
"Jika semuanya sudah jelas, sekarang kau boleh keluar dari dalam ruangan ini dan mulai menjalankan tugasmu sebagai sekretarisku." Ucap Rey.
"Tapi..." Flower masih penasaran dengan maksud Rey yang tidak menginginkannya menemaninya jika ada pekerjaan di luar perusahaan.
"Malik..." Rey memberi titah pada Malik lewat tatapan matanya.
Malik mengangguk mengerti maksud ucapan Rey. "Ayo kita keluar, Nona." Ajaknya pada Flower.
"Hem, baiklah." Ucap Flower menurut. Untuk saat ini ia tidak ingin terlalu banyak bicara karena nantinya dapat membuat Rey kesal dan marah kepadanya. Ia tidak ingin memberikan kesan buruk di hari pertamanya bekerja.
Malik pun berjalan lebih dulu ke arah pintu dan keluar dari dalam ruangan diikuti Flower di belakangnya.
"Huft..." Rey menghembuskan nafas bebas di udara setelah melihat Flower keluar dari dalam ruangannya. Ia memijit pangkal hidungnya yang terasa sakit setelah melihat keberadaan Flower di perusahaannya.
Tak ingin terlalu larut memikirkan Flower yang kini sudah sah berstatus sebagai sekretarisnya, Rey pun memilih segera menghidupkan komputernya dan memeriksa pesan masuk ke dalam emailnya.
*
"Galang, kau sudah datang?" Yura memberikan senyuman manis pada Galang yang sudah berada tepat di depan mejanya.
Galang mengangguk dan membalas senyuman Yura tak kalah manis. Yura pun mengulurkan tangannya pada Galang untuk berjabat tangan dan dengan cepat disambut oleh tangan Galang. "Boleh aku duduk?" Tanya Galang.
"Tentu saja. Ayo duduklah." Jawab Yura.
Galang tersenyum lalu menjatuhkan bokongnya di kursi yang berhadapan dengan Yura.
__ADS_1
"Apa kau datang sendiri ke sini?" Tanya Galang.
"Tidak. Aku datang bersama Jeni. Saat ini Jeni sedang berada di kamar mandi." Terang Yura.
Galang mengangguk paham.
"Apa Kakak datang sendiri?" Tanya Yura karena tidak melihat asisten atau pun sekretaris Galang.
Galang menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Ya. Aku datang sendiri karena asisten dan sekretarisku aku perintahkan untuk menghadiri rapat di perusahaan." Jawab Galang.
"Oh..." Yura mengangguk paham.
"Tuan Galang?" Jeni tersenyum lalu mengulurkan tangannya pada Galang.
Galang ikut tersenyum lalu menjabat tangan Jeni.
"Tak masalah." Jawab Galang.
"Silahkan diminum, Tuan." Ucap Jeni pada Galang sambil menatap minuman yang ada di hadapan Galang.
"Galang mengangguk lalu menyeruput minumannya.
"Apa kita sudah bisa memulai pembicaraan hari ini?" Tanya Yura beberapa saat kemudian.
"Baiklah. Ayo kita mulai pembicaraan hari ini." Jawab Galang yang diangguki oleh Yura.
__ADS_1
*
Pembicaraan mereka siang itu cukup memakan waktu satu jam lamanya. Baik Yura maupun Galang merasa cukup puas dengan hasil kerja sama perusahaan mereka dalam menciptakan suatu produk makanan baru yang banyak diminati di masyarakat.
"Sepertinya setelah ini kita harus membuat bentuk kemasan makanan yang lebih menarik agar semakin diminati oleh masyarakat." Saran Yura.
"Aku setuju untuk itu." Jawab Galang.
Yura pun tersenyum mendengarnya. Setelah berbincang panjang lebar, Yura pun menutup pembicaraan mereka hari itu.
"Yura, apa nanti malam kau sibuk?" Tanya Galang setelah pembicaraan serius mereka berakhir.
Yura nampak diam dan berpikir. "Emh, sepertinya tidak. Ada apa Gal?" Tanya Yura.
"Kalau kau tidak sibuk, bagaimana kalau nanti malam kau menemaniku menghadiri pesta ulang tahun salah satu relasi kerjaku." Ajak Galang.
"Menemanimu?" Ulang Yura meragu.
Galang mengangguk mengiyakan. "Apa kau bisa?" Tanya Galang.
"Tidak bisa." Sahut seorang pria yang tiba-tiba saja sudah berdiri di belakang Galang.
*
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.