
Perayaan ulang tahun Tuan Andri malam itu pun berakhir tepat pukul sepuluh malam. Para tamu undangan satu persatu mulai meninggalkan kediaman Tuan Andri. Tak terkecuali Rey dan Yura. Setelah berpamitan dan berbincang sejenak dengan keluarganya di depan rumah Tuan Andri, Rey dan Yura pun masuk ke dalam mobil Rey.
"Lain kali jangan menatap pria lain selain suamimu terlalu lama." Ucap Rey saat mobil baru saja keluar dari gerbang rumah Tuan Andri.
Kening Yura seketika mengkerut mendengar ucapan aneh yang keluar dari mulut Rey.
"Kau tadi menatap anak Tuan Andri cukup lama." Lanjut Rey kemudian seolah mengerti kebingungan di wajah Yura saat ini.
Yura menoleh menatap pada Rey. "Kapan aku menatapnya terlalu lama?" Tanya Yura merasa bingung.
"Saat perkenalan anak Tuan Andri tadi. Kau menatapnya lebih dari tiga menit." Ketus Rey.
"Ha?" Yura merasa bingung. Ia pun mengingat kejadian beberapa jam lalu di dalam rumah Tuan Andri. "Tentu saja aku menatapnya karena Tuan Andri sedang memperkenalkannya." Ucap Yura. Ia merasa tak habis pikir dengan ucapan suaminya itu.
"Walau pun begitu, kau tetap saja tidak boleh menatapnya terlalu lama!" Titah Rey tak ingin dibantah.
Yura menghela nafas panjang. Ia pun hanya bisa menganggukkan kepalanya menjawab perintah suaminya itu. Entah mengapa saat ini Yura merasa suaminya itu menjadi sosok yang berbeda padanya.
__ADS_1
"Dia terlalu berlebihan." Lirih Yura pelan hingga Rey tak dapat mendengarkannya.
Mobil milik Rey pun melaju dengan kecepatan sedang menuju hotel tempat mereka menginap. Selama dalam perjalanan, Rey kembali mengingat bagaimana tatapan Galang pada istrinya yang membuatnya merasa tak suka.
Sementara Yura, ia tengah memikirkan perlakuan Rey yang menurutnya menunjukkan sikap posesif padanya.
"Posesif? Apa benar Kak Rey bersikap posesif padaku? Atau hanya perasaanku saja?" Lirih Yura.
Yura pun memilih tak ingin berkomentar dan hanya diam selama sisa perjalanan mereka menuju hotel.
Sesampainya di hotel, Rey lebih dulu turun dari dalam mobilnya dan menunggu Yura turun dari dalam mobilnya.
Yura mengangguk lalu mengikuti langkah Rey masuk ke dalam hotel. Bukan seperti pasangan pada umumnya yang berjalan sambil bergandengan tangan, Rey dan Yura justru berjalan dengan Yura mengikuti Rey dari belakang.
"Kenapa sifatnya mudah selali berubah-ubah." Gumam Yura melihat sikap dingin Rey padanya. Baru saja ia bergumam sebelum masuk ke dalam lift tentang perubahan sikap Rey, ketika masuk ke dalam lift, Rey kembali menunjukkan sikap posesifnya dengan kembali merangkul pinggang Yura saat melihat seorang pria yang juga berada dalam lift nampak terpukau dengan kecantikan istrinya.
"Kak Rey..." lirih Yura merasa tidak enak dilihat oleh yang lainnya yang juga berada dalam lift.
__ADS_1
"Diam dan menurutlah." Titah Rey pelan.
Yura menghela nafas lalu mengangguk mengiyakan ucapan Rey.
Sesampainya di lantai tempat penginapan mereka, Rey terlihat menggenggam tangan Yura keluar dari dalam lift.
"Kak Rey... aku bisa berjalan sendiri." Ucap Yura berusaha melepaskan tangan Rey dari tangannya.
"Jangan membantah dan menurutlah." Titah Rey lagi semakin mengeratkan tangannya di tangan Yura.
Yura akhirnya menurut saja. Namun entah mengapa saat ini ia merasa ada sesuatu yang akan terjadi padanya.
"Kenapa perasaanku menjadi tidak enak? Apa ini ada hubungannya dengan sikap Kak Rey saat ini?" Ucap Yura dalam hati sambil mengikuti langkah Rey.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.