Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Mengulangnya kembali


__ADS_3

"Rasa rindu?" Ulang Yura. Ia berusaha menghentikan tangan Rey yang sudah berada di area kesukaan Rey. Namun sayang usaha Yura hanya sia-sia karena tangan Rey dengan cepat menahan pergerakannya.


"Diamlah dan menurutlah." Ucap Rey lembut diiringi dengan tangannya yang mulai aktif bergerak melakukan apa yang ia inginkan sejak tadi.


"Kak Rey..." Yura hanya bisa pasrah saat Rey menuntunnya ke arah ranjang dan dengan hati-hati membaringkan tubuh Yura di atas ranjang.


"Ingatlah, kau tidak boleh menolak keinginan suamimu." Ucap Rey lalu membenamkan bibirnya di bibir mungil Yura tanpa memberi kesempatan untuk Yura berbicara.


Rey melepaskan ciumannya lalu menatap intens wajah cantik Yura. Senyuman tipis nampak terlihat di wajah tampan Rey saat melihat Yura menurut tanpa menolak keinginannya saat ini. Rey pun kembali membenamkan bibirnya di bibir Yura dan tangannya semakin bekerja dengan lembut membelai bagian sensitif Yura.


Ciuman yang awalnya lembut pun berubah memanas saat lidah Rey menerobos masuk ke dalam mulut Yura. Yura yang mudah terbuai dengan sentuhan lembut Rey pun tanpa malu membalas ciuman suaminya itu.


Hawa kamar yang dingin tak membuat kedua insan yang sudah panas dimabuk asmara itu merasa kedinginan. Kedua insan itu terus memberikan kenikmatan satu sama lain hingga akhirnya mereka tanpa sadar telah melepaskan pakaian satu sama lain.

__ADS_1


"Ingatlah jika tubuhmu ini adalah milikku. Tidak akan aku biarkan satu orang pria pun berani menyentuhmu atau dia akan tau akibatnya." Ucap Rey lembut namun penuh penekanan.


Yura hanya diam saja sambil memasrahkan tubuhnya saat Rey mulai melakukan inti dari kegiatan panas mereka saat ini. Menurutnya melakukan apa yang diinginkan suaminya saat ini lebih baik dari pada menolaknya karena akan membuatnya membuang waktu lama untuk mereka bercin-ta. Dan setelah aktivitas mereka berakhir, ia berniat kembali melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai akibat gangguan tiba-tiba dari suaminya itu.


*


Dua jam sudah Rey dan Yura larut dalam aktivitas panas mereka di atas ranjang. Rey segera mengakhiri aktivitas panas mereka saat melihat Yura sudah kewalahan melaya-ninya.


"Terima kasih." Ucap dan usapan lembut Rey berikan pada Yura yang kini terlihat tengah mengatur nafasnya yang terdengar tidak beraturan.


Yura hanya diam dengan kepala mengangguk sebagai jawaban. Saat ini ia sedang mempersiapkan tenaganya untuk melanjutkan pekerjaanya yang belum selesai memasukkan pakaian ke dalam kopernya. Ya, walau merasa lelah dan letih, namun Yura tak ingin tidur karena belum selesai mempersiapkan barang-barangnya dan bisa membuatnya terlambat berangkat besok pagi.


"Kau ingin kemana?" Tangan Rey menahan tangan Yura yang hendak turun dari ranjang.

__ADS_1


"A-aku ingin melanjutkan pekerjaanku." Jawab Yura sedikit gugup. Bagaimana tidak, saat ini ia tengah melihat bagaimana bentuk tubuh suaminya yang tidak tertutupi pakaian sehelai benang pun.


"Istirahatlah. Besok pagi kau masih bisa melanjutkan pekerjaanmu." Titah Rey.


Yura seketika menggeleng. "Tidak bisa, Kak. Aku harus menyelesaikannya saat ini juga atau aku akan terlambat berangkat besok pagi." Jawab Yura.


Rey menghela nafasnya melihat istrinya yang keras kepala tanpa memikirkan tubuhnya yang saat ini lelah setelah cukup lama beraktivitas dengannya.


"Lepaskan aku, Kak." Yura mencoba melepas tangan Rey yang mencekal tangannya. Setelah berhasil, Yura pun segera turun dari ranjang dengan menutupi tubuh polosnya dengan selimut. Sedangkan Rey hanya berdiam di atas ranjang tanpa berniat memakai pakaiannya kembali untuk tubuhnya yang masih polos.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2