Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Hanya dirimu yang aku mau


__ADS_3

"Kau lihat sendiri kan Yura, dia benar-benar bersikap kelewatan!" Ucap Rachel setelah ia dan Yura duduk di atas kursi yang berada di dekat kolam renang setelah bersalaman dengan Mom Rania dan Daddy William. Dan sama seperti Mama Kyara, Mom Rania sama sekali tidak menanyakan keberadaan Rey yang tidak hadir bersama dirinya.


"Sudahlah, tahan emosimu, Rachel." Yura mengusap lengan Rachel untuk menenangkannya.


Rachel dibuat mendengus mendengarnya. "Yura, aku tahu saat ini kau masih merasa tidak enak padanya karena kau merasa telah merebut Kak Rey dari sisinya. Namun saat ini kau harus sadar jika Kak Rey sudah memilihmu menjadi istrinya dan Kak Rey sudah menjadi milikmu seutuhnya. Tidak ada lagi hal yang harus membuatmu merasa tidak enak padanya karena takdir sudah membawa Kak Rey dan dirimu untuk bersama." Ucap Rachel.


Yura tersenyum mendengar Rachel yang berucap sangat bijak seperti saat ini. Jauh berbeda dengan sikap Rachel yang biasanya terkesan seperti anak-anak.


"Yura, kenapa kau tersenyum seperti itu?" Lidah Rachel berdecak melihat Yura tidak menjawab ucapannya justru tersenyum.


"Aku tersenyum karena aku melihat sisi dewasa pada dirimu saat ini." Ucap Yura lalu tertawa kecil.

__ADS_1


"Ish... kau ini..." Rachel menepuk pelan lengan Yura. "Kau harus mendengar ucapanku Yura. Sampai kapan pun itu aku hanya ingin kau yang menjadi kakak iparku. Aku tidak ingin memiliki kakak ipar lain." Ucap Rachel mengungkapkan isi hatinya.


"Kenapa kau berbicara seperti itu?" Senyuman di wajah Yura perlahan luntur melihat raut kesedihan di wajah Rachel.


"Sudah sejak lama aku berusaha menerima keinginan Mama dan Tante Rania yang berniat menjodohkan Kak Rey dan Flower walau aku merasa tidak ingin Kakakku bersamanya. Dan sekarang apa yang tidak aku harapkan itu terwujud. Kak Rey menikah denganmu. Bersama wanita yang menurutku sangat pantas menjadi pendamping Kakakku. Yura... aku sangat sulit menerima orang lain untuk menjadi bagian dari keluargaku. Aku takut jika orang itu tidak dapat menerima kekuranganku dan bersikap buruk padaku bahkan berniat merebut kasih sayang kakakku sepenuhnya hanya untuknya. Dan rasa takutku itu hilang di saat aku tahu kau-lah yang menjadi kakak iparku."


"Aku tahu bagaimana dirimu. Kau adalah wanita yang baik dan pasti tidak ingin membuatku terluka." Ucap Rachel mulai berkaca-kaca. Selama ini ia hanya menyimpan rasa takutnya seorang diri dan kini ia merasa lega karena telah mengeluarkan apa yang selama ini ia pendam. Walau sikap Rey selama ini terkesan datar dan dingin pada semua orang, namun Rachel dapat merasakan kehangatan sikap Rey jika sedang bersamanya dan keluarganya.


"Aku akan berusaha mewujudkan apa yang kau inginkan." Ucap Yura kemudian.


Rachel tersenyum mendengarnya. "Terima kasih, Yura." Ucap Rachel yang diangguki Yura sebagai jawaban.

__ADS_1


Di tengah rasa haru yang menyelimuti Rachel dan Yura, di dalam sebuah rumah dan lebih tepatnya di dalam kamarnya, Rey terlihat tersenyum miring setelah mendengarkan pesan suara dari orang kepercayaannya yang mengirim pesan suara saat Yura menjawab pertanyaan Flower tentang alasan dirinya tidak hadir ke acara ulang tahun Flower.


"Ternyata kau sudah mulai pintar saat ini." Gumam Rey.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.

__ADS_1


__ADS_2