Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Semua telah terjadi


__ADS_3

"Makanlah! Ini adalah perintah dari suamimu." Tekan Rey.


Yura tertegun mendengar kata suami yang keluar dari mulut Rey. Sesaat kemudian ia pun mengangguk mengiyakan ucapan Rey. Ia melangkah melewati tubuh Rey dan berjalan ke arah dapur untuk mengambil makanannya yang masih berada di atas meja makan. Setelahnya ia kembali ke ruang tengah untuk memakan makanannya di sana.


Di ruang tengah, Rey nampak sudah duduk di atas karpet menunggu kedatangannya. "Aku akan memastikan kau memakan makananmu sampai habis." Ucap Rey datar.


Yura diam dan duduk di atas karpet. Ia meletakkan makanannya di atas meja lalu membukannya. Walau tidak berselera untuk makan, Yura tetap memaksa memasukkan seluruh makanan ke dalam mulutnya. Rey pun terus memperhatikan Yura memakan makanannya hingga habis tak tersisa sambil memainkan ponsel di tangannya.


"Aku ke kamar dulu." Ucap Rey setelah makanan Yura habis tak tersisa.


Yura hanya diam dan membiarkan Rey beranjak menuju kamarnya. Hembusan nafasnya terasa kian memberat saat mengingat kembali statusnya saat ini. Tak ingin larut dalam pemikirannya, Yura segera beranjak membawa tempat sisa makanannya ke dapur. Setelahnya Yura memutuskan masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri dan menenangkan hati dan pemikirannya di sana.


*


Pukul delapan malam, Bu Asih nampak sudah kembali ke rumah dengan masih menggunakan pakaian kerjanya. Bu Asih menatap Yura yang kini berada di depannya dengan tatapan tak terbaca. "Nona Yura, bisakah kita berbicara sebentar?" Tanya Bu Asih pada Yura.


Mengerti maksud ucapan Bu Asih, Yura menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Ia dan Bu Asih segera duduk di kursi ruang tamu.

__ADS_1


"Apa Tuan Rey sudah tidur, Nona?" Tanya Bu Asih.


"Saya juga tidak tahu, Bu." Jawab Yura seadanya. Karena sejak masuk ke dalam kamar sore tadi ia sama sekali tidak bertemu dengan Rey.


"Bisakah Nona mengeceknya ke kamar Tuan Rey? Ada hal yang ingin saya bicarakan dengan Nona dan Tuan Rey." Ucap Bu Asih.


"Baiklah, Bu." Jawab Yura lalu bangkit dari duduknya. Ia berjalan ke arah kamar Rey dan dengan ragu mengetuk pintu kamar Rey.


Ceklek


Suara pintu kamar yang terbuka dari dalam membuat Yura memundurkan tubuhnya.


"Bu Asih sudah pulang dan dia ingin berbicara dengan kita." Jawab Yura.


Rey diam sambil memperhatikan Bu Asih yang nampak duduk di ruang tamu seorang diri. "Baiklah, tunggu sebentar." Jawab Rey lalu menutup pintu kamarnya kembali.


Yura memilih beranjak dari kamar Rey dan kembali ke ruang tamu. "Tuan Rey akan keluar sebentar lagi, Bu." Ucap Yura pada Bu Asih.

__ADS_1


Bu Asih mengangguk paham untuk menunggu kedatangan Rey. Yura pun berpamitan sebentar ke dapur untuk mengambilkan minum untuk Bu Asih. Tak berselang lama, Rey sudah berada di ruang tamu dan duduk di kursi yang berhadapan dengan Bu Asih.


Rey dan Yura pun menatap Bu Asih menunggu Bu Asih membuka pembicaraan di antara mereka.


"Saya sudah mendengar cerita dari perangkat desa di seberang desa tentang apa yang terjadi pada Tuan Rey dan Nona Yura." Ucap Bu Asih membuka percakapan di antara mereka.


Yura dan Rey diam menunggu Bu Asih melanjutkan ucapannya. "Saya sungguh menyayangkan atas apa yang telah terjadi pada Nona dan Tuan. Namun dibalik itu semua saya percaya jika Tuan dan Nona tidak mungkin melakukan apa yang warga tuduhkan." Lanjut Bu Asih.


"Maaf jika kami sudah membuat malu di desa ini. Namun seperti yang Ibu katakan jika saya dan Tuan Rey tidak melakukan apa yang warga tuduhkan. Saya dan Tuan Rey berada di pondok itu karena terpaksa." Ucap Yura lalu menjelaskan dengan rinci apa yang terjadi hingga mengharuskan mereka menginap di dalam pondok. Yura pun meneteskan air matanya karena merasa sesak mengingat apa yang terjadi beberapa jam yang lalu pada mereka.


Bu Asih terdiam menatap Yura yang sedang menangis dengan tatapan iba. Sebagai wanita ia dapat merasakan kesedihan Yura saat ini. Namun ia tidak dapat berbuat apa-apa karena semuanya telah terjadi. Yura dan Rey sudah menikah dan itu semua tidak bisa dihindarkan lagi.


"Sebagai warga yang pernah tinggal di desa Nona Yura pasti paham jika apa yang dilakukan warga di sana untuk menjunjung tinggi harkat dan martabat desa mereka. Nona dan Tuan Rey mungkin bisa saja menolak apa yang diperintahkan oleh warga. Namun Nona dan Tuan pasti tahu apa yang akan terjadi jika tidak mengindahkan perintah mereka. Warga akan menolak mentah-mentah bantuan dari perusahaan Tuan dan Nona dan akan menyebarluaskan apa yang terjadi pada Nona dan Tuan yang akan berakibat buruk bagi repurtasi perusahaan Nona dan Tuan." Jelas Bu Asih.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2