
"Itu karena Tuan Rey sedang menjaga Nona Yura yang sedang sakit, Tuan." Jawab Malik seadanya.
Kening Gerry dibuat mengkerut setelah mendengar jawaban Malik. "Menjaga Yura yang sedang sakit? Memangnya Yura sakit apa?" Tanya Gerry.
"Ya, memangnya Yura sakit apa? Kenapa Yura tidak memberitahukannya padaku?" Cecar Rachel. Wajah cantiknya pun sudah berubah cemas.
"Malik, ayo jawab. Yura sakit apa?" Tanya Kyara yang turut cemas.
Malik menatap Gerry, Kyara dan Rachel secara bergantian. "Nona Yura sakit karena terlalu lelah, Tuan, Nyonya, Nona." Jawabnya.
Bukannya mengerti setelah mendengarkan jawaban Malik, Gerry, Kyara dan Rachel justru semakin dibuat bingung mendengar jawaban Malik.
"Sudahlah, lebih baik kau segera kembali ke perusahaan." Ucap Gerry tak ingin melanjutkan niatnya untuk bertanya.
Malik menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Setelah Malik berpamitan untuk kembali ke perusahaan, Gerry dan Kyara pun segera masuk ke dalam rumah. Sedangkan Rachel, wanita itu sudah lebih dulu berlari masuk ke dalam rumah.
"Kak Rey..." suara Rachel memanggil nama Rey terdengar nyaring hingga menggema ke setiap sudut ruangan ruang tamu rumah Rey.
"Rachel, ada apa ini?" Tanya Rey menghampiri Rachel.
__ADS_1
"Kak Rey, dimana Yura?" Tanya Rachel tanpa menjawab ucapan Rey.
"Yura? Dia ada di dalam kamar." Jawab Rey. Ia menatap datar wajah adiknya yang terlihat cemas saat ini.
"Rey..." suara Gerry dan Kyara yang bersamaan memanggil namanya membuat perhatian Rey teralihkan pada kedua orang tuanya.
"Mamah, Papah." Ucap Rey. Ia cukup dibuat terkejut melihat kedatangan keluarganya di rumahnya saat ini
Mama Kyara lebih dulu menghampiri Rey lalu memeluk tubuh putranya barang sejenak. "Apa kau baik-baik saja, nak?" Tanya Mama Kyara.
Rey menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Rey baik-baik saja. Kenapa Mama bertanya seperti itu?" Tanyanya.
Rey menatap balik pada Gerry. "Itu karena Rey bangun kesiangan." Jawab Rey seadanya. "Dan Papa, kenapa Papa tidak masuk bekerja hari ini?" Tanyanya kembali.
Gerry menghela nafasnya sesaat. "Karena Papa ingin mengajak Mama dan adikmu jalan-jalan hari ini. Lantas bagaimana denganmu? Apa alasan yang membuatmu tidak bekerja hari ini? Jangan berbohong dengan mengatakan kau bangun kesiangan." Tanya Gerry tidak percaya. Walau sudah mendapatkan jawaban dari Malik namun Gerry tidak sepenuhnya percaya dengan jawaban asisten anaknya itu. Bukannya hilang kepercayaan pada Malik, hanya saja Gerry merasa ada yang janggal dari jawaban Malik untuknya tadi.
"Apa benar jika Kakak tidak masuk bekerja karena sedang menjaga Yura yang sedang sakit?" Timpal Rachel yang sejak tadi merasa penasaran.
Rey dibuat terdiam mendengar ucapan adiknya. Sesaat kemudian ia pun sudah menangkap maksud dan arah pembicaraan adiknya itu. "Itu juga adalah salah satu alasannya." Jawab Rey kemudian.
__ADS_1
"Memangnya Yura sakit apa Rey? Kenapa tidak memberitahukannya pada Mama? Dan kenapa kau tumben sekali bangun kesiangan?" Tanya Mama Kyara.
"Iya, Kak. Ayo katakan Yura sakit apa?" Timpal Rachel lagi.
"Rachel..." Gerry menegur putrinya yang merasa tidak sabaran itu.
Sementara Yura yang sejak tadi mendengar suara mertua dan adik iparnya dari lantai atas pun memilih turun ke lantai bawah dengan hati-hati.
"Nah, itu Yura." Ucap Rachel menatap Yura yang baru saja menapaki lantai bawah.
Pandangan Gerry dan Kyara pun beralih pada Yura yang tengah tersenyum pada mereka. Namun bukannya membalas senyuman Yura, Gerry, Rachel dan Kyara justru menatap Yura dengan wajah bingung.
"Yura? Ada apa denganmu? Kenapa jalanmu seperti itu?" Tany Rachel dengan wajah bingung.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.