
Kedatangan Rey ke perusahaan Yura pagi itu berhasil menarik perhatian para kaum hawa yang melihat kedatangannya. Beberapa kaum hawa yang melihat kedatangan Rey bahkan tak berkedip sedikit pun seperti tidak ingin melewatkan pemandangan indah yang disuguhkan pada mereka saat ini.
Tersadar jika Rey adalah suami dari pemilik perusahaan tempat mereka bekerja, para kaum hawa pun seketika menundukkan pandangan mereka dan merutuki sikap mereka yang terpesona dengan pria yang sudah berstatus sebagai suami dari bos mereka.
Rey terus berjalan melewati karyawan Yura yang sedang berlalu-lalang di lobby dan sesekali mengangguk saat mendapatkan sapaan dari mereka.
Ting
Pintu lift terbuka dan Rey segera masuk ke dalam lift yang akan mengantarkannya menuju lantai dimana Yura berada. Untuk perusahaan Dharma yang dipimpin Yura saat ini memang tidak memiliki tinggi bangunan seperti perusahaan pusat. Karena itu tidak membutuhkan waktu lama bagi Rey sampai di lantai tertinggi perusahaan dimana ruangan Yura berada.
"Tuan Rey?" Jeni seketika bangkit dari duduknya saat melihat kedatangan Rey. Ia memberikan sapaan ramah pada Rey dan tak lupa membungkuk pada Rey.
"Apa Yura ada di dalam?" Tanya Rey setelah berada di depan Jeni.
Jeni mengangguk. "Silahkan masuk, Tuan. Nona Yura sudah menunggu kedatangan anda." Jawab Jeni.
Rey mengangguk lalu berjalan ke arah pintu ruangan Yura dan membuka pintu ruangan setelah mendapatkan jawaban Yura dari dalam ruangan.
__ADS_1
"Kak Rey?" Yura tersenyum kaku melihat wajah suaminya setelah pintu ruangan terbuka.
Rey terus berjalan menghampiri Yura tanpa menjawab sapaan Yura.
"Ayo duduk dulu, Kak." Ajak Yura.
Rey mengiyakannya lalu duduk di atas sofa dan diikuti Yura setelahnya. "Ada apa Kakak datang ke perusahaanku pagi-pagi begini?" Tanya Yura merasa bingung. Bagaimana tidak, jika biasanya pagi seperti ini Rey tengah sibuk bekerja di perusahaannya, kini pria itu terlihat datang menghampirinya di waktu jam bekerja sudah dimulai.
"Ada hal yang ingin aku sampaikan padamu." Ucap Rey tak ingin membuang waktu lama.
"Besok aku dan Papa akan berangkat ke negara A." Jawab Rey.
"Apa?" Wajah Yura terlihat terkejut setelah mendengarnya. "Bukankah Kakak bilang kalau akan pergi lima hari lagi?" Tanya Yura.
"Papa mempercepat waktu kepergian kami ke negara A karena ada hal penting yang harus diurus Papa di sana. Dan setelah berdiskusi dengan Papa tadi bagi, kami memutuskan jika besok adalah waktu yang tepat untuk keberangkatan kami ke negara A." Jelas Rey.
Yura terdiam beberapa saat. Ia tidak menyangka jika kepergian Rey tadi pagi-pagi sekali ke rumah mertuanya untuk membahas percepatan waktu keberangkatan mereka ke negara A.
__ADS_1
"Jam berapa besok Kakak akan pergi?" Tanya Yura setelah cukup lama terdiam.
"Jam lima pagi." Jawab Rey.
"Berapa lama Kakak akan pergi?" Tanya Yura lagi.
"Aku tidak dapat memastikannya. Yang jelas aku akan kembali di saat urusan Papa dan aku sudah selesai di sana." Jawab Rey tak ingin memberi harapan pada Yura.
Yura mengangguk saja. Rasanya hatinya saat ini mulai terasa berat untuk melepaskan suaminya pergi ke luar negeri bersama mertuanya. Besok adalah hari untuk pertama kalinya mereka berjauhan setelah beberapa bulan menikah. Bukan hanya berat karena merasa canggung akan ditinggalkan oleh Rey untuk bekerja, namun Yura juga merasa ada hal tersembunyi yang disimpan Rey tentang maksud dan tujuannya pergi ke luar negeri.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1