Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Malam pertama dengan Yura


__ADS_3

Langkah kaki Yura seketika terhenti setelah mendengarkan pertanyaan dari Rachel. Bibirnya yang tadi tersenyum manis pun kini berubah menjadi kaku.


"Yura, kenapa kau malah diam?" Tanya Rachel lagi karena tak kunjung mendapatkan jawaban dari Yura.


Gerry yang sudah paham arti pergerakan menantunya itu pun memilih berdehem untuk menetralkan suasana tegang di antara mereka. "Yura, ayo duduk dulu." Ucap Gerry pada Yura.


"Emh, baik, Pah." Jawab Yura sedikit tergagap. Yura pun berusaha untuk berjalan dengan langkah seperti biasaya namun tetap tidak bisa karena merasa sakit pada bagian intinya.


"Papa dan Mama juga duduklah." Ucap Rey datar. Ia bahkan tidak merasa gugup seperti Yura setelah mendengar ucapan dari Rachel.


Gerry dan Kyara mengiyakannya. Sementara Rachel sudah duduk lebih dulu di sofa yang bersampingan dengan Yura.


"Yura, ayo katakan, ada apa dengan dirimu? Kenapa kau berjalan seperti itu?" Tanya Rachel yang sejak tadi merasa penasaran namun tak kunjung mendapatkan jawaban dari Yura.


"I-itu..." Yura merasa gugup sekaligus malu ingin menjawab pertanyaan Rachel.


"Rachel, diamlah dulu." Tegur Gerry pada putrinya.

__ADS_1


Rachel seketika bungkam mendengar ucapan Gerry. Pandangan Gerry pun beralih pada Rey yang kini tengah menatap datar padanya. "Rey, bisakah kau menjelaskan apa yang terjadi?" Tanya Gerry ingin memastikan apa yang ada dalam pemikirannya adalah benar.


Mama Kyara dan Rachel pun kini menatap Rey dengan tatapan berbeda. Jika Rachel menatap Rey dengan tatapan penasaran, Mama Kyara justru menatap Rey dengan tersenyum tipis.


"Apa yang ingin Rey pastikan, Pah?" Tanya Rey.


"Tentu saja memastikan apa yang terjadi pada istrimu saat ini." Ketus Gerry. Entah mengapa ia merasa kesal mendengar pertanyaan putranya itu.


"Apa kau telah berbuat sesuatu hal yang kasar pada istrimu sehingga Yura berjalan seperti itu?" Tanya Gerry saat pemikiran buruknya tertuju pada kisah masa lalunya dulu.


Rey menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan Gerry. "Aku tidak bersikap seperti apa yang Papa pikirkan." Ucap Rey yang seolah paham kemana arah ucapan Papanya saat ini.


Puk


Pukulan cukup keras dari Kyara pada lengannya membuat Gerry meringis. Gerry menatap sebal pada istrinya yang sudah memukulnya begitu saja. "Kenapa kau memukulku, Sayang?" Tanya Gerry.


"Itu karena kau sudah sembarangan berbicara. Apa kau tidak lihat di sini ada Rachel yang belum cukup dewasa mendengar perkataanmu?" Tanya Kyara.

__ADS_1


Gerry menatap pada putrinya yang kini menatapnya dengan kedua mata membola dan mulut menganga. "Tutup mulutmu Rachel!" Tekan Gerry.


"Up." Rachel seketika menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Pandangannya pun beralih pada Yura yang kini tengah menunduk dan wajah yang sudah merona karena malu.


"Rey, ayo jawab!" Titah Gerry. Entah mengapa ia merasa cukup penasaran dengan apa yang terjadi pada putranya dan menantunya saat ini.


"Ya. Malam tadi adalah malam pertamaku dan Yura." Jawab Rey apa adanya. Tidak ada rasa malu sedikit pun yang terlihat di wajah tampan Rey.


"Apa?" Pekik Rachel sangat keras. "Yura, kau dan Kak Rey sudah..." Rachel tak dapat melanjutkan ucapannya sangking terkejutnya.


"Rachel..." kali ini Kyara yang berucap untuk menegur putrinya. Sedangkan Gerry kini terlihat tengah tersenyum lebar menatap pada putranya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2