Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Meminta pertolongan


__ADS_3

Rey menatap tajam pada mereka namun tetap mengikuti perintah mereka karena kondisi pondok yang kecil dan sempit dengan keberadaan mereka membuatnya merasa sesak. Dan betapa terkejutnya Rey dan Yura saat keluar dari dalam pondok sudah ada beberapa orang yang menunggu mereka dan tak lain adalah orang-orang yang tinggan di desa seberang desa A yang kemarin mereka temui.


"Apa yang kalian lakukan di sini sungguh memalukan!" Pria bertubuh gempal itu pun kembali menghardik Yura dan Rey diikuti pria yang lainnya.


"Kalian sudah merusak desa kami dengan perbuatan buruk kalian! Kesalahan kalian tidak bisa kami toleransi! Kalian sudah berbuat mesum di daerah kami!" Hardik pria bertubuh tinggi dan kurus yang berada di sebelah pria bertubuh gempal.


"Tunggu dulu, ini sungguh salah paham. Kami tidak melakukan apa pun." Yura yang sudah mulai paham apa yang terjadi pun mencoba menjelaskan.


"Salah paham?" Pria bertubuh gempal itu tertawa sinis. "Kalian sudah tertangkap basah berbuat mesum namun masih berkilah tidak melakukan apa-apa!" Wajah pria itu berubah berang dan memerah.


Yura memundurkan langkahnya melihat ekspresi pria itu yang terlihat menyeramkan di matanya.


"Kami bahkan sudah memiliki bukti perbuatan buruk kalian!" Pria itu pun menunjukkan foto yang menunjukkan Rey dan Yura tidur saling berpelukan.


"Tuan Rey, Nona Yura, kami tidak menyangka kedatangan kalian ke desa kami memiliki niat lain. Kalian sudah merusak daerah ini dengan berbuat hal yang tidak baik di sini." Ucap wanita yang Yura ketahahui menjabat sebagai sekretaris desa di seberang desa A.


Warga desa yang lain pun turut membenarkan ucapan sekretaris desa dan memprovokasi jika Yura dan Rey sudah berbuat hal yang tidak-tidak di daerah mereka yang sudah melanggar hukum adat istiadat di daerah mereka.

__ADS_1


Rey memilih diam tanpa pembelaan dan membiarkan warga desa mencecar mereka dengan berbagai tuduhan karena ia yakin tidak akan bisa melawan ucapan mereka sebelum diberi kesempatan untuk berbicara. Sedangkan Yura nampak sudah berkaca-kaca karena dituduh yang bukan-bukan oleh warga desa.


"Nikahkan saja mereka!" Ucap pria bertubuh gempal.


"Benar. Nikahkan saja mereka! Kita harus menjunjung tinggi harkat dan martabat desa kita." Timpal yang lainnya.


"A-apa?" Yura menggelengkan kepalanya. "Kalian sungguh salah paham. Saya bisa menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya." Ucap Yura mencoba mencari pembelaan.


Bukannya mendengarkan ucapan Yura, warga desa justru semakin mencecar Yura dengan berbagai tuduhan dengan bukti yang mereka dapatkan.


"Tenang dulu." Seorang pria yang terlihat lebih tua di antara mereka pun mengambil alih untuk berbicara. Pandangannya beralih pada Yura dan Rey.


"Maaf sebelumnya Tuan dan Nona. Sesuai hukum yang berlaku di desa kami, jika kedapatan pria dan wanita yang berbuat hal tidak baik di desa kami maka kami sebagai warga desa akan bertindak untuk menikahkan." Ucapnya dengan tegas yang dengan cepat dibenarkan oleh warga desa.


"Lebih baik sekarang kita bawa mereka ke rumah Pak penghulu untuk menikahkan mereka!" Ucap pria bertubuh gempal yang dibenarkan oleh pria yang lainnya. Mereka pun tanpa basa-basi menarik tangan Yura dan Rey untuk di bawa masuk ke dalam mobil yang mereka bawa.


"Lepaskan saya!" Rey yang sudah merasa geram dengan tuduhan yang diberikan padanya pun memberontak dan dengan sekali gerakan membuat tangan pria yang memegang tangannya terlepas seketika. Sedangkan Yura tak bisa berkutik karena tenaganya yang sudah habis karena ketakutan.

__ADS_1


"Apa kalian tidak bisa mendengarkan penjelasan kami dulu sebelum menuduh kami yang bukan-bukan?!" Tanya Rey sedikit keras.


"Tidak ada penjelasan yang perlu kami dengarkan. Semuanya sudah jelas dan kalian sudah mencoreng nama baik desa kami!" Para pria pun kembali menarik tangan Rey dan Yura.


"Ada apa ini?" Suara seorang pria yang baru saja turun dari dalam mobil miliknya menghentikan pergerakan mereka.


"Kakak?" Yura begitu terkejut melihat keberadaan Aidan di sana.


Melihat kedatangan Aidan membuat para pria itu pun melepas cekalan tangan Yura hingga membuat Yura bisa berlari ke arah Aidan dan memeluk tubuh Aidan erat.


"Kakak tolong Yura..." ucap Yura sambil menangis di dalam dekapan Aidan. Karena rasa takutnya Yura bahkan tak berniat bertany bagaimana Aidan bisa berada di tempat yang sama dengan mereka.


****


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2