Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Mulai bersikap posesif


__ADS_3

"Kau meminta pelayan untuk mengantarkan mobil ke sini?" Tanya Rey pada Yura yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.


"Emh, ya. Kenapa Kakak bisa tahu?" Tanya Yura.


"Ini kunci mobilmu." Rey menyerahkan kunci mobil ke tangan Yura.


"Apa pelayan yang mengantarkannya ke sini?" Tanya Yura.


"Ya." Jawab Rey.


Yura menangguk paham. Segera ia melangkah ke arah ranjang dimana ponselnya tergeletak di sana. Yura membaca pesan masuk dari pelayan rumahnya yang mengatakan akan mengantarkan kunci mobil ke kamar Yura. "Ternyata Kak Rey yang menerimanya." Ucap Yura lalu mematikan layar ponselnya.


"Apa Kakak sudah ingin mandi?" Tanya Yura pada Rey.


"Ya." Jawab Rey.


"Baiklah, aku akan mempersiapkan pakaian untuk Kakak." Jawab Yura.


"Terima kasih." Jawab Rey lalu pergi dari hadapan Yura.


"Apa aku tidak salah dengar, Kak Rey mengucapkan terima kasih kepadaku?" Tanya Yura seraya menatap punggung Rey yang semakin menjauh darinya.


*

__ADS_1


Malam hari pun tiba, Yura dan Rey nampak sudah rapi dengan gaun dan setelan kemeja yang tadi dibeli mereka dari butik. Setelah memastikan kembali penampilan mereka sudah rapi dari pantulan cermin, Rey pun mengajak Yura untuk segera pergi.


"Kak Rey, sepertinya Ayah dan Bunda juga akan datang ke pesta nanti." Ucap Yura saat mereka telah berada di dalam lift.


Rey menatap ponsel Yura yang sedang menyala dan memperlihatkan pesan grup dari keluarganya di sana. "Mungkin saja. Mama dan Papa juga akan datang nantinya." Jawab Rey.


Yura mengangguk paham lalu memasukkan kembali ponselnya ke dalam tasnya.


"Apa Rachel juga akan ikut nanti?" Tanya Yura setelah masuk ke dalam mobil Rey.


"Entahlah. Biasanya dia akan ikut jika Mama dan Papa mengajaknya untuk pergi." Jawab Rey.


"Semoga saja Rachel ikut." Lirih Yura.


Selama dalam perjalan menuju rumah rekan bisnis Rey, Yura lebih memilih diam sambil memainkan ponselnya. Sesekali ia tertawa melihat video lucu yang keluar di beranda sosial medianya.


"Apa yang kau tertawakan?" Tanya Rey dengan nada tak suka.


"Pria ini sungguh lucu." Jawab Yura tanpa sadar.


Rey menatap tajam pada Yura. "Kau memuji pria lain yang bukan suamimu?" Tanya Rey dengan sedikit ketus.


"Emh, tidak." Jawab Yura lalu mematikan layar ponselnya saat menyadari tatapan tak bersahabat di wajah tampan Rey. Yura memilih diam menatap ke arah luar jendela agar tidak lagi mengganggu konsentrasi Rey yang sedang mengemudikan mobilnya.

__ADS_1


Dua puluh menit berlalu, mobil milik Rey memasuki perkarangan rumah yang Yura yakini milik rekan kerja Rey yang sedang mengadakan pesta. Di depan rumah nampak sudah banyak mobil yang terparkir di sana dan salah satunya mobil milik Ayah Rangga.


"Ayah sudah datang." Yura melebarkan senyumannya melihat mobil Ayahnya.


"Ayo kita turun." Ajak Rey.


Yura mengangguk lalu membuka sabuk pengamannya dan keluar dari dalam mobil. Saat baru saja keluar dari dalam mobil, Rey menatap pada mobil Galang yang baru saja terparkir tidak jauh dari mobil miliknya.


"Kemarilah." Titahnya pada Yura.


Yura menurutinya dan mendekat pada Rey. Baru saja ia berdiri di samping Rey, Yura sudah dibuat terkejut saat tangan Rey tiba-tiba melingkar di pinggang rampingnya.


"Kak Rey?" Ucapnya dengan wajah terkejut.


Rey tak menghiraukan ucapan Yura dan justru semakin mengeratkan tangannya di pinggang Yura saat melihat Galang sudah keluar dari dalam mobilnya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.

__ADS_1


__ADS_2