Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Ini semua tidak mungkin


__ADS_3

"Cinta memang tidak harus saling memiliki. Namun bolehkah aku menghancurkan teori itu agar aku dapat memilikimu?" Ucap Galang. Terlalu larut dalam pemikirannya tentang Yura membuat Galang tanpa sadar telah melewatkan jam makan siangnya. Kesadaran Galang muncul saat mendengar perutnya yang berbunyi meminta untuk diisi.


"Yura, untuk saat ini biarkan aku berjuang untuk mendapatkanmu. Aku tahu kau tidak bahagia dengan pernikahan dadakanmu dan aku akan membantumu untuk keluar dari ketidakbahagiaanmu itu." Ucap Galang optimis. Galang pun bangkit dari duduknya dan merapikan kemejanya yang sebenarnya tidak kusut.


"Sebaiknya sekarang aku pergi makan siang sebelum rapat dimulai." Ucapnya lalu keluar dari dalam ruangan kerjanya.


*


"Mommy..." Flower terdengar merengek saat baru saja masuk ke dalam rumahnya.


Mommy Rania yang sedang asik terlibat percakapan telefon dengan Mama Kyara pun menghentikan pembicaraannya saat mendengar suara Flower.


"Flower, ada apa?" tanya Mommy Rania.

__ADS_1


"Mommy sedang apa?" Tanya Flower melihat layar ponsel Mommy Rania yang masih hidup.


"Mom sedan menelfon Mama Kyara." Jawab Mom Rania.


Flower mengangguk lalu memberi kode agar Mommy Rania mematikan sambungan telefonnya. Mengerti keinginan putrinya, Mommy Rania pun mengakhiri percakapannya dan Mama Kyara.


"Ada apa ini, Flo?" Tanya Mom Rania bingung.


Flower menjatuhkan bokongnya dengan kasar di atas sofa. Ia memasang wajah sedihnya agar Mom Rania merasa khawatir melihat kesedihannya.


Mom Rania menghela nafas panjang. "Tapi Yura tidak mengambil Rey darimu, Flo. Mereka menikah bukan atas keinginan Yura." Jawab Mom Rania tak ingin Flower menyalahkan Yura. "Lagi pula saat di luar negeri sudah Mom katakan bukan jika Rey belum mengambil keputusan apakah dia mau menerima perjodohan kalian atau tidak."


"Flo yakin Kak Rey menerimanya, Mom. Selama ini Kak Rey perhatian pada Flo dan tidak pernah menunjukkan rasa tidak sukanya pada Flo. Pasti selama ini Kak Rey sudah menyimpan rasa untuk Flow tapi rasa itu harus hilang karena Yura telah menjadi istrinya." Ucap Flower yakin.

__ADS_1


Mom Rania menggelengkan kepalanya. "Kau terlalu cepat mengambil kesimpulan, Sayang..." ucap Mom Rania.


"Tapi apa yang Flo katakan itu benar, Mom. Pasti Kak Rey menyimpan rasa untuk Flo. Dan untuk Yura, Kak Rey selalu menunjukkan rasa tidak sukanya pada Yura. Mom dapat melihat itu semua bukan? Dan mana mungkin Kak Rey mau begitu saja menikahi Yura jika tidak ada alasan dari itu semua." Tekan Flower.


Mom Rania menghela nafas panjang mendengarkan ucapan putrinya yang terlalu percaya diri. "Flower... jangan berbicara seperti itu. Bisa jadi apa yang kau lihat selama ini tidak sesuai dengan apa yang kau pikirkan. Sejak kecil Rey sudah Mom minta untuk menjagamu dan Rachel. Mungkin itulah alasan Rey selalu bersikap baik padamu." Tutur Mom Rania mencoba memberikan pengertian pada putrinya.


Bagaimana pun juga, selama ini ialah yang meminta Rey untuk bersikap baik pada putrinya dan menjaga putrinya. Rey yang sejak dulu dekat dengan Mom Rania tidak mungkin tidak mengiyakan ucapan Mom Rania yang sudah sejak dulu baik padanya dan Mama Kyara bahkan menganggapnya sebagai anaknya sendiri.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2