
"Apa kau tidak ingin turun?" Suara Rey berhasil membuyarkan lamunan Yura. Yura menoleh ke samping menatap Rey yang kini menatapnya dengan datar.
"Ya, aku akan turun." Ucap Yura lalu membuka pintu mobil dan turun dari dalam mobil. Setelahnya Rey pun turut turun dari dalam mobil dan membantu mengeluarkan barang-barang Yura.
"Kalian sudah sampai." Ucap Aidan yang baru saja keluar dari dalam rumah.
"Kak Aidan? Kakak ada di sini?" Tanya Yura tanpa menjawab ucapan Aidan.
Aidan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Kakak baru saja sampai bersama Galang." Ucapnya.
"Galang?" Yura cukup terkejut mendengar nama pria yang sangat dikenalinya.
"Ya. Kau tidak lupa bukan dengan Galang?" Tanya Aidan.
"Tentu saja aku tidak melupakannya, Kak. Tapi untuk apa dia datang ke sini?" Tanya Yura merasa bingung. Sedangkan Rey menatap interaksi Yura dan Aidan tanpa ekspresi.
"Karena dia ingin menemuimu di rumah setelah mengetahui kau pulang hari ini dari desa." Jawab Aidan lalu menatap sekilas pada Rey yang nampak menunjukkan perubahan ekspresi di wajahnya.
"Benarkah begitu?" Tanya Yura.
"Ya. Segeralah masuk ke dalam karena dia sudah sejak tadi tidak sabar menunggu kedatanganmu." Titah Aidan.
Yura mengangguk mengiyakan. Sebelum masuk ke dalam rumah ia menyempatkan menatap sejenak pada Rey yang kini memegang koper kecil miliknya.
"Ayo masuk dulu. Bunda sudah mempersiapkan makanan untukmu di dalam." Ajak Aidan pada Rey.
__ADS_1
"Baiklah." Jawab Rey tanpa bantahan.
Aidan pun mempersilahkan Rey masuk lebih dulu ke dalam rumah dan mengikuti langkah Aidan dari belakang.
"Kemarikan kopernya, biar aku yang membawanya ke kamar Yura." Ucap Aidan hendak mengambil alih koper Yura dari tangan Rey.
Rey memberikan koper Yura ke tangan Aidan.
"Kau duluan saja ke ruang tamu, aku akan menyusulmu setelah meletakkan koper Yura." Ucap Aidan.
"Baiklah." Jawab Rey lalu melanjutkan langkahnya menuju ruang tamu. Sedangkan Aidan memilih menaiki lift menuju kamar Yura.
Langkah kaki Rey terhenti seketika saat matanya melihat pria yang ia ketahui bernama Galang tengah memegang tangan Yura. Ia pun berdehem hingga membuat pegangan tangan Galang terlepas dari tangan Yura.
"Tuan Rey?" Galang nampak terkejut melihat keberadaan Rey.
"Saya tidak menyangka akan bertemu dengan anda di sini." Ucap Galang.
"Begitu pun dengan saya." Jawab Rey singkat.
Suasana di ruang tamu pun berubah canggung saat Rey dan Galang saling beradu tatap dengan tatapan tak terbaca.
"Silahkan duduk dulu, Kak Rey, Galang." Ucap Yura memecahkan kecanggungan di antara mereka.
Rey pun mendaratkan bokongnya di sofa yang bersebelahan dengan Galang. Sedangkan Yura memilih duduk di sofa yang berhadapan dengan Rey dan Galang.
__ADS_1
"Oh ya, Yura, setelah dua tahun tidak bertemu kau semakin bertambah cantik saja." Puji Galang tanpa memperdulikan keberadaan Rey di antara mereka.
Yura tersenyum kaku mendengarnya. Walau pun dulu ia sering mendengarkan pujian Galang untuknya, namun entah mengapa kini ia merasa canggung karena ada Rey di antara mereka.
"Selain bertambah cantik kau juga bertambah hebat." Puji Galang lagi.
"Kau terlalu berlebihan. Aku bahkan tidak apa-apanya jika dibandingkan dirimu." Ucap Yura merendah. Selain itu ia cukup tahu bagaimana pencapaian Galang saat ini yang terbilang sungguh luar biasa di usianya yang masih muda walau ia masih berada beberapa level di bawah Rey.
"Kau selalu saja tidak mau mengakui kelebihanmu, Yura." Galang melebarkan senyumannya pada Yura hingga memperlihatkan deretan giginya yang tersusun rapi.
"Karena aku merasa tidak ada kelebihan dari dalam diriku, Gal." Jawab Yura kembali merendah.
"Namun tidak seperti yang aku lihat. Sejak dulu kau terlihat begitu sempurna di mataku." Ucap Galang lalu menyebutkan segala kelebihan Yura yang membuat Yura menggelengkan kepalanya karena Galang tetap saja seperti dulu yang selalu membuatnya merasa di atas awan.
"Sudahlah, kau selalu saja tidak berubah selalu berkata yang berlebihan." Ucap Yura setelah Galang selesai menyebutkan segala kelebihannya.
"Aku tidak berlebihan. Semua itu terlihat nyata ada pada dirimu, Yura. Bukankah begitu Tuan Rey?" Tanya Galang pada Rey sambil menaikkan salah satu alis matanya.
Rey menatap Galang dengan datar lalu mengangkat kedua bahunya. "Entahlah. Saya belum dapat melihat apa yang anda ucapkan." Jawab Rey yang membuat kedua mata Yura membola karena secara tidak langsung Rey tidak melihat satu pun kelebihan dari dalam dirinya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.