Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Perlakuan tak terduga


__ADS_3

Rey lebih dulu memutus pandangan di antara mereka lalu melangkah mendekati Yura. "Apa masih ada barangmu yang tertinggal?" Tanya Rey pada Yura.


Yura melihat ke arah koper dan tas kecil yang ia bawa. "Sepertinya sudah tidak ada. Aku sudah memastikannya sebelum kita berangkat tadi." Jawab Yura.


"Baguslah kalau begitu." Jawab Rey.


Yura tersenyum saja membalas ucapan suaminya itu.


"Ehem." Deheman Galang mengalihkan perhatian Yura dan Rey pada Galang.


"Kita akan berangkat sebentar lagi. Saat ini kita hanya menunggu Roy keluar dari dalam gudang untuk membawa beberapa berkas yang diperlukan selama berada di kota S nanti." Ucap Galang.


Yura dan Jeni mengangguk paham.


"Baiklah. Kalau begitu ayo kita masukkan barang-barang kita ke dalam mobil Tuan Galang." Ajak Yura pada Jeni.


Jeni mengiyakannya lalu menarik kopernya ke arah mobil Galang. Sedangkan Yura, pergerakannya itu terhenti karena Rey lebih dulu mengambil alih menarik kopernya.


"Yura, tunggu." Galang menghentikan langkah Yura yang ingin mengikuti langkah Rey.


"Ya, ada apa, Gal?" Tanya Yura.


"Apa kau sudah membawa berkas yang aku minta tadi malam?" Tanya Galang.

__ADS_1


"Sudah. Aku sudah memasukkannya di dalam tas." Jawab Yura.


"Baiklah." Jawab Galang.


Yura mengangguk lalu kembali melangkah mengikuti Rey.


"Aku sudah harus berangkat ke perusahaan." Ucap Rey saat Yura datang menghampirinya.


Yura menatap wajah Rey sesaat lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain. Entah mengapa ia merasa berat harus berpisah dengan suaminya itu saat ini.


"Jaga dirimu baik-baik selama berada di sana." Ucap Rey kemudian.


Yura kembali menatap pada Rey. "Baik, Kak." Jawab Yura.


"Dan jangan lupa untuk selalu mengabariku." Tekan Rey.


"Kalau begitu aku pergi dulu. Kabari aku jika kau sudah mau berangkat." Ucap Rey.


"Baik, Kak. Terima kasih dan hati-hati di jalan." Ucap Yura.


Rey tak menanggapi ucapan Yura dan justru menarik tubuh Yura ke dalam dekapannya.


"Eh?" Yura dibuat terkejut mendapatkan perlakuan tak terduga dari Rey. Begitu pun dengan Jeni dan Galang yang cukup terkejut melihatnya. Mereka tidak menyangka jika pria seperti Rey mau menunjukkan sikap romantisnya di depan orang lain.

__ADS_1


Cup


Rey tanpa malu mengecup kening Yura lalu mengusap wajah Yura dengan jemarinya. "Kau juga hati-hati di jalan." Ucapnya lalu menjauhkan tubuhnya.


Yura dibuat tak dapat berkata-kata mendapatkan perlakuan lembut dari suaminya itu.


"Aku pergi dulu." Ucap Rey kemudian karena Yura hanya diam saja.


"Emh, ya." Ucap Yura sambil tersenyum kaku.


Rey menarik tangan Yura agar mengikutinya ke arah mobilnya. Sebelum sampai di mobilnya Rey menghentikan langkahnya sejenak saat melewati tubuh Galang. Ia mengulurkan tangannya pada Galang untuk berjabat tangan dan dengan cepat dibalas uluran tangannya oleh Galang.


"Saya pergi dulu." Ucap Rey datar pada Galang.


Galang menganggukkan kepalanya tanpa bersuara lalu segera melepaskan tangannya yang tengah menjabat tangan Rey. Rey pun turut melakukan hal yang sama pada Jeni lalu kembali melangkah ke arah mobilnya.


Sebelum masuk ke dalam mobilnya, Rey kembali menyempatkan mencium kening Yura untuk yang kedua kalinya. Yura kembali dibuat terkejut dengan sikap suaminya itu namun ia memilih diam menerima ciuman singkat dari suaminya itu.


"Ingatlah, dimana pun kau melangkah bayang-bayanganmu akan selalu ada di depan mataku." Ucap Rey lembut namun penuh arti.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2