Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Dia juga mencintaiku?


__ADS_3

Yura dibuat mematung di tempatnya dengan mata membola sempurna. Ia bahkan tidak sadar jika kini Rey telah beranjak dari atas ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi. "Kak Rey mencintaiku?" Lirihnya lalu menggeleng tak percaya. Di saat kesadarannya telah terkumpul, Yura menoleh ke arah samping dimana Rey sudah tidak terlihat di sana.


"Kak Rey?" Panggil Yura sambil mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Rey. "Dia tidak ada." Gumam Yura. Pandangan Yura pun tertuju pada arah kamar mandi yang ia yakini ada Rey di dalamnya. "Kenapa dia cepat sekali pergi." Keluh Yura. Karena tidak mungkin menyusul Rey ke dalam kamar mandi untuk meminta kembali Rey mengungkapkan hal yang sama, Yura pun memutuskan untuk menyiapkan pakaian tidur untuk Rey dan menunggu Rey keluar dari dalam kamar mandi.


Lima belas menit menunggu, Rey telah keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya menggunakan selembar handuk menutupi bagian bawah tubuhhya. Melihat sosok suaminya membuat Yura sontak bangkit dari duduknya.


"Kau belum tidur?" Tanya Rey sambil melewati Yura begitu saja menuju ranjang untuk mengambil baju gantinya di sana.


"Belum. Aku masih menunggu Kakak." Jawab Yura.


"Menungguku lagi? Untuk apa?" Rey dibuat bingung melihat istrinya yang sejak tadi tak henti menunggunya.


Yura pun memilih diam dan membiarkan Rey memakai pakaian gantinya lebih dulu. Setelah siap, ia mengambil handuk Rey dan membawanya ke kamar mandi. Rey pun menunggu Yura kembali dengan duduk di atas ranjang.

__ADS_1


"Kak Rey..." Yura berjalan mendekat pada Rey.


"Ada apa lagi, hem?" Tanya Rey yang dapat melihat jika istrinya masih saja memasang wajah penasaran.


"Apa yang Kak Rey katakan tadi benar jika Kak Rey mencintaiku?" Tanya Yura sambil menatap intens wajah Rey.


Tangan Rey terulur mengusap sebelah pipi istrinya. "Aku tidak ingin mengulangi kata yang sama. Lebih baik sekarang kau tidur karena kau sudah terlalu lama mengajak anak-anak kita begadang." Ajak Rey.


"Tidurlah. Apa kau tidak sadar sekarang sudah jam berapa? Ibu hamil sepertimu tidak baik tidur terlalu malam seperti ini." Ucap Rey lembut.


Yura tak kuasa untuk membantah perintah suaminya. Akhirnya ia pun menurut dengan berbaring di atas ranjang tanpa ingin menanyakan kembali kata cinta dari Rey. Menurutnya masih ada hari esok untuk ia mempertanyakannya kembali pada suaminya itu.


Rey pun turut berbaring di sebelah Yura lalu menarik tubuh Yura ke dalam pelukannya. "Selamat tidur anak-anak Daddy." Ucap Rey pelan sambil mengusap perut Yura lalu mengecup kening Yura dengan sayang.

__ADS_1


Kedua bola mata Yura dibuat berkaca-kaca mendapatkan perlakuan hangat dari suaminya dan kata cinta yang terucap dari mulut Rey beberapa menit yang lalu. Rasanya saat ini Yura begitu bahagia saat mengetahui jika selama ini ia tidak mencinta sendirian. Rey juga mencintainya bahkan menaruh perasaan padanya sejak mereka masih kecil. Agh, rasanya Yura sangat ingin menghampiri Rachel saat ini dan memberitahukan ungkapan cinta Rey padanya.


"Kak Rey..." lirih Yura di dalam pelukan Rey.


"Kau tidak dibenarkan untuk terlalu banyak berpikir. Sekarang pejamkan kedua matamu dan tidurlah." Ucap Rey lembut sambil mengusap-usap kepala Yura.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.

__ADS_1


__ADS_2