Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Ya, aku mencintaimu


__ADS_3

"Sama seperti adik kandung?" Lirih Flower merasa tak percaya dengan apa yang dikatakan Mommynya saat ini.


"Flower, maafkan Mommy karena pesan Mommy pada Rey dulu membuatmu menjadi salah paham dengan perasaan Rey padamu. Mommy tahu awal mula permasalahan ini terjadi karena Mommy sangat ingin menjadikan Rey sebagai menantu Mommy. Saat Rey masih kecil dulu bahkan saat kau belum ada di dalam perut Mommy, Mom sudah berniat menjodohkanmu dengan Rey. Perjodohan di antara kalian terjadi bukan karena kesepakatan di antara Mom dan Tante Kyara. Tante Kyara tetap menyerahkan semua keputusan pada Rey tentang siapa yang akan menjadi istrinya kelak walau Mommy sangat mengharapkannya menjadi menantu Mommy."


"Jadi maksud Mommy Tante Kya belum bersepakat menjodohkan kami berdua?" Tanya Flower.


Rania mengangguk membenarkannya. "Seperti yang kau pikirkan. Tante Kya tidak ingin menjodohkan putranya karena ia tahu efek dari sebuah perjodohan itu seperti apa." Jawab Rania tanpa mau menceritakan jika pernikahan Kyara dan Gerry terjadi karena hasil perjodohan Kakek Surya. Rania tidak ingin menceritakan bagaimana nasib pernikahan Kyara dan Gerry di awal pernikahan mereka karena itu sama saja membuka luka lama Kyara.


Flower hanya bisa menangis mendengarkan penjelasan panjang lebar dari Mommynya tanpa mau bersuara kembali.


"Mom harap kau sudahi rasa berharapmu pada Rey karena Rey tidak akan pernah bisa membalas perasaanmu." Pesan Rania sebelum keluar dari dalam kamar putrinya. Ya, Ranie memilih keluar dari dalam kamar Flower setelah menjelaskan awal mula permasalahan terjadi dan membiarkan Flower meresapi apa yang ia jelaskan.


Sedangkan Flower yang ditinggal sendiri di kamarnya hanya bisa menangis sambil menggeleng. Walau sudah mendengarkan penjelasan dari Mommynya ia tetap ingin menyangkal jika selama ini Rey hanya menganggapnya sebagai seorang adik dan tidak lebih dari itu.


*

__ADS_1


Sementara di tempat berbeda tepatnya di kamar Yura yang ada di kediaman Rangga, Yura terlihat tidak sabar menunggu kedatangan Rey masuk ke dalam kamarnya untuk mempertanyakan maksud ucapan Alfin kembali pada Rey karena tadi ia belum mendapatkan jawaban yang memuaskan dari Rey.


"Kenapa lama sekali?" Keluh Yura sambil berjalan mondar-mandir di dalam kamar sambil mengelus perutnya.


Ceklek


Suara pintu yang terdengar terbuka dari luar mengalihkan perhatian Yura ke sumber suara. "Kak Rey!" Yura menatap Rey dengan mata berbinar karena sosok yang sejak tadi ia tunggu akhirnya telah datang.


"Kau belum tidur?" Tanya Rey sambil melangkah mendekat pada istrinya.


"Emh, belum." Jawab Yura lalu menggeleng.


"Itu karena aku menunggu kedatangan Kak Rey." Jawab Yura jujur.


"Untuk apa kau menunggu kedatanganku?" Tanya Rey merasa bingung karena sudah hampir satu jam Yura berada di dalam kamar hanya untuk menunggu kedatangannya.

__ADS_1


"Karena aku ingin meminta jawaban dari Kakak tentang pertanyaanku yang tadi. Apa maksud ucapan Kak Alfin tadi dan apakah benar yang dikatakan Kak Alfin jika Kak Rey telah lama menyukai bahkan mencintaiku?" Tanya Yura tanpa ragu.


"Apa kau begitu penasaran dengan itu?" Tanya Rey.


"Ya. Aku sangat penasaran." Balas Yura.


Rey pun mendekatakan bibirnya pada Yura. "Jika kau sangat penasaran dengan itu maka sekarang aku akan menjawabnya jika apa yang dikatakan Alfin itu benar." Bisik Rey.


"Maksud Kakak?" Tanya Yura terbata.


"Ya, aku benar mencintaimu sejak dulu." Bisik Rey sangat pelan namun dapat di dengar Yura dengan jelas.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2