Kita Harus Menikah!

Kita Harus Menikah!
Kenapa dia tidak datang?


__ADS_3

"Dengarkan aku dulu, Sayang..." Gerry pun dengan cepat menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi bagaimana keadaan Ketty setelah berada di tahanan, gangguan mental yang ia alami hingga akhirnya membuat Ketty sakit-sakitan. Tak lupa Gerry menjelaskan jika alasannya masih merawat Ketty setelah keluar dari tahanan selain karena amanah yang diberikan kedua orang tua Ketty juga karena ia tidak tega melihat tubuh Ketty yang semakin lemah termakan oleh penyakitnya dan sangat membutuhkan pertolongan orang lain untuk kelanjutan hidupnya.


Kyara yang mendengarkan penjelasan dari Gerry pun tak kuasa membendung air matanya lagi saat mengetahui sudah bertahun-tahun ia telah dibohongi oleh suaminya itu. "Kau sungguh keterlaluan..." ucap Kyara sambil menangis.


"Sayang..." Gerry hendak kembali menjangkau tubuh istrinya namun pergerakan tangan Kyara kembali menghentikan niatnya.


"Mama..." Rey yang merasa tidak kuat melihat air mata yang berjatuhan membasahi kedua pipi ibu yang telah melahirkannya pun segera bangkit menghampiri Kyara dan memeluknya.


"Papamu sungguh keterlaluan Rey..." isak Mama Kyara dalam pelukan Rey.


Riana dan Johan yang melihat menantunya sedang menangis dan anak mereka yang terlihat frustasi karena perbuatannya memilih diam di tempat mereka masing-masing. Bukannya ingin membuat rumah tangga Gerry dan Kyara menjadi hancur setelah mereka memberikan kabar mengejutkan pada Kyara. Namun Riana dan Johan hanya ingin Kyara segera mengetahui kebenarannya dan Gerry sadar jika apa yang telah dilakukannya selama ini adalah salah.


Hari itu Rey memilih tidak kembali ke perusahaannya dan menenangkan Mamanya yang sedang hancur karena perbuatan papanya. Papa Gerry pun hanya bisa menyesali perbuatannya di depan kamar karena Kyara tidak memperbolehkannya untuk masuk ke dalam kamar mereka.

__ADS_1


"Mama harap setelah ini kau tidak bersikap bodoh lagi. Ini adalah pelajaran agar kau lebih menghargai kejujuran dalam rumah tangga." Ucap Riana pada Gerry.


Gerry memilih diam tak menjawab ucapan Mama Riana karena ia sadar perbuatannya selama ini adalah salah dan saat ini adalah balasan atas apa yang telah dilakukannya.


"Ayo kita istirahat." Ajak Johan pada Riana karena ia tidak ingin istrinya kembali tersulut emosi pada putranya.


Riana mengangguk lalu melangkah meninggalkan Gerry yang tengah berdiri di depan pintu kamarnya.


"Mama tahu Kyara adalah wanita baik dan pemaaf. Dia hanya membutuhkan waktu untuk menerima apa yang telah dilakukan suaminya selama ini di belakangnya." Ucap Riana sambil melangkah bersama Johon.


*


"Kenapa Kak Rey belum datang juga?" Yura nampak berkali-kali mengecek pesan masuk dari suaminya karena tak kunjung melihat kedatangan mobil suaminya masuk ke dalam perkarangan perusahaan. "Tumben sekali Kak Rey terlalu lama menjemputku seperti ini." Lanjutnya kemudian merasa bingung.

__ADS_1


Karena merasa bosan menunggu Rey di depan pintu perusahaan, Yura memilih melangkah menuju pos security menunggu kedatangan Rey di sana.


"Malik?" Yura dibuat bingung melihat kedatangan Malik saat baru saja sampai di pos security.


"Nona Yura, saya diminta oleh Tuan Rey untuk menjemput anda pulang sore ini." Ucap Malik menjawab kebingungan di wajah Yura.


"Apa Kak Rey sedang sibuk saat ini hingga dia memintamu untuk menjemputku? Tapi kenapa dia tidak mengabariku?" Tanya Yura bingung.


"Itu karena Tuan Rey sedang berada di rumah kedua orang tuanya menyambut kedatangan Tuan dan Nyonya besar, Nona."


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2