Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Akhirnya menginap


__ADS_3

"Belum. Tujuan Kakak datang ke sini karena Kakak juga ingin mengajakmu makan siang bersama. Kakak tahu pasti kau melewatkan makan siangmu karena terlalu fokus bekerja." Ucap Aidan lalu mengarahkan pandangannya pada komputer di atas meja kerja Yura yang masih menyala.


"Tidak seperti itu, Kak. Yura hanya ingin segera menyelesaikannya secepat mungkin." Jawab Yura.


"Sudahlah, sekarang ayo ikut Kakak. Kita akan makan siang di luar." Ajak Aidan.


"Tunggu dulu, Kak." Yura mengeluarkan ponselnya lalu melakukan panggilan telefon dengan Rachel.


"Ada apa?" Tanya Aidan setelah Yura menutup panggilan telefonnya.


"Rachel akan ikut makan siang bersama dengan kita. Apa tidak masalah, Kak?" Tanya Yura karena tadi ia melupakan ajakan Rachel kemarin yang kembali mengajaknya makan siang bersama hari ini.


"Tidak masalah. Ayo." Ucap Aidan yang dibalas Yura dengan anggukan kepalanya.


*


"Yura, kau sudah berjanji bukan jika satu minggu lagi akan menginap di rumahku? Aku sudah memberitahu Mama jika kau akan menginap dan Mama senang sekali mendengarnya." Ucap Rachel setelah ia, Aidan dan Yura menghabiskan makan siang masing-masing.


Yura menyeruput habis es jeruknya yang tinggal setengahnya lebih dulu lalu menjawab ucapan Rachel. "Agh, ya, aku akan menginap di rumahmu satu minggu lagi. Tapi kenapa kau memberitahukannya pada Tante Kyara? Aku jadi merasa tidak enak jika nanti Tante Kya jadi repot karena kedatanganku." Jawab Yura.


"Kau ini sudah seperti orang lain saja." Rachel menggelengkan kepalanya. "Mamaku tidak pernah merasa direpotkan olehmu. Jika direpotkan pun Mamaku tidak masalah karena Mama senang melakukanya. Kau tahu jika sejak kepulanganmu Mama sering bertanya kenapa kau tidak lagi pernah bermain ke rumah? Dan saat aku mengatakan kau akan menginap Mama senang sekali mendengarnya." Ucap Rachel panjang lebar.


Yura tertegun mendengarnya. Ia sungguh tidak menyangka kerena perubahan sikapnya banyak berdampak pada orang-orang terdekatnya termasuk keluarga Rachel kecuali Rey tentunya. Pandangannya pun ia alihkan pada Aidan yang nampak diam sambil menatap kepadanya.

__ADS_1


"Kenapa harus satu minggu lagi? Jika kau ingin malam ini kau bisa menginap di rumah Rachel. Kakak yakin Bunda pasti mengizinkanmu pergi. Lagi pula malam hari kau tidak bekerja bukan?" Tanya Aidan.


Rachel bertepuk tangan mendengar saran Aidan. "Nah, Kak Aidan benar. Kenapa tidak malam ini saja kau menginap di rumahku?" Tanya Rachel.


Yura menggelengkan kepalanya. "Tidak bisa, Kak, Rachel. Aku sudah membuat janji pada Alula menemaninya tidur dan membantu mengerjakan tugas kuliahnya." Jelas Yura.


"Yah, sayang sekali." Ucap Rachel tak bersemangat.


"Satu minggu lagi bukan waktu yang lama bukan? Kau tenang saja, Chel, aku pasti menepati janjiku." Ucap Yura meyakinkan.


Senyuman di wajah Rachel kembali terbit. "Baiklah kalau begitu dari pada tidak sama sekali." Ucap Rachel.


*


Setelah membersihkan tubuhnya, mengambil baju ganti dan keperluan lainnya di rumah, Yura pun mengendarai mobilnya menuju kediaman Bagaskara. Tiga puluh menit berlalu, mobil Yura pun telah sampai di depan rumah Gerry dan Kyara. Yura pun turun dari dalam mobilnya dengan disambut suara cempreng Rachel yang terdengar cukup keras.


"Yura, kau sudah datang!" Pekik Rachel lalu berlari ke arah Yura. Ia pun mendekap erat tubuh Yura sambil memberikan ciuman di kedua pipi Yura.


"Jangan terlalu bersemangat. Kau membuat pipiku basah." Ucap Yura yang membuat bibir Rachel mengerucut seketika.


"Itu karena aku sangat senang melihat kedatanganmu." Cetus Rachel.


Yura tertawa kecil. Ia pun membuka pintu belakang mobilnya dan mengambil tasnya di sana.

__ADS_1


"Ayo kita masuk." Ajak Rachel setelah Yura mengambil tasnya.


Yura menganggukkan kepalanya lalu berjalan masuk ke dalam rumah mengikuti Rachel.


"Yura, kau sudah sampai sayang?" Suara lembut Kyara menghentikan langkah Yura dan Rachel.


Kyara nampak berjalan cepat ke arah Yura sambil tersenyum.


"Yura baru saja sampai, Tante." Ucap Yura lalu menyalimi Kyara.


Kyara memeluk tubuh Yura barang sejenak. "Tante senang karena kau akan menginap di sini malam ini." Ucap Kyara.


Yura tersenyum mendengar ucapan Kyara yang terdengar tulus di telinganya.


"Bukan hanya Mama yang senang, Kak Rey pasti juga sangat senang melihat Yura menginap di sini." Ucap Rachel lalu tertawa kecil.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.

__ADS_1


__ADS_2