Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Ada pengganggu


__ADS_3

Suasana di antara Yura dan Rey pun berubah hening setelah kepergian Flower. Yura diam memikirkan rasa tidak enaknya pada Flower sedangkan Rey diam menikmati makanannya yang belum habis setengahnya.


Ting


Suara garpu dan sendok yang beradu di atas piring mengalihkan tatapan Rey pada piring makanan Yura. "Kenapa tidak dihabiskan?" Tanya Rey.


"Aku sudah kenyang." Jawab Yura.


"Sudah kenyang? Kau bahkan tidak memakan apa-apa setelah pulang tadi. Dan lihat makananmu, belum habis setengahnya." Pungkas Rey.


"Tapi aku memang sudah kenyang, Kak." Jawab Yura.


Rey menghela nafasnya dan tak lagi bersuara. Ia lebih memilih menghabiskan makanannya dari pada menyuruh Yura kembali menghabiskan makanannya.


Yura menatap ke arah pintu cafe yang memperlihatkan banyaknya orang yang berlalu lalang datang dan pergi di sana. Banyak pengunjung yang baru datang ke cafe dan banyak pula yang meninggalkan cafe.


Pandangan Yura jatuh pada sosok Flower dan teman wanitanya yang kini duduk cukup jauh darinya. Tatapan Yura dan Flower pun beradu. Yura buru-buru memutus tatapan matanya ke arah lain agar tak melihat tatapan Flower kepadanya.


Ini sungguh tidak nyaman. Ucap Yura dalam hati. Yura dapat melihat tatapan berbeda Flower padanya saat ini. Flower menatapnya dengan tatapan tak bersahabat dan seolah mengibarkan bendera perang padanya.

__ADS_1


Maafkan aku, Flo. Maaf jika sebentar lagi kau mendapatkan informasi tentang pernikahan aku dan Kak Rey yang akan membuatmu terluka. Ucap Yura dalam hati. Kini ia merasa menjadi sosok wanita jahat yang telah merebut Rey dari sisi Flower.


"Aku sudah siap. Ayo kita pergi." Ajak Rey.


"Kenapa buru-buru sekali, Kak?" Tanya Yura.


"Karena aku tidak nyaman berada di sini." Jawab Rey acuh.


Yura dibuat bingung mendengar ucapan Rey. Namun ia tetap menuruti perintah Rey untuk pergi meninggalkan cafe.


Flower menatap kepergian Yura dan Rey dengan tatapan tak terbaca dan kedua tangan yang terkepal.


"Jangan bilang jika ada sesuatu di antara mereka dan aku tidak mengetahuinya." Gumam Flower. "Tapi itu semua tidak mungkin. Sejak dulu aku tahu jelas bagaimana Kak Rey menaruh rasa tidak suka pada Yura." Lanjutnya kemudian menguatkan hati dan pemikirannya.


"Agh, tidak." Bohong Flower.


"Kau jangan cemas begitu. Kau kan sudah tahu jika sejak kecil Kak Rey sudah dijodohkan denganmu. Kak Rey pasti tidak ada hubungannya dengan Yura. Bisa saja mereka bertemu di sini karena urusan pekerjaan." Ucap Citra.


"Aku tidak cemas untuk itu. Aku percaya jika Kak Rey tidak akan berpaling dariku." Ucap Flower yakin.

__ADS_1


Citra tersenyum mendengarnya. "Kalau begitu ayo kita lanjutkan pembicaraan kita yang tertunda tadi." Ajak Citra yang diangguki Flower sebagai jawaban.


Di dalam mobil Rey, Yura nampak bingung saat Rey membawa mobilnya menuju sebuah cafe yang berada tidak jauh dari cafe yang baru beberapa menit yang lalu mereka singgahi.


"Kenapa Kakak membawaku ke sini?" Tanya Yura bingung.


"Ayo turun." Ajak Rey tanpa menjawab pertanyaan Yura.


Yura menghela nafasnya dan mengikuti perintah dari Rey. Ia turun dari dalam mobil dan mengikuti Rey masuk ke dalam cafe.


"Aku ingin minum di sini." Ucap Rey sambil berjalan ke arah meja yang masih kosong.


Yura semakin dibuat bingung. "Jika Kakak ingin minum, kenapa tidak di cafe tadi saja?" Tanya Yura.


"Karena aku tidak menginginkannya. Terlalu banyak pengganggu di sana." Jawab Rey.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2