
"Apa? Maksudmu Nenek Riana dan Kakek Johan sedang berada di sini saat ini?" Tanya Yura dengan wajah terkejut.
"Benar, Nona. Tuan dan Nyonya besar sampai di tanah air tadi pagi." Jawabnya.
"Nenek dan Kakek sedang berada di sini? Tapi kenapa Kak Rey tidak memberitahukan itu padaku?" Lirih Yura.
"Nona Yura, ayo masuk." Ajak Malik.
"Emh, ya." Balas Yura lalu masuk ke dalam mobil dengan pemikiran yang mulai melayang kemana-mana.
Mobil milik Malik pun mulai melaju meninggalkan perusahaan Dharma menuju kediaman Rey dan Yura. Selama berada di dalam perjalanan menuju rumahnya Yura kembali dibuat bingung karena Malik bukan membawanya ke kediaman mertuanya justru ke kediamannya dan Rey.
Malik pun hanya menjawab pertanyaan Yura jika Rey meminta Yura untuk berada di rumah saja karena dia akan pulang sebentar lagi. Dan untuk bertemu Nenek Riana dan Kakek Johan, Rey akan mengajak Yura bertemu dengan mereka esok hari.
Yura pun mengangguk saja mengiyakan ucapan Malik walau hatinya mulai merasa aneh dengan sikap Rey. Entah mengapa ia merasa ada hal yang tengah disembunyikan Rey darinya.
__ADS_1
Setengah jam berlalu, mobil milik Malik pun telah sampai di depan rumah Rey dan Yura. Yura segera keluar dari dalam mobil setelah sebelumnya mengucapkan terima kasih pada Malik. Tanpa membuang waktu lama, Yura segera mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Rey.
"Tidak aktif?" Lirih Yura melihat panggilannya hanya dalam mode memanggil bukan berdering. Tak hilang akan Yura melakukan panggilan pada nomer ponsel Rey dan tetap mendapatkan pertanda yang sama jika nomer Rey sedang tidak aktif.
Yura menghembuskan nafas bebas di udara lalu melangkah masuk ke dalam rumah dengan langkah tak bersemangat. "Kak Rey..." lirihnya sambil melangkah.
"Nona Yura, anda sudah pulang?" Pelayan nampak menghampiri Yura.
"Emh, ya, Bibi." Jawab Yura mencoba tersenyum.
"Apa anda ingin dibuatkan minum, Nona?" Tawarnya.
Pelayan mengangguk paham.
"Kalau begitu saya naik dulu." Pamit Yura yang kembali diangguki pelayan sebagai jawaban.
__ADS_1
*
Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Namun Rey tak kunjung memperlihatkan batang hidungnya di rumahnya. Yura yang sejak tadi menunggu kedatangan Rey dibuat cemas menunggu suaminya itu pulang ke rumahnya. Beberapa kali Yura mencoba menghubungi nomer ponsel Rey namun tetap mendapatkan jawaban yang sama.
Yura pun turut menghubungi nomer ponsel Rachel dan menanyakan keberadaan Rey saat panggilan terhubung. Rachel hanya menjawab jika Rey sedang sibuk mengurus pekerjaan dengan Papanya di ruang kerja dan belum bisa diganggu. Mau tak mau Yura pun mengiyakan saja ucapan adik iparnya itu walau ia merasa aneh dengan nada bicara Rachel padanya saat di sambungan telefon tadi.
"Huh, rasanya hatiku tidak tenang." Lirih Yura sambil mengelus perutnya.
Waktu terus naik dan berputar ke arah kanan. Tanpa terasa jika kini sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam. Yura yang sejak tadi menunggu kedatangan Rey pun mulai mengantuk. Merasa matanya sudah sangat berat dan ingin terpejam, Yura memilih untuk tidur dan berharap Rey akan pulang secepatnya ke rumahnya.
Di saat Yura sudah terlelap dalam tidurnya, Rey terlihat masuk ke dalam rumahnya dengan wajah lesu yang terlihat jelas di wajah tampannya. Rey terus melangkah ke arah anak tangga untuk naik ke kamarnya menemui kekasih hatinya yang sejak tadi ia rindukan.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.