Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Sungguh memalukan!


__ADS_3

"Aku takut..." ucap Yura dengan nada bergetar.


"Hust. Jangan berisik atau kau akan membuat keberadaan kita diketahui oleh mereka." Ucap Rey pelan. Tak lama kemudian, Yura dan Rey pun mendengar suara  mendesis dari luar pondok.


Yura pun sontak memeluk erat tubuh Rey. "Aku takut..." lirih Yura dengan semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Rey. Ia semakin merasa ketakutan saat menduga-duga suara apa yang berasal dari luar pondok yang mereka tempati saat ini.


Rey berusaha menenangkan Yura dengan mengelus punggung Yura yang bergetar hebat. Tak berbeda dengan Yura, ia pun turut merasa takut saat menduga binatang apa yang berada di luar pondok saat ini.


Sial! Kenapa perjalanan kali ini terasa sangat mencekam. Rey hanya bisa mengumpat dalam hati. Ia kembali melihat ponselnya dan berharap mendapatkan jaringan. Dan lagi harapannya tidak terwujud karena tidak sedikit pun jaringan yang ia dapatkan selain daya batrai ponselnya yang semakin menipis.


"Tidak ada pilihan lain, malam ini kita terpaksa harus tidur di sini." Ucap Rey dengan pelan setelah setengah jam berlalu suara mendesis dari luar pondok semakin terdengar menandakan banyaknya binatang buas yang semakin keluar dari dalam hutan.


Yura yang semakin ketakutan karena suara binatang yang terdengar dari luar semakin banyak pun semakin mendekap erat tubuh Rey. Hati dan pemikirannya saat ini benar-benar takut bila keberadaan mereka terendus oleh banyaknya binatang di luar pondok dan membahayakan keselamatan mereka.


"Ayah... Bunda... tolong Yura..." Yura hanya bisa berucap dalam hati memanggil kedua orang tuanya. Ia pun memejamkan kedua kelopak matanya dan menggigit kuat bibir bawahnya agar tidak menimbulkan suara.


Rey pun membiarkan Yura menjadikan tubuhnya tempat pelampiasan menyalurkan rasa takutnya. Ia hanya bisa berusaha untuk tetap tenang dan berharap pertolongan cepat datang kepada mereka walau sangat tipis kemungkinan itu bisa terjadi.

__ADS_1


Dan entah kapan itu, Rey dan Yura pun sudah nampak terlelap dengan posisi saling berpelukan satu sama lain. Baik Yura maupun Rey tidak menyadari posisi tidur mereka yang saling berpelukan hingga pagi menjelang.


*


"Apa yang kalian lakukan di sini?" Suara teriakan warga yang terdengar cukup keras membangunkan tidur Rey dan Yura.


Rey lebih dulu membuka kedua kelopak matanya diikuti Yura setelahnya. Kedua kelopak mata Rey nampak menyipit menyesuaikan cahaya yang menusuk masuk ke dalam matanya. Sesaat kemudian kedua kelopak mata Rey membola saat melihat beberapa orang yang ada di depan mata mereka saat ini.


"Kalian ingin berbuat mesum di desa kami, ya?" Hardik seorang pria bertubuh gempal.


Rey dan Yura saling pandang untuk memahami kondisi mereka saat ini lalu sesaat kemudian menjauhkan tubuh satu sama lain karena menyadari posisi mereka yang sangat intim.


"Ada apa ini, Pak?" Tanya Yura yang masih merasa bingung dengan tuduhan para pria di depannya.


"Ada apa?" Salah satu orang pria menatap sinis Yura. "Harusnya kami yang bertanya kenapa kalian berbuat mesum di desa kami!" Hardiknya.


Yura tersentak mendengarnya. Ia menggelengkan kepalanya membantah ucapan pria di hadapannya saat ini.

__ADS_1


"Ayo ikut kami keluar!" Titah pria bertubuh gempal.


Rey menatap tajam pada mereka namun tetap mengikuti perintah mereka karena kondisi pondok yang kecil dan sempit dengan keberadaan mereka membuatnya merasa sesak. Dan betapa terkejutnya Rey dan Yura saat keluar dari dalam pondok sudah ada beberapa orang yang menunggu mereka dan tak lain adalah orang-orang yang tinggan di desa seberang desa A yang kemarin mereka temui.


"Apa yang kalian lakukan di sini sungguh memalukan!" Pria bertubuh gempal itu pun kembali menghardik Yura dan Rey diikuti pria yang lainnya.


"Kalian sudah merusak desa kami dengan perbuatan buruk kalian! Kesalahan kalian tidak bisa kami toleransi! Kalian sudah berbuat mesum di daerah kami!" Hardik pria bertubuh tinggi dan kurus yang berada di sebelah pria bertubuh gempal.


"Tunggu dulu, ini sungguh salah paham. Kami tidak melakukan apa pun." Yura yang sudah mulai paham apa yang terjadi pun mencoba menjelaskan.


"Salah paham?" Pria bertubuh gempal itu tertawa sinis. "Kalian sudah tertangkap basah berbuat mesum namun masih berkilah tidak melakukan apa-apa!" Wajah pria itu berubah berang dan memerah.


****


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, gift dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Queenara🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2