Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Melawan restu


__ADS_3

"Apa? Permintaan macam apa itu Flower?" Bukan Rania yang menjawab, melainkan William.


"Permintaan sebagai hadiah ulang tahun Flower besok, Daddy." Jawab Flower santai.


Rania mengatur nafasnya sebelum menjawab permintaan Flower. "Kau jangan sembarangan berbicara, Nak. Permintaanmu itu sungguh tidak masuk akal." Ucap Rania tegas.


Flower menggelengkan kepalanya. Dan pergerakannya itu terlihat jelas oleh William dan Rania dari kaca spion mobil.


"Tidak. Permintaan Flo masuk akal, Mom. Sejak dulu Flo menginginkan bisa berdansa dengan Kak Rey tapi Flo selalu ragu untuk mengungkapkannya. Dan saat ini Flo menginginkannya, Mom." Jawab Flower.


"Flower..." Rania menggeleng tak habis pikir dengan pemikiran putrinya saat ini.


"Mommy, bukankah Mom berkata ingin mengabulkan permintaan Flow? Tapi kenapa sekarang Mom seperti enggan untuk mengabulkannya?" Protes Flower.


"Mommy akan mengabulkan permintaanmu jika itu masih masuk akal. Dan permintaanmu saat ini sungguh tidak masuk akal Flower." Ucap Rania tegas.

__ADS_1


"Tidak masuk akal bagaimana, Mommy?" Tanya Flower dengan wajah masam.


Rania memutarkan kepalanya ke arah belakang. "Kau tidak lupa bukan jika Rey sudah menikah. Bagaimana bisa kau meminta berdansa dengan pria yang sudah menikah. Apa kau tidak memikirkan perasaan istrinya?" Tekan Rania.


"Tidak." Jawab Flower singkat.


"Flower..." Rania menggeram mendengar jawaban putrinya. "Mom tidak pernah mengajarkanmu menjadi wanita yang tidak bisa menghargai wanita lain!" Suara Rania terdengar mulai meninggi.


"Mommy, kenapa Mommy lebih memikirkan perasaan orang lain dibandingkan perasaan Flower sebagai anak Mom sendiri? Apa Mom tahu jika saat ini Flower sangat terluka dengan pernikahan tersembunyi Kak Rey, apa Mom tahu bagaimana sakitnya hati Flow saat ini?" Flower yang merasa kesal dengan Mommynya pun turut berbicara dengan nada tinggi.


"Flower, jaga nada bicaramu dengan Mommymu!" Ucap William merasa tidak suka dengan sikap putrinya saat ini. "Mommymu benar, permintaanmu sungguh tidak masuk akal. Kau meminta berdansa dengan Rey yang saat ini sudah berubah status menjadi suami Yura. Apa kau tidak memikirkan perasaan Yura saat melihat Rey berdansa denganmu?" Tanya William.


"Kau tahu jelas jika Yura tidak mengetahui rencana perjodohan kalian. Mom, Daddy, Om Gerry dan Tante Kyara tidak pernah membahas rencana perjodohan kalian dengan orang lain." Ucap William tegas.


"Tapi tetap saja Yura telah merebut Kak Rey dari Flow, Daddy!" Flower masih saja bersikap keras kepala.

__ADS_1


William hanya bisa menghembuskan nafas kasar di udara mendengar ucapan putri semata wayangnya itu.


"Mulai sekarang Mom tegaskan kepadamu untuk cepat melupakan Rey!" Titah Mom Rania.


"Apa?!" Flower dibuat terkejut mendengar perintah Mommynya.


"Tidak. Flow tidak ingin melupakan Kak Rey. Apa Mommy pikir melupakan Kak Rey itu adalah hal yang mudah? Sudah sejak lama Flow menaruh rasa pada Kak Rey dan tidak semudah itu Flow melupakannya begitu saja, Mommy!" Tekan Flower.


"Mudah atau pun sudah Mom tetap menegaskan padamu untuk lupakan Rey!" Titah Mom Rania lagi tanpa bantahan.


Flower mengarahkan pandangannya ke arah lain. Ia lebih memilih diam dari pada harus mengiyakan ucapan Mommynya itu. Bagaimana tidak, sampai saat ini ia masih menaruh rasa yang lebih pada Rey bahkan ia juga berharap jika Rey akan meninggalkan Yura nantinya demi dirinya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2