Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Akhirnya dia datang juga


__ADS_3

"Saya juga tidak mengetahuinya, Nona. Nona Flower hanya menelefon menanyakan keberadaan Nona lalu mematikan sambungan telefonnya." Jawab Jeni.


"Lalu kau jawab apa, Jeni?" Tanya Yura.


"Saya menjawab jika Nona tidak masuk bekerja. Dan saat dia menanyakan alasannya saya tidak menjawabnya, Nona." Jawab Jeni.


Yura menganggukkan kepalanya. "Tumben sekali dia menanyakan keberadaanku." Gumam Yura bingung. "Lalu bagaimana dengan Tuan Galang, Jeni?" Tanya Yura kemudian.


"Tuan Galang datang menanyakan keberadaan Nona karena ada hal penting yang ingin ia sampaikan pada Nona." Jawab Jeni.


"Hal penting apa itu Jeni? Dan kenapa dia tidak mengabariku?" Tanya Yura.


"Sepertinya tentang proyek kerja sama yang baru saja dimulai di kota M, Nona. Dan jika Tuan Galang tidak mengabari Nona mungkin saja itu karena saya menyampaikan jika Nona sedang sakit dan dia tidak ingin mengganggu waktu istirahat Nona." Jawab Jeni.


"Oh... seperti itu." Jawab Yura. "Baiklah kalau begitu, Jeni, nanti saya akan menghubungi Tuan Galang untuk menanyakan maksud dan tujuan kedatangannya ke perusahaan kemarin." Ucap Yura.


Jeni menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Kalau begitu saya pamit keluar dulu, Nona." Ucap Jeni.

__ADS_1


Yura mengangguk. "Terima kasih atas informasinya, Jeni." Ucap Yura.


"Sama-sama, Nona." Ucap Jeni lalu melangkah keluar dari dalam ruangan Yura.


Yura menatap pergerakan Jeni hingga lenyap dari pandangannya. "Flower... untuk apa dia menghubungi Jeni dan menanyakan keberadaanku? Tumben sekali." Gumam Yura yang kembali terfikir dengan Flower yang kemarin menanyakan keberadaannya pada Jeni.


*


Rey baru saja menginjakkan kaki di perusahaannya. Ia melangkah memasuki lobi perusahaan dengan pandangan lurus ke depan. Wajahnya yang terkesan datar dan dingin membuat karyawan yang menatapnya terasa dibuat membeku karenanya.


"Selamat pagi, Tuan Rey." Sapaan beberapa karyawan yang berjalan melewatinya dibalas Rey dengan anggukan kepalanya. Walau terkesan datar dan dingin, tak membuat para wanita yang melihatnya menyurutkan rasa kagumnya pada sosok Rey. Pria itu masih saja menjadi sosok nomer satu diperusahaan yang menjadi incaran hampir setiap kaum wanita.


Pintu lift khusus petinggi perusaahan terbuka dan Rey langsung berjalan masuk ke dalamnya. Dikeluarkannya ponselnya yang berada dalam saku jasnya untuk melihat pesan dari istrinya.


"Ck." Lidah Rey berdecak saat tak melihat pesan baru dari Yura. "Sedang apa dia. Kenapa tidak membalas pesanku?" Gumamnya. Rey pun kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku jasnya dan tak lupa menambah volume dering ponselnya agar pesan masuk dari Yura dapat terdengar jelas olehnya.


Lift pun terus bergerak naik hingga akhirnya sampai di lantai teratas perusahaan. Setelah sampai di lantai teratas, pintu lift pun terbuka dan Rey langsung keluar dari dalam lift.

__ADS_1


"Kak Rey..." ucap Flower saat melihat Rey tengah berjalan ke arahnya. Flower segera bangkit dari duduknya lalu menyambut kedatangan Rey dengan senyuman manis di bibirnya. "Selamat pagi, Tuan Rey." Sapanya ramah.


"Pagi." Jawab Rey singkat tanpa senyuman di wajahnya.


Flower tak menghiraukan sikap datar Rey padanya. Yang jelas saat ini ia sangat merasa senang karena akhirnya pagi ini Rey masuk bekerja hingga dapat mengobati rasa rindu di hatinya pada pria itu.


Setelah membalas sapaan Flower, Rey pun berjalan ke arah pintu ruangannya berada. Namun belum sempat ia membuka pintu ruangan, pergerakannya sudah terhenti mendengar sebuah notifikasi pesan masuk yang ia yakini dari istrinya.


Deg


Flower yang memperhatikan pergerakan Rey dibuat tertegun saat Rey menghidupkan layar ponselnya dan memperlihatkan walpaper gambar Yura di sana.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2