
Jeni yang sejak tadi hanya diam menatap interaksi sepasang suami istri di depannya, kini nampak memberikan kode pada Yura jika sudah saatnya mereka kembali ke perusahaan. Yura pun melihat jam yang terpasang di pergelangan tangannya dan mengangguk mengiyakan perkataan Jeni.
"Kak Rey, sudah saatnya aku kembali ke perusahaan." Ucap Yura pada Rey.
Rey mengalihkan tatapannya pada Yura yang tengah menatap padanya. "Baiklah. Aku akan mengantarkanmu ke depan." Balas Rey.
Yura segera menggeleng. "Tidak perlu, Kak. Aku bisa keluar bersama Jeni. Lebih baik Kakak tetap di sini saja menunggu kedatangan Kak Alfin." Jawab Yura.
Rey yang hendak menimpali ucapan Yura mengurungkan niatnya saat Yura kembali bersuara.
"Nah, itu Kak Alfin." Ucap Yura seraya melihat pria tampan yang baru saja masuk ke dalam cafe.
Rey turut memperhatikan arah pandangan Yura. Dan benar saja. Alfin nampak sudah datang dan kini sedang berjalan ke arah mereka. Rey hanya bisa merutuki dalam hati kedatangan sahabatnya di waktu yang tidak tepat. Sementara Yura bernafas lega karena kedatangan Alfin bisa membuat Rey tetap berdiam diri di posisinya saat ini.
Setelah Alfin berada di depan mereka, Yura pun berpamitan untuk kembali ke perusahaannya diikuti Jeni dan Galang. Setelahnya mereka pun berpamitan pada Rey dan segera melangkah meninggalkan cafe.
__ADS_1
"Maafkan ucapan suamiku jika menyakiti hatimu, Gal." Ucap Yura merasa tidak enak pada Galang.
Galang menatap Yura yang kini berjalan di sebelahnya dengan tersenyum. "Tak apa. Di seperti itu karena dia mencintaimu." Jawab Galang mencoba memahami posisi Rey saat ini.
Yura tersenyum mendengarkan jawaban Galang yang dapat menenangkan hatinya. Walau ia tahu maksud dan tujuan Rey bersikap seperti tadi, namun tetap saja ia merasa tidak enak pada Galang yang hanya bermaksud baik padanya.
Dari dalam cafe Rey terus menatap pergerakan istrinya itu yang terlihat dari dinding cafe yang terbuat dari kaca. Alfin yang melihat gerak-gerik sahabatnya itu hanya bisa menggelengkan kepalanya lalu menyeruput minuman Rey yang belum tersentuh sama sekali.
"Sudahlah, jangan terlalu posesif seperti itu." Ucap Alfin pada Rey.
Rey menoleh menatap tajam pada Alfin. "Diamlah." Ketusnya.
Rey tak percaya begitu saja. Menurutnya ia harus tetap berjaga-jaga jika saja Galang berubah haluan dan berniat merebut istrinya kembali. Alfin pun membiarkan Rey kembali menatap pergerakan istrinya hingga hilang dari pandangannya.
"Jadi sudah bisakah kita bahas tujuan pertemuan kita hari ini?" Tanya Alfin setelah Rey kembali memusatkan pandangan padanya.
__ADS_1
"Kau meminum minumanku?" Tanyanya datar.
"Ya." Jawab Alfin tanpa rasa bersalah. "Dari pada diabaikan begitu saja lebih baik aku meminumnya." Selorohnya.
Rey mendengus lalu memanggil seorang pelayan untuk memesan minuman baru untuknya dan beberapa cemilan.
"Oh, ya, Rey. Apa kau yakin akan mengajak Flower untuk ikut bersama kita ke Surabaya dua bulan lagi?" Tanya Alfin.
"Aku tidak mengajaknya, Maliklah yang mengajaknya." Koreksi Rey.
"Ya, itu sama saja. Kau yakin dia akan ikut? Apa kau tidak takut jika Yura akan cemburu karena dia ikut dengan kita?" Tanya Alfin kembali.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.