
"Kak Rey?" Rachel menghentikan menyuapkan makanan ke dalam mulutnya saat melihat keberadaan Rey di depan mereka.
"Kak Rey?" Yura turut melakukan apa yang Rachel lakukan. Sedangkan Galang, pria itu terlihat menatap sebal pada Rey karena telah mengganggu acara makan siangnya bersama Yura dan Rachel.
"Aku tadi mencarimu ke perusahaan untuk mengajakmu makan siang bersama." Ucap Rey menatap pada Yura.
"Apa? Tapi kenapa Kak Rey tidak mengabariku?" Tanya Yura merasa bingung. Bukan hanya bingung karena ucapan Rey, namun juga bingung karena tidak biasanya suaminya itu mengajaknya makan siang bersama.
"Aku sudah mengirimkan pesan padamu. Mungkin kau belum melihatnya." Jawab Rey.
Yura segera mengeluarkan ponselnya dan membuka aplikasi pesan. Dan benar saja, setengah jam yang lalu Rey telah mengabarinya untuk mengajaknya makan siang bersama namun ia belum sempat melihat pesan yang Rey kirimkan padanya.
"Maaf, Kak. Aku tidak melihat ponselku." Jawab Yura.
Rey mengangguk tanpa bersuara. Ia pun memberikan perintah lewat tatapan matanya pada Rachel agar menyingkir dari samping Yura.
"Emh, sepertinya aku duduk di samping Galang saja." Ucap Rachel lalu mendorong kursinya ke belakang. Rachel pun segera berpindah duduk di kursi kosong yang berada di samping Galang.
"Kak Rey, ayo duduk dulu." Ajak Yura.
__ADS_1
Rey mengiyakannya lalu duduk di kursi yang tadi Rachel tempati.
"Pelayan." Ucap Yura pada pelayan yang tengah melewati mejanya. Yura pun meminta menu makanan tambahan untuk Rey pada pelayan tanpa bertanya pada Rey lebih dulu karena Yura yakin Rey belum makan.
Suasana di meja makan pun seketika hening saat Yura dan Rachel tak lagi bersuara sedangkan Rey dan Galang saling bertatapan dengan datar satu sama lain.
"Kenapa aku merasa hawa siang ini sangat panas." Rachel mengipas-ngipaskan tangannya di wajahnya seolah hawa di sekitarnya memanglah panas. Padahal itu hanya triknya saja agar Rey dan Galang tak lagi saling bertatapan dengan tajam dan mengalihkan pandangan mereka padanya.
"Apa kau sakit? Udara di dalam cafe ini cukup dingin." Ucap Galang pada akhirnya.
"Emh, ya. Sepertinya begitu." Jawab Rachel lalu memegang lehernya.
Tak berselang lama makanan untuk Rey pun tiba. Yura segera menyerahkan makanan yang baru dihidangkan itu di depan Rey.
"Ayo makan dulu, Kak." Ucapnya pada Rey.
"Terima kasih." Ucap Rey lalu mengambil sendok dan garpu dari atas piring.
Yura, Rachel dan Galang pun melanjutkan makan siang mereka yang sempat tertunda karena kedatangan Rey. Jika tadi Galang, Rachel dan Yura menikmati makan siang mereka sambil bercerita satu sama lain, kini mereka menikmati makan siang mereka dalam suasana hening karena ada Rey di antara mereka.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Galang nampak sudah selesai menikmati makan siangnya begitu pun dengan Rachel dan Yura. Sedangkan Rey masih menikmati makan siangnya yang masih tertinggal setengahnya.
"Oh ya, Yura. Sepertinya aku harus pergi lebih dulu karena aku masih ada urusan setelah ini." Ucap Galang pada Yura.
"Apa harus buru-buru, Gal?" Tanya Yura.
Galang menganggukkan kepalanya. "Aku harus mempersiapkan berkas apa saja yang harus kita bawa besok ke kota S." Jawab Galang.
"Ohh..." Yura menganggukkan kepalanya.
"Jangan lupa besok pagi jangan sampai terlambat. Aku menunggumu besok di depan gudang dokumen perusahaanku." Ucap Galang lembut tanpa perduli ada Rey di antara mereka.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1