Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Tidak sabar memberitahukannya


__ADS_3

Rey memutuskan membawa Yura pulang ke kediaman mereka setelah pulang dari pemakaman Ibu Nany dengan alasan karena tidak ingin Yura merasa kelelahan setelah tadi ia melihat wajah istrinya itu nampak pucat. Yura pun mengiyakannya saja walau saat ini ia masih ingin melanjutkan pembicaraannya dengan Rachel di rumah mertuanya.


"Sekarang sebaiknya kau segera mandi dan setelah itu istirahat." Titah Rey saat mereka telah berada di dalam kamar.


"Apa Kakak tidak ingin mandi lebih dulu?" Tawar Yura.


Rey menggeleng. "Aku bisa mandi di kamar tamu." Jawabnya.


"Baiklah." Balas Yura menurut lalu melangkah meninggalkan Rey menuju kamar mandi.


Rey menghela nafas panjang setelah melihat Yura masuk ke dalam kamar mandi. Ia segera keluar dari dalam kamarnya dan melangkah menuju kamar tamu berada. Setelah sampai di dalam kamar tamu, Rey membuka pesan yang dikirimkan Riana padanya saat masih berada di makam tadi.


"Huft..." hembusan nafas Rey terdengar kasar di udara saat membaca pesan Neneknya yang berisi peringatan agar Gerry segera mengatakan segala kebohongannya selama ini pada Kyara atau tidak ia akan turun tangan langsung memberitahukan kebohongan Gerry pada Kyara.


"Ini sungguh rumit." Lirih Rey lalu memijit pangkal hidungnya yang tiba-tiba terasa sakit. Di satu sisi ia mendukung perkataan Riana yang ingin Gerry jujur pada Mamanya. Namun di sisi lain ia takut rumah kedua orang tuanya akan bermasalah jika Papanya jujur pada Mamanya.

__ADS_1


Tidak ingin terlalu lama memikirkan masalah yang terjadi di keluarganya saat ini, Rey memilih melanjutkan niatnya yang ingin membersihkan tubuhnya di kamar mandi.


*


Dua minggu kemudian.


Dua minggu sudah Rey dan Gerry kembali ke tanah air. Namun sampai saat ini Gerry belum kembali berniat mengatakan yang sejujurnya pada Kyara tentang apa yang dilakukannya selama ini di belakang istrinya itu. Dan selama itu pula Rey memilih diam dan membiarkan Papa Gerry melakukan apa yang ia inginkan tanpa ingin menegurnya karena Rey tahu jika Papanya adalah pria dewasa yang sudah tahu mana jalan yang benar atau tidak untuknya.


Selama dua minggu belakangan ini Rey lebih memilih fokus menghabiskan waktu dengan istrinya yang terlihat semakin manja padanya setelah kepulangannya. Hal yang ia takutkan dengan keadaan Yura pun akhirnya terbantahkan saat melihat kondisi istrinya semakin membaik dari hari ke hari bahkan istrinya semakin bernafsu untuk makan jika sedang bersamanya.


"Aku akan mengabarimu." Balas Rey lalu memberikan ciuman singkat di kening Yura.


Yura tersenyum karenanya lalu melepaskan kepergian mobil Rey hingga lenyap dari pandangannya. Setelahnya Yura pun melangkah masuk ke dalam perusahaan dengan senyuman terkembang di wajah cantiknya.


"Kak Rey... rasanya aku sudah tidak sabar memberitahukan kabar ini pada Kakak." Gumam Yura sambil mengusap perutnya yang terlihat datar.

__ADS_1


Setengah jam berlalu, mobil milik Rey telah sampai di depan perusahaan Bagaskara. Rey segera melangkah masuk ke dalam perusahaan setelah memberikan kunci mobilnya pada security.


"Tuan Rey." Suara Malik yang terdengar memanggil namanya menghentikan langkah Rey yang hendak masuk ke dalam lift.


"Ada apa Malik?" Tanya Rey merasa aneh melihat ekspresi wajah asistennya saat ini.


"Maaf, Tuan." Malik mendekatkan bibirnya ke telinga Rey lalu memberitahukan informasi yang cukup mengejutkan Rey.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.

__ADS_1


__ADS_2