
"Ugh, tubuhku terasa remuk semua." Lirih Yura setelah bangun dari tidurnya pagi itu. Ia menggoyangkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan untuk menghilangkan rasa pegal di tubuhnya saat ini. "Kenapa Kak Rey melakukannya di kamar mandi, membuat tubuhku remuk saja." Keluhnya sambil menatap pria yang masih terlelap dengan damai di atas tempat tidur.
Dengan gerakan perlahan Yura berjalan ke arah kamar mandi untuk membuang hajatnya yang sejak tadi ia tahan. Setelah masuk ke dalam kamar mandi Yura kembali dibuat meringis merasakan sakit pada bagian intinya saat membuang air kecil.
"Ini sungguh tidak nyaman." Keluhnya lagi. Yura segera menyelesaikan hajatnya dan memilih langsung membersihkan tubuhnya. Walau waktu masih cukup pagi untuk ia membersihkan tubuhnya tapi Yura tetap melakukannya karena berharap setelah selesai mandi nanti badannya akan segar dan remuk yang terasa pada tubuhnya bisa berkurang.
Tidak berselang lama Yura masuk ke dalam kamar mandi, Rey terlihat membuka kedua kelopak matanya. Dilihatnya ke arah samping tidak terlihat keberadaan istrinya di sana. "Kemana dia?" Gumam Rey lalu meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku.
Pandangan Rey langsung beralih pada kamar mandi yang ia yakini ada keberadaan istrinya di sana. "Dia mandi?" Gumam Rey saat mendengar samar-samar suara air membasahi tubuh Yura.
Rey segera bangkit dari atas ranjang dan merapikan ranjang yang terlihat sedikit berantakan. Sambil menunggu Yura membersihkan tubuhnya Rey memilih membuka laptopnya untuk melihat email masuk dari Malik. Saat berada di luar perusahaan seperti saat ini Rey memang harus sering mengecek emailnya untuk memastikan jika kondisi perusahaan baik-baik saja saat ia tinggalkan.
"Kau memang bisa aku andalkan." Ucap Rey setelah membaca email dari Malik. Ia merasa bersyukur memiliki asisten yang mudah tangkap dengan apa saja yang ia perintahkan.
__ADS_1
Ceklek
Suara pintu kamar mandi yang terbuka tak membuat Rey mengalihkan pandangannya dari Yura. Wajah Rey yang beberapa saat lalu ceria karena melihat email masuk dari Malik berubah datar saat melihat pesan di grup keluarganya.
"Kak Rey sudah bangun?" Tanya Yura pelan. Dilihatnya ke arah ranjang yang sudah rapi dengan wajah tersenyum tipis. Suaminya itu selalu saja merapikan ranjang mereka tanpa menunggu ia yang merapikannya.
"Ehem." Deheman Yura berhasil mengalihkan perhatian Rey dari layar ponselnya.
"Kau sudah mandi?" Tanya Rey menatap wajah Yura yang nampak lebih segar.
"Sebentar lagi." Jawab Rey lalu kembali fokus pada layar ponselnya.
Yura menurunkan pandangannya pada ponsel yang berada di tangan Rey saat ini. "Kak Rey sedang mengirim pesan dengan siapa? Sepertinya serius sekali." Gumam Yura. Tidak ingin terlalu ingin tahu isi pesan di ponsel Rey saat ini, Yura memilih melangkah ke arah lemari untuk mengambil pakaian Rey dan pakaian untuk dirinya.
__ADS_1
"Kemarilah." Ucap Rey menepuk sofa kosong di sebelahnya setelah Yura selesai memakai pakaiannya dan meletakkan pakaian untuk Rey di atas ranjang.
Yura menurutinya dengan segera duduk di sofa kosong di sebelah Rey.
"Dua minggu lagi sepertinya aku akan pergi ke negera A bersama Papa." Ucap Rey.
"Ke negara A? Untuk apa?" Tanya Yura.
"Ada pekerjaan yang harus aku tangani di sana bersama Papa." Jawab Rey tanpa memberitahu masalah yang terjadi sebenarnya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.