau telah tidak jujur padanya dengan terus menyembunyikan wanita jahat itu. Apa kau ingin dengan sikap burukmu untuk kesekian kalinya kau kehilangan Kyara dalam hidupmu?!" Tanya Mama Riana.


"Tidak." Jawab Gerry cepat. "Sampai kapan pun aku tidak akan mau kehilangan Kyara untuk yang kedua kalinya."


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2