
Perkataan Rey pun sukses membuat Yura berhenti menangis dan melepas dekapannya dari tubuh Rey. "Kakak akan membelikan baju baru untukku?" Tanya Yura dengan mata berkedip-kedip.
"Ya. Besok malam kita pergi ke butik untuk mencari baju baru untukmu." Jawab Rey.
Yura tersenyum lebar mendengarnya. Setelahnya ia kembali masuk ke dalam dekapan suaminya dan mengucapkan terima kasih pada Rey.
"Sudah, jangan bersedih lagi. Kasihan anak-anak kita di dalam sini ikut bersedih karena ibunya bersedih." Tutur Rey lembut.
Yura mengangguk-angguk dan semakin mendekap erat tubuh suaminya.
"Sekarang lebih baik kita masukkan lagi baju-baju ini ke dalam lemari dan setelah itu tidur." Ajak Rey.
Yura melepaskan dekapan suaminya lalu mengangguk mengiyakannya. Akhirnya kesedihannya sedikit berkurang dan berganti dengan kebahagiaan karena besok Rey akan mengajaknya pergi untuk berbelanja baju baru.
__ADS_1
Andai saja Kak Rey tahu jika aku merasa tidak percaya diri dengan bentuk tubuhku saat ini. Ucap Yura dalam hati sambil menatap suaminya yang kini tengah memasukkan baju-bajunya ke dalam lemari.
*
Keesokan harinya, Rey pun menepati janjinya pada Yura mengajaknya pergi ke butik langganan mereka untuk berbelanja baju baru. Dan sesuai permintaan Rey pada Malik siang hari tadi yang meminta Malik untuk menemani mereka pergi ke butik, saat ini Malik sudah berada di dalam mobilnya membawa Rey dan Yura menuju butik.
"Sayang, kenapa kau mengajak Malik ikut bersama kita? Kau mengganggu waktu istirahatnya saat ini." Omel Yura saat mereka baru saja turun dari dalam mobil.
"Aku mengajaknya karena aku ingin ada seseorang yang mengawasimu dari dekat selama kita berbelanja. Aku tidak ingin ada orang lain yang mengganggumu saat berbelanja nanti." Jawab Rey datar.
Rey tak memperdulikan tanggapan istrinya dan justru merangkul pinggang Yura. "Ayo kita masuk." Ajaknya pada Yura.
Yura mengangguk saja lalu melangkah masuk ke dalam butik.
__ADS_1
Baru saja mereka masuk ke dalam butik, seorang wanita yang berstatus karyawan butik sudah menyambut kedatangan mereka dan menuntun mereka untuk berjalan menuju baju khusu ibu hamil dan menyusui. Awalnya Yura nampak bingung karena karyawan itu sudah mengetahui niat mereka datang ke butik. Namun saat melihat wajah datar suaminya akhirnya Yura paham jika Rey sudah meminta Malik untuk mengabari manager butik jika mereka akan datang malam ini untuk berbelanja.
"Kak Rey, apa baju ini bagus untukku?" Tanya Yura sambil menunjukkan sebuah dress bermotif bunga pada Rey.
Rey menatap dres yang ditunjukkan Yura dengan datar lalu mengangguk sebagai jawaban.
"Kenapa Kakak sejak tadi hanya mengangguk setiap aku tanya?" Tanya Yura dengan wajah masam karena Rey sejak tadi hanya mengangguk tanpa berniat mengomentari setiap baju yang ia tunjukkan.
"Karena semua baju itu cocok untukmu." Jawab Rey seadanya.
Wajah Yura semakin masam mendengarnya. Jika untuk berbelanja baju seperti saat ini ia memang lebih senang jika berbelanja dengan Rachel karena sahabatnya itu pasti mengomentari setiap baju yang ditunjukkannya.
Karena tak ingin moodnya berubah jelek karena jawaban suaminya, Yura pun melanjutkan kegiatannya memilih baju yang cocok untuk ia bawa ke Surabaya nanti. Di tengah kesibukannya memilih beberapa baju, Yura seketika menghentikan kegiatannya saat mendengar suara seorang wanita yang sangat dikenalinya tengah berdebat dengan Malik di tempat yang tidak jauh darinya.
__ADS_1
***
Silahkan mampir ke lanjutan cerita Flower dan Malik yang berjudul One Night Love Tragedy, ya. Caranya tinggal klik profil shy dan cari cover novel One Night Love Tragedy. Terima kasih🤗