Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Tidak sabar menemuinya


__ADS_3

"Kau mau menunjukkan video me-sum kepadaku?!" Tanya Rey.


Alfin pun mengangguk tanpa rasa bersalah. "Kau memerluka ini untuk nanti malam." Jawab Alfin santai. "Sudahlah, lanjutkan saja menontonnya." Titah Alfin.


Rey mendengus mendengarnya. Walau merasa kesal dengan ucapan Alfin, namun Rey tetap melanjutkan menonton video yang sempat ia hentikan sebelumnya. Selama menonton video adegan dewasa, Rey berkali-kali menghembuskan nafas di udara saat rasa panas mulai menyeruak di dalam tubuhnya.


"Bagaimana?" Tanya Alfin melihat wajah Rey yang merah padam.


Rey hanya diam dan tetap fokus pada video yang sudah hampir habis. Setelahnya ia meletakkan laptop Alfin di atas meja.


"Tidak buruk." Komentarnya.


"Tentu saja. Video itu dapat membuatmu tahu bagaimana cara memperlakukan wanita yang benar." Jawab Alfin.


Rey hanya diam saja sambil meresapi bayangan video yang baru saja ia tonton.


"Apa kau ingin melihatnya lagi?" Tawar Alfin.


Rey menggelengkan kepalanya. "Tidak perlu. Lebih baik kau segera menghapus video itu karena itu tidak cocok ditonton oleh pria seperti dirimu." Ketus Rey.

__ADS_1


"Apa maksudmu?" Tanya Rey bingung.


"Pria belum menikah seperti dirimu tidak baik menonton video seperti itu karena kau tidak memiliki tempat untuk menyalurkannya." Ucap Rey datar namun terdengar menyindir di telinga Alfin.


"Si4lan. Kau mengejekku, ya?" Umpat Alfin.


Rey hanya diam dengan tersenyum sinis. Melihat senyuman menyebalkan di wajah Rey membuat Alfin kembali mendengus dan menatap tak suka pada Rey.


"Walau aku merasa kesal padamu tapi aku tidak merasa menyesal telah memberikan tutorial kepadamu." Ucap Alfin setelah beberapa saat terdiam.


"Aku tidak memerlukan itu." Jawab Rey berbohong.


Rey memilih diam dan membiarkan Alfin terus mencibirnya. Namun hatinya sedikit tersentil mendengarkan ucapan Alfin yang memang benar adanya.


Alfin pun kembali membuka folder di dalam laptopnya yang berisi video yang tak kalah panas dari sebelumnya. Walau Rey menolak untuk melihatnya, namun Alfin terus memaksanya hingga Rey akhirnya mau menurutinya. Bagaimana pun juga, Alfin tidak ingin sahabat baiknya itu gagal melewati malam pertamanya dengan Yura.


*


Hampir dua jam sudah Rey berada di apartemen Alfin. Dan selama itu pula Alfin terus menuntutnya untuk melihat video yang bermanfaat untuk kelancaran niatnya malam ini bersama Yura. Setelah cukup mendapatkan wejangan dan tontonan dari Alfin, Rey pun berpamitan untuk pulang ke rumahnya. Karena kini sudah ada sesuatu yang mulai bereaksi dalam tubuhnya dan sudah tidak sabar untuk disalurkan.

__ADS_1


Pukul setengah sebelas malam, Rey terlihat memasuki rumahnya dengan langkah tergesa-gesa. Hanya satu yang ada di dalam pemikirannya saat ini. Yaitu menemui Yura yang ia pastikan kini berada di dalam kamarnya.


Ceklek


Bunyi suara pintu terbuka dari luar membuat Yura mengetatkan selimut menutupi tubuhnya.


Dari ambang pintu yang baru terbuka, Rey menatap pergerakan istrinya itu dengan senyuman sinis di bibirnya. Ia melangkah dengan pelan ke arah Yura agar tak menimbulkan suara begitu jelas.


"Ehem." Setelah berada di dekat ranjang, Rey pun berdehem hingga membuat Yura semakin gugup berada di dalam selimut.


"Aku tahu kau belum tidur." Ucap Rey pelan namun dapat didengar dengan jelas oleh Yura.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.

__ADS_1


__ADS_2