
"Jeni, apa sebelumnya kau pernah menemani Kak Aidan dan Tuan Rey pergi ke desa untuk meninjau pembangunan klinik di sana?" Tanya Yura.
Jeni menggelengkan kepalanya. "Tidak pernah, Nona. Biasanya Tuan Aidan dan Tuan Rey hanya pergi berdua ke sana." Jawab Jeni.
"Hanya berdua? Maksudmu tanpa asisten mereka masing-masing?" Tanya Yura memastikan.
Jeni menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Karena asisten mereka akan menggantikan mereka bekerja di perusahaan selama mereka tidak ada." Jelas Jeni.
Yura terdiam dan nampak berpikir. "Saat ini Kak Aidan sudah tidak memimpin perusahaan ini lagi. Apa berarti untuk selanjutnya aku yang akan menggantikan Kak Aidan untuk pergi bersama Tuan Rey meninjau beberapa proyek yang masuk ke dalam kerja sama perusahaan kita, Jeni?" Tanya Yura.
"Benar, Nona. Untuk selanjutnya Nona-lah yang menggantikan peran Tuan Aidan. Nona akan sering pergi bersama Tuan Rey untuk meninjau beberapa proyek termasuk pembangunan klinik yang ada di desa A." Jawab Jeni.
Apa? Berarti besok hanya aku dan Kak Rey yang pergi ke desa tanpa siapa pun selain kami? Ucap Yura dalam hati.
"Nona Yura? Tegur Jeni karena Yura hanya diam saja.
"Agh, ya, apa kau sudah mempersiapkan berkas apa saja yang diperlukan untuk pertemuan kita dengan perusahaan Gideon nanti, Jeni?" Tanya Yura.
"Saya sudaha mempersiapkannya, Nona. Dan saya sudah mengirimkan materi presentasi saya nanti ke email, Nona." Jawab Jeni.
"Terimakasih, Jeni. Kau memang bisa selalu aku andalkan." Puji Yura.
"Sama-sama, Nona." Jeni melebarkan senyumannya mendapatkan pujian dari Yura.
__ADS_1
"Kalau begitu saya masuk ke dalam ruangan saya dulu." Pamit Yura.
"Baik, Nona. Jawab Jeni lalu bangkit dari duduknya setelah Yura masuk ke dalam ruangan kerjanya untuk membuatkan minuman untuk Yura.
Sementara Yura yang baru saja masuk ke dalam ruangannya nampak menghembuskan nafas bebas di udara mengetahui jika untuk ke depannya ia akan banyak dipertemukan dengan Rey. "Sudahlah, aku tidak perlu memikirkannya. Semua akan terasa biasa dengan berjalannya waktu bukan?" Gumam Yura tak ingin terlalu banyak berpikir.
Yura pun segera melangkahkan kakinya ke arah meja kerjanya setelah meletakkan tas selempangnya di atas sofa dan mulai menghidupkan komputer di atas meja kerjanya.
*
Siang harinya setelah melakukan pertemuan dengan investor perusahaan Gideon, Yura dan Jeni pun berangkat menuju perusahaan Bagaskara untuk menandatangani surat kontrak kerja sama perusahaan mereka dengan perusahaan Bagaskara. Dan saat ini Yura dan Jeni sudah berdiri di depan gedung menjulang tinggi milik perusahaan Bagaskara.
"Ayo kita masuk, Nona." Ajak Jeni pada Yura yang terdiam sambil menatap gedung perusahaan.
Setelah menghampiri resepsionis dan mengatakan tujuan mereka datang, Yura dan Jeni diminta untuk langsung naik ke lantai teratas perusahaan karena Rey dan Malik sudah menunggu mereka di dalam ruangan Rey.
"Saya sangat menyukai desain di lantai teratas ini, Nona. Desain bewarna putih abu-abu ini sangat cocok dengan karakter Tuan Rey yang sangat datar dan dingin." Ucap Jeni sedikit pelan pada Yura.
Yura mengu-lum senyumannya sambil menatap perabotan di sekitarnya yang didominasi warna putih abu-abu dan sesuai dengan apa yang Jeni katakan.
"Saya tahu anda pasti sependapat denga saya." Jeni menahan tawanya melihat Yura yang tenga menahan senyumannya.
"Kau ini ada-ada saja." Yura menarik kedua sudut bibirnya ke samping hingga membentuk sebuah senyuman.
__ADS_1
Mereka pun terus berjalan hingga sampai di depan meja sekretari Rey.
"Silahkan masuk, Nona, Tuan Rey dan Tuan Malik sudah menunggu kedatangan anda di dalam ruangannya." Ucap sekretaris Rey yang sudah Yura ketahui bernama Rere.
"Terimakasih Mbak Rere." Jawab Yura yang dibalas Yura dengan senyuman manis di wajahnya. Setelahnya Yura pun mengetuk pintu ruangan kerja Rey dan segera masuk ke dalam ruangan setelah mendapat perintah untuk masuk dari dalam.
Yura menatap Rey dan Malik yang saat ini tengah terlibat pembicaraan yang cukup serius dengan intens. Menyadari jika Yura sudah masuk dan kini tengah menatap pada mereka, Rey pun menghentikan percakapan di antara mereka.
Rey dan Malik pun segera bangkit dari duduknya dan Malik pun berjalan menghampiri Yura dan Jeni. "Selamat datang di perusahaan Bagaskara Nona Yura, Nona Jeni." Malik mengulurkan tangannya pada Yura untuk berjabat tangan.
"Terimakasih Tuan Malik." Balas Yura saat berjabat tangan dengan Malik.
Malik menganggukkan kepalanya lalu beralih berjabat tangan dengan Jeni. Rey yang sudah berada di depan Yura pun turun melakukan jabat tangan secara bergantian pada Yura dan Jeni.
"Ayo silahkan duduk, Nona." Ajak Malik yang diangguki Yura dan Rey sebagai jawaban. Setelah duduk di atas sofa, pandangan Yura pun langsung tertuju pada sebuah foto yang terpajang di tengah ruangan yang memperlihatkan wajah keluarga Rey di sana.
Rey pun berdehem hingga membuat pandangan Yura beralih kepadanya. "Sebelumnya saya ingin menyampaikan pada anda setelah surat kontrak kerja sama perusahaan kita ditanda tangani kita akan banyak terlibat pertemuan dan perjalanan ke luar kota termasuk pergi ke desa A esok hari." Ucap Rey datar tanpa ekspresi.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenara🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.