
"Benarkah begitu?" Tanya Rey yang tidak percaya dengan apa yang Gerry katakan.
Gerry pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Apa sekarang Papa sudah merasa puas dengan jawaban yang aku berikan?" Tanya Rey lagi.
Gerry pun kembali menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Ehem." Deheman Mama Kyara berhasil membuat semua orang yang berada di ruang tamu menatap kepadanya. "Rey... Yura, maaf jika kedatangan Mama, Papa dan Rachel ke sini mengganggu istirahat kalian. Karena Mama dan Papa masih ada tujuan lain setelah dari sini, maka dari itu Mama, Papa dan Rachel pamit pergi dulu." Ucap Mama Kyara.
"Kenapa buru-buru sekali, Ma?" Tanya Yura merasa tidak enak pada mertuanya. Karena biasanya kedua orang tua Rey singgah dalam waktu cukup lama.
"Mama dan Papa akan berkunjung lain waktu, Nak. Saat ini Mama dan Papa harus pamit pergi dulu." Ucap Mama Kyara.
"Rachel tinggal di sini saja ya, Ma?" Pinta Rachel.
Mama Kyara menggelengkan kepalanya. "Biarkan Kakakmu dan istrinya beristirahat." Ucap Mama Kyara.
Rachel hanya bisa menghela nafas mendapat penolakan dari Mama Kyara. Niatnya yang ingin mengintrogasi Yura pun akhirnya batal karena ucapan Mamanya.
Mama Kyara dan Papa Gerry pun bangkit dari duduknya. Sedangkan Rachel masih merasa enggan beranjak dari duduknya.
__ADS_1
"Rachel, ayo kita pergi." Ucap Mama Kyara tegas.
Wajah Rachel memelas namun ia tetap bangkit dari duduknya. "Yura, aku pergi dulu. Tapi besok aku akan kembali lagi ke sini untuk menemuimu. Dan kalau bisa aku berniat menginap di sini besok." Ucap Rachel pada Yura.
"Tidak bisa." Timpal Rey mendengar ucapan Rachel pada Yura.
"Tidak bisa? Tidak bisa kenapa?" Tanya Rachel.
"Kau tidak diperbolehkan untuk menginap di sini." Ucap Rey tegas.
"Tapi kenapa? Kenapa Kakak melarangku menginap di sini?" Protes Rachel.
"Rachel, sudahlah. Kau jangan menganggu waktu Kakakmu dan Yura. Kau bisa menginap di sini beberapa waktu kemudian."Â Ucap Gerry memberikan pengertian pada putrinya.
"Tidak, kau tidak menggangguku, Rachel." Jawab Yura.
Rachel hanya menggeleng menjawab ucapan Yura. Ingin sekali ia menjawab ucapan yura. Namun mulutnya dibuat terkunci melihat tatapan tajam dari Rey saat ini.
"Kya, Rey, Mama pamit dulu." Ucap Mama Kyara pada Rey dan Yura.
Rey dan Yura mengangguk lalu menyalimi Mama Kyara secara bergantian. Papa Gerry dan Rachel pun turut melakukan hal yang sama pada Rey dan Yura.
__ADS_1
Yura dan Rey pun mengantarkan Mama Kyara, Papa Gerry dan Rachel sampai ke depan rumah. Senyuman kaku masih terlihat di wajah cantik Yura melepas kepergian mertua dan adik iparnya.
"Aku sungguh malu sekali..." lirih Yura saat mobil milik keluarga Rey keluar dari perkarangan rumahnya.
"Ayo masuk." Ajak Rey pada Yura.
Yura menganggukkan kepalanya lalu berjalan dengan lunglai masuk ke dalam rumah. Ia tak dapat membayangkan apa yang ada dalam pemikiran mertua dan adik iparnya saat ini setelah mengetahui apa yang terjadi padanya dan Rey tadi malam.
"Ssht." Ringisan Yura berhasil menghentikan langkah Rey yang berjalan lebih dulu dari Yura.
"Ada apa?" Tanya Rey.
"Aku tidak apa-apa, Kak." Jawab Yura mencoba tersenyum.
Rey tak percaya begitu saja. Ia menatap Yura dengan intens lalu tanpa mengucapkan sepatah kata pun ia segera mengangkat tubuh Yura hingga membuat Yura terpekik karenanya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenara🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.