Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Masih mencintainya?


__ADS_3

Mama Kyara terdiam mendengarkan ucapan putrinya yang terdengar masuk akal. Rachel yang melihat Mama dan Papanya tidak menjawab ucapannya pun merasa senang karena kedua orang tuanya secara tidak langsung menyetujui apa yang ia ucapkan.


"Rachel, kau tidak boleh berfikir macam-macam seperti itu." Ucap Gerry yang tidak ingin terlalu membenarkan apa yang Rachel katakan.


"Rachel tidak berfikir yang macam-macam, Pah. Rachel hanya berfikir satu macam dan itu semua sesuai apa yang Rachel lihat selama ini. Sebagai sahabat yang baik untuk Yura, Rachel tidak ingin Yura merasa sakit hati dengan sikap Flower pada kakak nantinya. Papa tahu jelas jika selama ini Flower selalu mencari cara agar bisa mendekati Kak Rey."


Gerry menatap wajah putrinya dengan intens. Ia selalu dibuat kagum saat mendengarkan putrinya berbicara serius seperti saat ini. Tidak sama seperti sikapnya yang biasanya suka berbicara sembarangan. Pembicaraan singkat mereka siang itu Gerry tutup dengan menyuruh Rachel kembali ke dalam kamarnya untuk beristirahat dan meninggalkan bersama Kyara di ruang tamu.


"Menurut Mama apa yang dikatakan Rachel ada benarnya." Ucap Kyara setelah kepergian putrinya.


Gerry mengangguk mengiyakannya. "Sudahlah. Kita hanya mecegah permasalahan yang akan terjadi tanpa harus ikut campur di dalamnya." Jawab Gerry.


Kyara mengangguk mengiyakannya. Kini hatinya diliputi rasa dilema karena harus memilih menjaga perasaan sahabatnya yaitu Rania atau memilih menjaga perasaan menantunya.


Rachel yang sudah masuk ke dalam kamarnya nampak dibuat berpikir keras bagaimana caranya untuk menggagalkan rencana Flower yang ingin mengundang Rey untuk datang ke pesta ulang tahunnya. "Flower, aku tahu kau wanita yang baik. Tapi untuk saat ini aku tidak melihat lagi sisi kebaikanmu setelah kau mengetahui jika Kakakku sudah menikah dengan Yura. Bukannya bermaksud menuduhmu yang bukan-bukan. Hanya saja aku harus waspada jika apa yang aku takutkan akan terjadi." Ucap Rachel sambil berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya.


*

__ADS_1


"Yura ayo cepat ikut aku." Ajak Rachel dengan tergesa-gesa setelah mereka selesai menikmati makan malam bersama.


Yura pun menurutinya dengan berjalan ikut tergesa-gesa menuju kamar Rachel berada. Setelah Yura masuk ke dalam kamarnya, Rachel segera menutup pintu kamarnya.


"Ada apa ini Rachel, kenapa kau terlihat tergesa-gesa seperti itu?" Tanya Yura dengan wajah bingung.


"Aku seperti ini agar Kak Rey tidak menahanmu ikut denganku." Jawab Rachel sambil mengatur nafasnya yang terdengar naik turun. "Sekarang ayo ikut aku." Rachel menuntun Yura duduk di atas ranjang kamarnya. Yura pun menurut saja dengan duduk di atas ranjang Rachel.


Rachel kembali mengatur nafasnya sebelum berbicara dengan Yura. "Yura... ada hal penting yang ingin aku tanyakan dan katakan kepadamu." Ucap Rachel.


Rachel berusaha untuk ikut tenang. "Yura... apa sampai saat ini kau masih mencintai Kakakku?" Tanya Rachel tanpa basa-basi.


Deg


Yura dibuat tertegun mendengar pertanyaan dari Rachel yang sulit untuk ia jawab.


"Yura, ayo jawab." Desak Rachel yang sudah tidak sabar menunggu jawaban dari Yura.

__ADS_1


"Aku tidak tahu." Jawab Yura sambil menunduk.


"Tidak tahu?" Rachel menarik kedua tangan Yura lalu menggenggamnya.


Yura pun mengangguk mengiyakannya.


"Itu bukan sebuah jawaban Yura. Kau hanya perlu menjawab ya atau tidak." Tekan Rachel.


"Aku memang tidak tahu, Chel. Aku tidak tahu apakah rasa cinta ini masih ada untuk kakakmu atau tidak. Aku tidak ingin terlalu berharap dengan perasaanku saat ini Chel." Jawab Yura lirih lalu menjelaskan maksud jawabannya saat ini pada Rachel.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenarađź–¤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.

__ADS_1


__ADS_2