
"Jadi?" Setelah selesai menghabiskan makanan mereka masing-masig Yura langsung mempertanyakan apa yang ingin dijelaskan oleh Rey kepadanya.
Rey menghela nafas lalu menghembuskannya kasar di udara. "Tidak baik berbicara di sini. Ayo ikut aku kembali ke kamar." Ajak Rey cepat.
Yura mengiyakannya lalu bangkit dari tempat duduknya. Rey turut melakukan hal yang sama lalu melangkah menuju kamar mereka berada.
Setelah masuk ke dalam kamar Rey langsung menjelaskan apa yang telah terjadi kepada keluarganya dan apa yang ia lakukan di luar negeri beberapa minggu yang lalu hingga mengundur waktu kepulangannya ke tanah air. Yura mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut Rey dengan tatapan tak percaya dan sesekali menampilkan ekspresi terkejutnya.
"Jadi selama ini Papa masih berhubungan dengan mantan kekasihnya." Tanya Yura merasa tak percaya.
"Papa bukan mengkhianati Mama. Papa hanya berniat membantunya tapi Papa tidak sadar jika apa yang dilakukannya itu adalah salah." Jawab Rey.
Yura menggeleng merasa tak percaya dengan apa yang telah terjadi di keluarga suaminya dan apa yang telah diperbuat Papa Gerry di belakang Mama Kyara. Ia pikir selama ini Papa Gerry yang terlihat sangat menyayangi Mama Kyara tidak akan berani menyimpan wanita lain di belakangnya. Tapi apa yang Yura pikirkan ternyata salah. Walau dengan alasan rasa iba pada mantan kekasihnya terdahulu namun tetap saja perbuatan Papa Gerry tidak bisa dibenarkan.
"Aku sudah beberapa kali memberikan peringatan pada Papa tapi Papa masih keras dengan keinginannya atas dasar iba." Ucap Rey pelan.
__ADS_1
Yura terdiam tak dapat berkata-kata.
Rey pun kembali melanjutkan penjelasannya tentang apa saja yang dilakukannya di rumah kedua orang tuanya hingga tidak sempat mengecek ponselnya sekedar menghubungi Yura. Ia terlalu sibuk menenangkan Mamanya dan Rachel yang menangis tanpa henti. Bahkan sebelum kepulangan ke rumah, Rey kembali dibuat pusing dengan Rachel yang masih menangis dengan terisak di dalam kamarnya. Adik bungsunya itu terlihat sangat bersedih melihat mamanya yang bersedih akibat kelakuan papanya.
"Lalu bagaimana keadaan Mama saat ini. Apa Kakak sudah mencaritahunya?" Tanya Yura.
Rey menggeleng. "Aku akan kembali datang ke rumah pagi ini. Lagi pula aku yakin tidak ada yang bisa membalas pesan yang aku kirimkan jika dalam keadaan seperti ini." Jawab Rey.
Yura mengangguk paham. Pantas saja tadi pagi Rey mengatakan tidak masuk bekerja pagi ini karena ada urusan penting yang ingin dilakukannya di kediaman kedua orang tuanya.
"Tidak perlu repot, Kak. Aku bisa pergi sendiri." Balas Yura.
"Aku tidak menerima sebuah bantahan. Lakukan saja apa yang aku perintahkan." Titah Rey tegas.
Yura menurut saja dan akhirnya berangkat menuju perusahaannya pagi itu dengan diantarkan seorang sopir. Sedangkan Rey, setelah kepergian Yura ia segera kembali ke kamar untuk mengambil ponsel dan kunci mobilnya yang tadi belum sempat ia bawa.
__ADS_1
Setelah siap, Rey segera keluar dari dalam kamarnya untuk pergi ke kediaman kedua orang tuanya.
Dan di sinilah Rey berada saat ini, di kediaman mewah milik kedua orang tuanya.
"Rey, kau sudah datang, Nak?" Riana menghampiri cucunya yang baru saja masuk ke dalam rumah.
Rey mengangguk lalu bersalaman dengan neneknya. "Bagaimana keadaan Mama, Nek? Apa Mama sudah baik-baik saja?" Tanya Rey yang sejak kemarin sangat mencemaskan keadaan mamanya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.
__ADS_1