
Yura masih bertahan dalam persembunyiannya. Ia bahkan menahan nafas agar tubuhnya tidak menimbulkan gerakan karena begitu gugup berdekatan dengan Rey.
Rey membiarkan istri nakalnya itu berpura-pura tidur. Ia memilih melangkah meninggalkan ranjang menuju lemari untuk mengambil pakaian tidurnya. Setelahnya, Rey pun menanggalkan pakaiannya di depan lemari tanpa memperdulikan keberadaan Yura di dekatnya saat ini. Setelah selesai mengganti baju, Rey pun berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan wajah dan menggosok giginya.
Sepuluh menit berlalu, Rey telah keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah yang lebih segar. Ditatapnya Yura yang masih bersembunyi dari dalam selimut dan tubuhnya tengah membelakangi dirinya. Rey menggelengkan kepalanya melihat sikap istrinya itu. Ia akan membiarkan Yura berpura-pura tidur sampai waktu setengah jam lagi karena ia harus memeriksa email yang baru masuk ke ponselnya saat dalam perjalanan tadi.
Rey berjalan ke arah sofa dan menjatuhkan bokongnya di sana. Ia segera membuka ponselnya dan membuka email masuk dari asistennya. Selama membaca email masuk dari Malik, sesekali Rey menatap pergerakan istrinya dari balik selimut. Yura terlihat mulai gelisah di dalam selimut ditandai dengan pergerakannya yang semakin banyak. Rey paham jika istrinya itu saat ini tengah merasa sesak karena terlalu lama berada di dalam selimut.
"Apa dia segitu takutnya denganku?" Rey tersenyum sinis menatap ranjang. Setelah membalas email masuk dari malik, Rey pun segera beranjak dari atas sofa dan melangkah mendekat ke arah ranjang.
Setelah berada tepat di samping ranjang, tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Yura, Rey membuka selimut yang menutupi tubuh Yura.
"Apa kau sudah tidur?" Tanya Rey berpura-pura tidak tahu.
Yura hanya diam dan tetap menahan matanya agar tidak terbuka.
__ADS_1
"Aku tahu kau belum tidur." Lanjut Rey kemudian lalu menjatuhkan bokongnya di pinggir ranjang.
Yura tak kuasa menahan kepura-puraannya. Ia pun perlahan membuka kedua kelopak matanya hingga kini matanya dapat melihat dengan jelas wajah Rey yang begitu dekat dengannya.
"Ka-kak Rey sudah pulang?" Tanya Yura sedikit gugup.
"Apa kau begitu takut dengan keberadaanku saat ini, hem?" Tanya Rey lembut tanpa menjawab pertanyaan Yura.
Yura tertegun mendengarnya. Suara Rey yang terdengar lembut itu membuatnya merasa bersalah karena sikapnya.
"Maaf..." lirih Yura lalu perlahan bangkit dari pembaringannya.
"A-aku tidak gugup." Jawab Yura berbohong.
Rey tersenyum miring mendengarnya. Bagaimana tidak, ucapan yang keluar dari dalam mulut Yura tidak sesuai dengan reaksi tubuh Yura saat ini.
__ADS_1
"Apa kau sudah mempersiapkan dirimu dengan baik untuk malam ini?" Tanya Rey.
"Maksud Kakak?" Tanya Yura berpura-pura tidak tahu.
"Maksudku..." Rey semakin mendekatkan wajahnya pada Yura yang membuat Yura refleks memejamkan kedua kelopak matanya. "Mempersiapkan dirimu untuk malam pertama kita malam ini." Ucap Rey lirih. Tangan Rey yang kini memegang wajah Yura mulai turun mengusap dagu Yura.
Merasakan kelembutan tangan Rey di wajahnya membuat Yura tanpa sadar membuka kembali kedua kelopak matanya.
"Jika kau tidak menginginkannya aku tidak akan memaksamu. Aku tidak ingin kau dalam keadaan terpaksa melayaniku." Ucap Rey lembut.
Yura tertegun mendengar ucapan Rey yang berhasil membuatnya merasa bersalah.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.