
Malam harinya Rey memilih untuk memesan kamar hotel yang berbeda untuk ia menginap karena malam ini ia ingin menghabiskan waktu bertelfonan dengan istrinya yang jauh di sana.
"Kau yakin baik-baik saja?" Rey menatap tajam pada wajah Yura yang terlihat bulat di layar ponselnya saat ini.
"Emh ya, aku baik-baik saja." Jawab Yura berusaha memasang wajah baik-baik saja dan tersenyum.
Rey tak langsung menjawab ucapan Yura justru melakukan jepretan layar yang menampilkan wajah istrinya saat ini. Sebuah hal yang konyol dilakukan oleh Rey untuk pertama kalinya. Entahlah apa yang harus dijuluki untuk Rey saat ini. Pria bucin atau pria yang begitu merindukan istrinya. Agh, tapi sepertinya sama saja.
"Dimana Rachel, apa kau tidak mengajaknya tidur bersamamu malam ini?" Tanya Rey karena tidak mendengar suara adiknya di sekitar Yura seperti biasanya.
"Rachel berada di kamar tamu. Katanya dia ingin menelfon temannya yang ada di Amerika dulu." Jawab Yura. "Apa Kakak ingin berbicara dengan Rachel? Aku akan memberikan ponselnya jika Kakak ingin." Tawar Yura.
"Tidak. Aku sudah menelefonnya tadi siang." Jawab Rey. Lagi pula Rey tidak ingin orang lain termasuk adiknya sendiri terlibat di dalam percakapannya saat ini dengan Yura.
Yura mengangguk-angguk saja. Ia letakkan ponselnya sejenak di atas bantal lalu meminum air putih yang tersedia di atas nakas. "Kenapa rasa mualku selalu hilang saat mendengar suara Kak Rey?" Gumam Yura saat menyadari sesuatu.
"Apa yang kau katakan? Kenapa kau meletakkan ponselmu sembarangan?" Cecar Rey.
__ADS_1
Yura segera meraih kembali ponselnya lalu mengarahkannya kembali ke wajahnya. "Aku tidak mengatakan apa-apa, Kak. Maaf, aku baru saja minum karena tenggorokanku terasa kering." Jelas Yura.
Tok
Tok
Tok
Suara ketukan pintu dari luar kamar membuat Yura kembali mengalihkan pandangannya dari kamera ponselnya. "Tunggu sebentar, Kak. Sepertinya Rachel ingin masuk ke dalam kamar." Ucap Yura dan tanpa menunggu jawaban dari Rey lalu turun dari atas ranjang.
Ceklek
"Maaf, tadi aku sedang berganti baju. Aku lupa membuka pintunya kembali." Jawab Yura.
Pandangan Rachel pun tertuju pada layar ponsel Yura yang menyala dan memperlihatkan wajah kakaknya di sana.
"Ehem, Yura. Apa kau sudah baik-baik saja saat ini?" Tanya Rachel sedikit keras.
__ADS_1
"Baik-baik saja?" Yura mulai gelagapan saat menyadari Rachel sengaja bertanya seperti itu melihat ia sedang melakukan panggilan dengan Rey saat ini. Karena merasa gugup mendapatkan pertanyaan yang sama dari Rey yang pasti mendengarkan pertanyaan Rachel padanya, Yura pun refleks mematikan panggilan dari Rey.
"Rachel, apa yang kau katakan?" Tanya Yura dengan wajah panik.
Bukannya merasa bersalah melihat wajah Yura saat ini, Rachel justru tertawa-tawa melihat kepanikan Yura. Terlebih saat ini ponsel Yura kembali berdering tanda panggilan masuk dari Rey.
"Chel..." Yura dibuat bingung apakah harus mengangkat panggilan dari Rey atau tidak.
Di tengah kebingungan Yura saat ini, Rey justru terlihat cemas setelah mendengarkan pertanyaan dari adik kandungnya itu.
"Ada apa dengannya. Kenapa Rachel bertanya seperti itu. Apa dia sedang tidak baik-baik saja?" Gumam Rey sambil terus melakukan panggilan video pada nomer Yura.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.