Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Aku akan menjagamu


__ADS_3

Yura nampak sudah keluar dari dalam kamar mandi. Baju yang ia pakai pun nampak sudah berganti dengan baju tidur. Dari tempat duduknya, Rey menatap pergerakan istrinya itu tanpa berkedip. Bagaimana tidak, saat ini Yura terlihat begitu cantik di matanya dengan rambut yang diikat kuda dan wajah yang terlihat lebih segar walau tanpa riasan di wajahnya.


"Kakak tidak ke kamar mandi?" Tanya Yura pada Rey.


Rey mengalihkan tatapannya ke arah lain saat tatapan matanya beradu dengan mata Yura.


"Ya. Aku akan ke kamar mandi." Jawabnya lalu bangkit dari duduknya.


Yura menatap aneh wajah suaminya yang terlihat tidak seperti biasanya. "Ada apa dengannya?" Gumamnya bingung. Yura menggelengkan kepalanya. Ia memilih berjalan ke arah cermin dan melihat tampilan wajahnya di sana. Ia membuka lemari dan mengambil krim malamnya.


"Untung saja Kak Rey memasukkan krim malamku ke dalam koper." Gumamnya sambil tersenyum.


Tak berselang lama, Rey pun sudah keluar dari dalam kamar mandi. Namun pria itu terlihat tidak menggunakan pakaian tidurnya melainkan hanya handuk yang melilit pinggangnya. Membuat Yura terkejut melihatnya.


"Kenapa Kak Rey tidak memakai baju? Bukankah aku sudah meletakkan pakaian tidurnya di dalam kamar mandi?" Gumam Yura bertanya-tanya. Yura pun mengalihkan pandangannya ke arah lain saat Rey semakin berjalan mendekat ke arahnya.


"A-ada apa Kak Rey?" Tanya Yura."

__ADS_1


"Dimana celana tidurku? Kau belum mengambilkannya." Ucap Rey.


"Celana tidur?" Balas Yura namun Rey tidak menggubrisnya. Yura pun membuka lemari untuk memastikan apa maksud ucapan Rey. Dan betapa terkejutnya Yura saat melihat celana tidur Rey masih tertinggal di dalam lemari. "Pantas saja Kak Rey tidak memakai pakaian tidurnya." Ucapnya dalam hati lalu mengeluarkan celana tidur Rey dan menyerahkannya pada Rey.


Setelah mendapatkan apa yang ia inginkan, Rey pun kembali berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


*


"Sepertinya akan turun hujan." Gumam Yura menatap langit yang nampak hitam. Kilatan cahaya petir yang menyambar diikuti gemuruh yang terdengar cukup keras menambah asumi Yura jika akan turun hujan sebentar lagi.


"Sedang apa kau di sana?" Tanya Rey yang sejak tadi memperhatikan pergerakan istrinya. "Apa kau tidak melihat gemuruh dan kilat dari luar?" Lanjut Rey kemudian.


"Aku hanya ingin melihat suasana malam hari dari jendela kamar ini." Ucap Yura setelah berada di atas ranjang.


Rey terus memperhatikan pergerakan istrinya itu yang kini sedang menyelimuti kakinya dengan selimut yang sudah menyelimuti kaki miliknya.


"Kau masih bisa melihatnya untuk malam besok dan dua hari kemudian." Jawab Rey.

__ADS_1


Yura mengangguk saja. Saat ini ia sedang tidak ingin terlalu banyak berbicara dengan Rey.


Duar


Suara petir yang tiba-tiba saja terdengar membuat Yura spontan mendekatkan tubuhnya pada Rey.


"Tenanglah. Tidak akan mati lampu di sini." Ucap Rey karena melihat ketakutan di wajah Yura.


Yura kembali mengangguk. Matanya pun terpejam saat suara petir kembali terdengar lebih keras. Melihat ketakutan di wajah istrinya membuat Rey refleks menarik tubuh Yura ke dalam pelukannya.


"Jika kau sudah ingin tidur maka tidurlah. Aku akan menjagamu di sini." Gumam Rey pelan.


Yura masih memejamkan kedua kelopak matanya. Ia merasa tidak sanggup untuk membuka kedua kelopak matanya dan melihat wajah Rey yang sangat dekat dengan wajahnya saat ini.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2